Headlines News :
Home » , » Pelanggaran yang dilakukan Paku Alam IX (BRMH Ambarkusumo) dengan Ijasah Palsunya?

Pelanggaran yang dilakukan Paku Alam IX (BRMH Ambarkusumo) dengan Ijasah Palsunya?

Written By Pewarta News on Selasa, 06 Oktober 2015 | 10.09

Jakarta, PewartaNews.com – Dugaan pemalsuan ijazah Sekolah Menengah Atas Negeri di Yogyakarta (SMA Negeri 1 Yogyakarta) dengan no daftar Induk 13, beberapa saat lalu oleh KPH Wiroyudo selaku Ketua Himpunan Kerabat dan Kawulo Pakualaman Notokusumo (HKPA Notokusumo) telah melaporkan masalah ini ke Bareskrim Mabes Polri dengan No. LP/1094/IX/2015/Bareskrim. Paku Alam IX (BRMH Ambarkusumo) telah melanggar pasal 69 UU no 20 tahun 2003 Tentang Sistim Pendidikan Nasional terkait dugaan Pemalsuan Ijazah.

Langkah melaporkan masalah ini ke Bareskrim Mabes Polri karena ada pembiaran dari Polda dan DPRD DI Yogyakarta selama ini.

Dugaan pemalsuan ijazah SMA ini oleh Wagub Yogyakarta tersebut sudah diketahui sejak 2012 dan dapat dibuktikaan dengan kejanggalan-kejanggalan cara penulisan serta kekeliruan-kekeliruan lainnya dalam ijazah tersebut.

Pada pemberitaan sebelumnya di tahun 2012 Sultan Hamengkubuwono X dan beberapa pihak lainnya seperti Indro Kimpling mengaku ke beberapa media pernah melihat ijazah asli BRMH Ambarkusumo dan memang persis seperti itu. Dan KPH Wiroyudho menantang para pihak tersebut untuk membuktikan ucapannya, "Jangan cuma ngomong pernah lihat hanya untuk mengaburkan masalah, tapi buktikan dan perlihatkan" terangnya.

Sementara salah satu Wakil Ketua HKPA Notokusumo yang juga merupakan Lawyer Keluarga Besar PA IX Alhaj Anglingkusumo, RIO RAMABASKARA, yang telah dinobatkan sebagai Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Tjokrobaskoro sejak tahun 2012 juga mengucapkan bahwa terlalu besarnya pengaruh politik dalam kasus ini yang mengakibatkan perlindungan yang sangat sistematