Headlines News :

    Like Fun Page Kami

    PUSMAJA Ma Maju

    Ismail Aljihadi.
    Maita sama sama maju, ndaita weki PUSMAJA
    Maju kai ilmu Islam, ma gaga taho lao
    Ilmu Islam ndi nenti, cahaya mori ndi nonto.

    Maita sama-sama maju weki ndai PUSMAJA
    Kataroa ide ro fiki, kai ngahi mufaka
    Mufaka mbolo ro dampa, ndaita sama sama doho sama dampi.
    Doho sama rasa, kacampo ade ma raso niki risu.
    Mufaka kai ilmu ro iman, ma gaga aman
    Bandi kaipu ntara,  mufaka ndai ma gaga ntiri
    Mufaka batu nggahi rasul, kai ade ma gaga poda  taho raso.

    Weki ndai PUSMAJA romo, maita sama sama nenti rima
    Rima ma sama nenti, ade sama  nonto kai wua nuntu.
    Na samase ade, na gaga ndi eda ba weki ndai sa udu.

    Selamat Ulang Tahun PUSMAJA yang ke-10 (10 Januari 2008 - 10 Januari 2018)

    Coretan pagi.


    Yogyakarta, 6 Februari 2018
    Karya: Ismail Aljihadi
    Pemuda asal Bima NTB / Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 

    Adian Napitupulu Jembatani Driver Online - Menteri Perhubungan Bahas Permen 108 dan Outsourcing

    Adian Napitupulu.
    Jakarta, PEWARTAnews.com -- Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Adian Napitupulu, S.H. pada hari Selasa 13 Febuari 2018 menjembatani Pihak Driver Online dengan Menteri Perhubungan guna untuk membahas beberapa point penting dalam Permen 108 dan juga perihal Outsourcing. "Setelah beberapa hari sebelumnya beberapa organisasi terkait Driver Online meminta saya untuk memediasi dengan Menteri Perhubungan, akhirnya pada hari Selasa 13 Febuari 2018 saya mempertemukan perwakilan organisasi yang terkait dengan Driver Online dengan Menteri Perhubungan," ucap pemilik nama lengkap Adian Yunus Yusak Napitupulu dalam siaran persnya yang diterima PEWARTAnews.com pada 14 Februari 2018.

    Adian Napitupulu membeberkan bahwasannya saat pertemuan tersebut perwakilan organisasi yang terkait Driver Online menyampaikan penolakan terhadap Permen 108 tahun 2017. Penolakan tersebut antara lain terhadap kewajiban untuk mengurus izin angkutan sewa khusus.

    Lebih jauh, dalam rilis tersebut, Adian membeberkan bahwa izin angkutan sewa khusus melahirkan setumpuk kewajiban baru bagi para Driver online. "Dengan Permen 108 mereka tidak bisa lagi mendaftar langsung secara perorangan ke Aplikator (Go Car, Grab, dan Uber). Karena menurut Permen 108 yang bisa bermitra bukanlah perorangan tapi badan hukum yg berbentuk koperasi ataupun badan usaha bentuk lainnya," beber Adian.

    Mantan aktifis 98 tersebut lebih lanjut mengatakan bahwa berdasarkan Permen 108 tersebut maka Pilihan para Driver Online adalah membuat badan hukum secara bersama sama agar syarat minimal 5 mobil terpenuhi atau bergabung dengan badan hukum yang sudah memiliki izin angkutan sewa khusus atau berhenti menjadi Driver Online.

    "Hak para individu Driver online untuk bermitra langsung dengan Aplikator menjadi hilang, hak tersebut kemudian di ambil alih oleh badan hukum." keluh Adian menyayangkan.

    Masih dalam rilis yang sama, Adian beberkan kalau di ilustrasikan maka Permen 108 ini bisa menjadi embrio lahirnya badan hukum yang berikut hari berpotensi menjadi serupa perusahaan Outsourcing yang mengambil selisih keuntungan dengan melakukan rekrutmen dan menyalurkan tenaga kerja. "Kalau menggunakan ilustrasi Petani maka badan hukum ini bisa berkecenderungan menyerupai Badan yang mengatur tata niaga cengkeh dan jeruk ala Orde Baru," akunya.

    Dengan pola yang berpotensi mengarah pada bentuk "Outsourcing" atau "Tata Niaga" Driver, kata Adian, maka bisa dipastikan bahwa pendapatan para Driver Online ini akan berkurang drastis di potong sana sini untuk beragam alasan administrasi, operasional dan teknis dari badan hukum pemegang izin angkutan.

    Setelah para Driver Online bergabung dengan badan hukum, ucap Adian, maka berikutnya beruntun lahir sekian banyak kewajiban baru seperti pembatasan kuota kendaraan perwilayah, batasan wilayah kerja, KIR, penggantian SIM menjadi SIM A umum dan sebagainya yang memberatkan serta merugikan para Driver Online.

    Masih dalam pertemuan tersebut perwakilan juga menyampaikan bahwa sesungguhnya objek dari izin angkutan sewa tersebut seharusnya bukan para Driver Online melainkan Perusahaan Jasa Aplikasi yang pada faktanya telah melakukan kegiatan kegiatan yang sesungguhnya juga dilakukan oleh perusahaan jasa angkutan seperti melakukan rekrutmen kendaraan beserta supir nya, menyeleksi kelayakan supir, memberlakukan standar pelayanan dan keselamatan, menentukan tarif rupiah per kilometer, memutuskan hubungan kerja (untuk angkutan online bentuknya suspend), menentukan besaran bonus dan sanksi, menetapkan batas standar kendaraan (cc dan tahun) dan hal hal lainnya yang umum nya juga di lakukan oleh perusahaan angkutan konvensional.

    Beber Adian, Indonesia hingga hari ini menjadi satu satunya negara yang menerapkan aturan mewajibkan para Driver Online untuk membuat atau bergabung dengan badan hukum agar bisa menjadi mitra dari penyedia jasa aplikasi tanpa mewajibkan perusahaan aplikasi menjadi perusahaan jasa transportasi.

    Melalui Permen 108 ini, beber Adian, Indonesia juga menjadi negara yang prosedurnya paling rumit bagi Driver online salah satunya dengan prosedur KIR yang disamakan dengan angkutan kota yang nyata nyata telah merubah bentuk kendaraan secara signifikan dari pabrikan asal.

    Pembatasan wilayah operasi dan kuota Driver Online juga menunjukan bahwa kementrian terkait terlihat malas untuk berfikir sehingga aturan aturan lama untuk angkutan umum di copy paste sedemikian rupa dengan modifikasi tambal sulam sekenanya tanpa perduli bahwa ada banyak perbedaan mendasar antara jenis angkutan dengan model aplikasi dan angkutan penumpang konvesional.

    Dalam pembicaraan tersebut akhirnya disepakati beberapa hal diantaranya adalah kesepakatan Menteri Perhubungan untuk menunda diberlakukannya Permen 108 tersebut dalam beberapa bulan untuk melakukan evaluasi dan merevisi pasal pasal yang merugikan para Driver Online setelah melakukan pertemuan dengan beberapa kementrian terkait seperti Kemeninfo, Kementrian Tenaga Kerja termasuk Kapolri.

    "Sesuai pembicaraan, penundaan tersebut akan disampaikan oleh Menteri Perhubungan hari selasa kemarin setelah ada surat dari organisasi yang terkait dengan Driver Online ke Kementrian Perhubungan," kata Adian Napitupulu.

    Lanjut Adian, namun sampai siang ini apa yang dijanjikan oleh menteri perhubungan ternyata tidak dilakukan walaupun sudah ada organisasi yang terkait dengan Driver online yang sudah bersurat sesuai apa yang di minta oleh menteri perhubungan.

    "Baiknya Menteri Perhubungan jangan menjilat kembali ludahnya. Berlakulah sebagai seorang menteri yang kata katanya memang bisa di percaya oleh Rakyat." keluh Adian menyayangkan sikap sang menteri. (PEWARTAnews)

    Rasa Ncera Mantoi

    Ismail Aljihadi.
    Ringa ncorepu tabea dou Ncera
    Nggahi ncuhi dou Ncera ma ngupa ncihi
    Ncihi nggahi ro eli bune taroa ilo, bandi kaipu ntara ma rombo ntiri.
    Nggahi bila ro lebe, mori dou Ncera ti tiona rugi ro laba.
    Samena na  hasil alam sa'udu, ndi ru'u sara'a na adan
    Semena na ma wara tu doro ro tolo, berkah mangge'e tala-tala, dou mbei ti tula ro tola

    Dana Ncera mantoi, bune wupa ntua
    Niki doro ro dore, nggini maju daro
    Nggini maju ro sahe, ntau ndaina Sehe
    Sehe La Raji ma moda' ndi raho ro rojo.

    Dou Ncera mantoi ede, na raso ade na gaga ndi eda.
    Nggahi Trulli la Nggampo,  ti wara berkah nana ma nggempe.
    Berkah dana ro rasa, na mpoi raso bagi dou nikiki risu.
    Nggahi Sanggaji Mbojo, na caha karawi ro mbaju.
    Mbaju menta fare kala, ma machi kilu bune wua kalo.

    Ringa menapu ndai siwe mone, wara eli matora bune ilo.
    Rasa Ncera zaman ntoi, maita kambali ntau Ringa ulupu nggahi bila ma alim, nggahi bila ro Sanggaji maita sama sambea  ro ngeja.
    Sambea de romo batu' ngahi ndaina ruma
    Batu' ngahi Ruma Raha Tala, berkah Ncera wati ndi tola


    Yogyakarta, 12 Januari 2018
    Karya: Ismail Aljihadi
    Pemuda asal Bima NTB. 

    Namamu Dalam Do'a Ku

    Bakdiah.
    Aku terus mempertahankan namamu setiap sujud panjang dan do'a-do'aku
    Meski ku tahu sakit itu terus kau datangkan padaku
    Meski ku thau sabarku tak mampu mematahkan egomu

    Cintaku tak mampu membendung hasratmu
    Wanita lemah tak berguna
    Gimana tidak ketika sayap-sayap semangat ku mulai patah dan tak mampu menggapai langit-langit impian

    Inginku telah di curi oleh awan kesepian yang tak bertepi
    Lembaran baru saja ku buka dan ditintahkan tirai kesucian
    Namun telah terisi oleh noda kepalsuan
    Niat suci ingin ku bentangkan kini sudah terenyahkan

    Kau berjalan tanpa merasa bersalah
    Aku berdo'a tanpa merasa lelah
    Sebab inginku engkau sedari semua
    Niat suci telah ku gantung bersama do'a di langit-langit pengharapan


    Yogyakarta, 30 Januari 2018
    Karya: Bakdiah
    Mahasiswi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta / Pengurus Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY)

    Partai Hanura Lolos Verifikasi Faktual

    Pengurus Partai Hanura usai verifigikasi faktual. Foto: tempo

    Jakarta, PEWARTAnews.com -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pada Hari Minggu, 28 Januari 2017 telah melakukan Verifikasi Faktual terhadap DPP Partai Hanura. Dari hasil verifikasi yang dilakukan, Partai Hanura dinyatakan lolos.

    Verifikasi Faktual dilakukan dengan melihat dan berdasarkan SK Kemenkumham yang telah diverifikasi oleh KPU, dalam hal ini adalah SK Menkumham Nomor M.HH-01.AH.11.01 Tahun 2018 tentang Restrukturisasi, Reposisi dan Revitalisasi Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Hati Nurani Rakyat, tertanggal 17 Januari 2018. Kondisi demikian, pada pokoknya semakin menguatkan Posisi Hukum Kepengurusan Partai HANURA dibawah Kepemimpinan Oesman Sapta Odang.

    Selanjutnya, KPU mencocokkan Kartu Identitas Pengurus serta 30 persen keterwakilan perempuan dalam kepengurusan.

    Rio Ramabaskara, SH., MH., CPL., selaku Wakil Sekjen Partai Hanura membeberkan bahwasannya berdasarkan SK Kemenkumham, total pengurus DPP Partai Hanura berjumlah 151 orang. Dengan Komposisi Keterwakilan perempuan sejumlah 55 orang, atau jika dikonversi menjadi 36,4 persen. Dengan kata lain DPP Partai Hanura telah memenuhi batas minimal 30 persen keterwakilan perempuan.

    Lanjut Rio, selain itu Kantor DPP Partai Hanura yang berada di Gedung The City Tower Lt 18, Jakarta Pusat ini dinyatakan memenuhi verifikasi. Hal itu berdasarkan surat keterangan dari Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat dan Surat Pernyataan yang ditandatangani Ketum dan Sekjen DPP Partai Hanura.

    "Jadi berdasarkan hal tersebut, dalam penilaian KPU kepengurusan DPP Partai Hanura dinyatakan memenuhi syarat berdasarkan verifikasi ini." ucap Rio dengan tegas.

    Rio menegaskan lebih lanjut, dengan lolosnya DPP Partai Hanura dalam Verifikasi Faktual ini semakin menguatkan Posisi Kepengurusan DPP Partao HANURA dibawah kepemimpinan Dr (H.C) Oesman Sapta Odang dan H. Harry Lontung Siregar.

    "Kalau ada gerakan-gerakan liar yang mengatas namakan DPP PARTAI HANURA diluar Kepengurusan yang telah diverifikasi secara faktual adalah Gerakan yang tidak sah/Ilegal." beber pemuda energik asal NTB ini. (PEWARTAnews)

    Kawara Mbojo Mantoi

    Ismail Aljihadi. 
    Dana Mbojo mantoi bune wupa ntua
    Dana ro nggaro Sara'a  mori nggari
    Samenana ra ngguda' ro pako, wara  berkah  ndima  mbali poku  tiwara ndi paki
    Sara'ana petani  ti wara ma rugi, mori bune saroga

    Rakapu Ncera haju sara'a ncuri
    Ronggapu Donggo ncuri haju ti dengga
    Sapapu Sape, fu'u haju ti wa'u ndi sapa
    Sampena Paroda, saroga wua haju mantasa heja

    Nggini na Doro Mboto mori Maju daro
    Maju marewo ngena ba ompu ma gaga rawa
    Rawa na Mbojo mantoi, Maju tiwara dou mantau ese wuba ntua
    Nggina na rasa  ore ulama ma raso
    Ulama ma alim ma Saroga nggahi ro eli
    Nggahina ndi nenti, ruku ro rawina ndi nonto

    Wara eli ma saha, nggahi ndaina sehe
    Sehe Sultan Kahir, eli berkah ndi kohi
    Berkah nggahi Islam, dana Mbojo pasti taho laona
    Berkah nggahi Islam de romo, maira ta cua to'a tu ndaina Ruma


    Yogyakarta, 11 Januari 2018
    Karya: Ismail Aljihadi
    Pemuda asal Bima NTB. 

    Optimalisasi Peran Pelajar dan Santri untuk Membangun Indonesia Jaya dengan Ber-IPNU IPPNU

    Mukaromah. 
    PEWARTAnews.com -- Pelajar mempunyai peran sentral dalam membangun dan mengembangkan laju perekonomian, pendidikan, industri, dakwah serta pembangunan negara. Hal itu karena pelajar mempunyai kekuatan (power), kehendak (will), semangat (ghirah) dan ‘azam bak lapisan baja yang lebih kuat dari sekedar besi yang tak terawat.

    Kekuatan (power) pelajar terdiri dari kekuatan fisik/jasmani, raga/rohani serta kekuatan intelektual yang luar biasa. Sebagaimana ungkapan mengatakan bahwa : Belajar diwaktu muda bagaikan mengukir diatas batu, sedangkan belajar diwaktu tua bagaikan menulis diatas pasir. Hal itu karena daya serap otak remaja/anak muda lebih baik daripada orangtua. Bahkan banyak kita jumpai anak kecil yang berumur 9 tahun bahkan 7 tahun, mereka sudah mampu menghafal al-Qur’an 30 jus. Hal itu karena orangtua mereka memberikan pendidikan kepada mereka sejak masih belia. Menurut psikolog, bahwa kekuatan menghafal/kognitif pada masa anak-anak lebih baik daripada masa tua. Oleh karenanya, tiada sesuatu hal yang sia-sia. Termasuk dalam hal belajar, apapun itu. Selagi masih muda dan masih ada kesempatan dan peluang sudah menjadi kewajiban anak muda untuk mengoptimalkan anugrah yang Allah berikan dengan cara belajar kehidupan dan mengesksplore diri lebih jauh lagi.

    Dalam QS. At Tin : 6 bahwa Allah menciptakan manusia dalam keadaan ahsanu taqwim wa ahsanul khaliqin. Dan manusia diciptakan dalam bentuk fisik dan psikis yang sebaik-baiknya. Sehingga dengan bekal yang Allah berikan itulah, anak muda harus memanfaatkannya dengan baik sebagai instrumen untuk mencari ilmu pengetahuan seluas-luasnya. Tak hanya kekuatan fisik yang menjadi penggerak utama anak muda (pelajar) untuk membangun negeri, tetapi kekuatan intelligence quotient (IQ), emotional quotient (EQ) dan spiritual quotient (SQ) pun juga harus bersinergi. IQ ialah kemampuan untuk mengolah pikiran, memandang sesuatu hal dan skill of problem solving. Akan tetapi pada realitanya, IQ hanya berperan maksimal sebanyak 20% untuk meraih keberhasilan. Tak ayal, di negeri ini tidak kekurangan orang yang cerdas secara IQ, tetapi negeri ini kekurangan orang yang berkarakter. Itulah sebabnya, problem utama negeri ini ialah korupsi yang merajalela. Oleh karenanya untuk mensinergikan agar kehidupan manusia (pelajar) lebih terarah dan progressif, yang tidak hanya cerdas secara intelektual namun juga harus peka terhadap realitas sosial maka dibutuhkan unsur-unsur kecerdasan yang lain, yakni diantara nya ialah EQ dan SQ.

    EQ dan SQ merupakan bekal yang harus diberikan kepada pelajar sejak dini. Ada 2 hal penting dalam EQ yaitu bagaimana pelajar dapat mengelola emosi dirinya dengan baik [interpersonal] dan mengelola hubungan sosial dengan baik [intrapersonal]. Maka dari itu EQ adalah sikap mengikhlaskan, menghargai, menghormati dan memanusiakan manusia secara manusiawi. Indikator pelajar yang memiliki EQ tinggi adalah banyak disukai oleh orang lain, karena sikapnya baik dalam pergaulan (Dr. Zainal Arifin, dosen MPI UIN Jogja). Selain daripada itu, EQ ialah kemampuan pelajar untuk peka terhadap realitas sosial kemasyarakatan. Bagaimana ia dalam bersosialisasi kepada masyarakat, unggah-ungguhnya kepada orangtua dsb. Dan EQ ini harus dilatih, dibiasakan dan di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, SQ lebih menekankan pada kemampuan pelajar dalam memaknai hidup, mengambil hikmah pada setiap peristiwa, dan aktor bagi lingkungannya.

    Namun sebagai orang yang beriman terlebih-lebih bagi seorang pelajar haruslah selalu mengasah intelektual dengan membaca dan menulis, mengasah emosional dengan bersosialisasi dan berorganisasi, salah satunya dengan Ber-IPNU IPPNU. Serta mengasah spiritual dengan memahami dan peka terhadap realitas sosial. Kondisi ketika seorang peka terhadap realitas sosial, maka akan menambah rasa cinta pada Rabb yang telah menganugrahkan nafas hidup untuk nya (aspek spiritual). Kondisi inilah puncak tertinggi dari belajar, dimana seseorang mampu mengenal Tuhannya setelah ia mengenal dirinya sendiri dan orang lain. Sehingga ia mampu menemukan cahaya suci nan indah yang dapat menuntun nya ke jalan yang haqqul abadi, (min adzulumaati ilannuur) dari yang tidak tau apa-apa menjadi dikit demi sedikit tau, paham dan mengerti eksistensi dirinya sebagai 'ibad yang menghambakan diri kepada-Nya sekaligus sebagai khalifatullah fil ardi yang mempunyai peran dan tanggungjawab hidup untuk memaknai kehidupan dan merealisasikan visi misi kehidupan sebagai rahmatan lil ‘alamin.

    IPNU IPPNU mampu mengintegrasikan pola kecerdasan manusia IQ, EQ dan SQ sehingga wajar alumni IPNU IPPNU banyak yang menjadi pemimpin baik di tingkat daerah, nasional maupun regional bahkan internasional. Selain itu juga banyak yang menjadi alim ulama’ sebagai rujukan, pencerah dan panutan bagi masyarakat di sekitar nya. Karena salah satu visi misi IPNU IPPNU ialah mencetak kader NU yang agamis, nasionalis, cerdas hati,cerdas  iman, pikiran dan cerdas tindakan. Dengan menjunjung tinggi bhineka tunggal ika dan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia serta dengan semangat belajar, berjuang, bertaqwa, berkarya dan berprestasi IPNU IPPNU siap membangun Indonesia yang lebih baik. Dengan semboyan aktif, kreatif, inovatif dan produktif IPNU IPPNU siap menyongsong bonus demografi 2030. Dimana pada tahun 2030 usia produktif lebih banyak dibanding dengan usia tidak produktif, sehingga dari hal itu pelajar harus mempersiapkan segala nya guna bekal menghadapi bonus demografi.

    Pelajar juga harus mempunyai will/kemauan, yang dengan kemauan itulah anak muda bisa mengubah dunia, meluruskan mindset sekaligus menjadi pelopor perubahan bagi masyarakat sekitar. Niat, kemauan dan semangat merupakan modal yang tidak kasat mata (intangible capital) yang amat sangat berguna sebagai penguat dan bekal untuk meraih keberhasilan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Semangat itulah yang membedakan antara individu satu dengan inividu yang lain.

    Sebagai kader IPNU IPPNU kita harus memperjuangkan dan tetap menjaga semangat sebagaimana yang dicontohkan oleh Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari dalam memperjuangkan kemerdekaan indonesia.
    Adapun cara yang dapat dilakukan untuk mengisi kemerdekaan dan mencontoh semangat juang hadratus syaikh ialah dengan belajar, berjuang, bertaqwa, berkarya dan berprestasi.

    IPNU IPPNU merupakan organisasi pelajar yang mayoritas dari kalangan akademisi dan santri. Hal itu merupakan ciri khas tersendiri yang melekat dalam tubuh NU. Dan kini, di era kepemimpinan Jokowi – JK, Kalangan santri amat sangat di istimewakan. Salah satu contohnya ialah adanya penetapan Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Sebegitu istimewanya santri sehingga pemerintah memberikan apresiasi dan kedudukan tersendiri bagi santri. Tentu term santri tidak hanya diperuntukkan bagi orang yang mondok dalam sebuah pesantren saja, namun term santri juga melekat dalam diri seorang manusia yang selalu mengasah intelektual dengan belajar dan berdiskusi, berosialisasi dengan orang-orang dengan menprioritaskan akhlaq serta menjadi orang yang dapat bermanfaat bagi orang disekeliling nya. Itulah santri dan orang yang seperti itulah yang disebut dengan santri.

    Hidup kian kompetetif ditengah tantangan arus globalisasi. Karena manusia hidup di dunia, maka seharusnya dunia pun juga tak boleh disepelekan. Karena kehidupan yang baik ialah saling bersinergi antara dunia dan akhirat. Dan itu pula yang diajarkan oleh Abu Hasan Asy-Syadzili (Pendiri Thariqat Syadziliyah), beliau menekankan kepada santri-santri nya bahwa jangan pernah meninggalkan dunia. Kita boleh mencari harta keduniawian, akan tetapi jangan sampai hati kita kumantil-manthil dengan harta tersebut.

    Ummat Islam harus kaya, harus menjadi orang yang kuat (qawiy). Jika tidak begitu, maka akan semakin mudah di jajah bahkan di rendahkan oleh umat lain. Berdasar pada realita empirik, bahwa salah satu faktor yang menyebabkan seseorang kufur ialah faktor ekonomi. Banyak kita menjumpai ummat Islam di mana-mana, akan tetapi karena terhimpit oleh ekonomi mereka mudah dibujuk dan dirayu bangsa lain untuk meninggalkan agama islam dengan di iming-imingi oleh materi. Betapa miris nya menyaksikan hal seperti itu, dan seharusnya hal itu menjadi renungan kita bersama bahwa sebagai generasi mudawajib ‘ain bercita-cita menjadi orang kaya. Tentu tidak hanya kaya materi, akan tetapi juga kaya hati yang cerdas iman, pikiran dan tindakan.

    Dan terakhir, menukilkan pesan hikmah dari K.H. Musthafa Bisri (Gus Mus Rembang):

     Wahai santri-santriku kamu boleh berhenti sekolah, tapi jangan sampai kamu berhenti dalam belajar, belajar, dan belajar. Tugas kita hanyalah sebagai pembelajar kepada sang maha guru yang menjadi pewaris ilmu Rasul-Nya. Belajar tidak mengenal usia dan tidak pula mengenal waktu berakhirnya. Belajarlah dari mulai kita turun ayunan hingga ke liang lahat. Belajarlah setinggi mungkin sampai cita-cita belajarmu dapat terealisasikan.

    Allah tidak melarang kita untuk berhenti sekolah, akan tetapi Allah melarang untuk berhenti belajar. Karena sesungguhnya belajar bisa dilakukan dimanapun, kapanpun dan dengan siapa pun tanpa mengenal ruang dan waktu berakhirnya. Dan hakikat dari belajar ialah perubahan tingkah laku yang menyebabkan seseorang sadar akan sesuatu yang dilakukannya. Melakukan sesuatu dengan penuh kesadaran, keoptimisan serta penuh tanggungjawab dengan disertai niat dan kemauan untuk lebih baik dari sebelumnya. Dan orang yang mengasah intelektual dengan belajar seharusnya juga menumbuhkan sifat emosional dalam dirinya yang berarti paham dan mampu memahami realita sosial dan masyarakat yang kemudian dimanifestasikan dengan akhlaq yang baik dan benar, yakni dengan memanusiakan manusia secara manusiawi. Karena pada hakikatnya, haruslah sinergi antara IQ, EQ, dan SQ. Dan ketika seorang peka terhadap realita sosial, maka akan menambah rasa cinta pada Rabb yang telah menganugrahkan nafas hidup untuk nya (aspek spiritual). Dan inilah Puncak tertinggi dari belajar, dimana seseorang mampu mengenal Tuhan nya setelah ia mengenal diri nya sendiri dan orang lain. Sehingga ia mampu menemukan cahaya suci nan Indah yang dapat menuntun nya ke jalan yang Haqqul abadi. (min adzulumaati ilannuur) dari yang tidak tau apa-apa menjadi dikit demi sedikit tau, paham dan mengerti eksistensi dirinya sebagai 'ibad yang menghambakan diri kepada Nya sekaligus sebagai khalifatullah fil ardi yang mempunyai peran dan tanggungjawab hidup untuk memaknai kehidupan serta merealisasikan visi misi hidupnya.

    Khairukum man ta'allamal Qur'an, ta'allamal 'ulum, wa 'allamahumaa.

    Dan dengan ber-IPNU IPPNU kita akan semakin tahu, paham dan peka terhadap realitas sosial semacam itu. Oleh karenanya, mari bersama-sama  menjadi santri yang terpelajar, dan menjadi pelajar yang santri. Ingat, Santri bukan hanya yang mondok saja, tetapi siapapun yang berakhlaqul karimah dialah SANTRI.


    Penulis : Mukaromah
    Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta / Ketua PAC IPPNU SEWON

    Rindu Padamu

    A S Matupha.
    Mengingatmu adalah ibadah
    Lupa membawa resah
    Rindu pada tuturmu yang sederhana
    Luput pada ceritamu yang bermakna

    Mengadu pada Penjaga malam
    Berpesan dari kesunyian
    Tuk membisikkan pada ruang hatimu yang lembut
    Tentang setiap usaha yang mewakili do'a
    Do'a yang luput dari bingkaian kata

    Dari balik ruang yang tak terjaga
    Ingin rasanya bersama-sama
    Bercerita tentang alam dalam dirimu
    Alam saat aku hidup didalamnya

    Dalam kesendirian yang sunyi
    Ingin rasanya bersimpuh
    Engkau belai lembut kepala ini
    Tanpa kata tanpa suara
    Hanya pesan kasih sayang yang dirasa
    Dari lembutnya hatimu

    Kisah dari ruang Sunyi


    Yogyakarta, 11 Desember 2017
    Karya: A S Matupha

     

    Iklan

    Iklan
    Untuk Info Lanjut Klik Gambar
    Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website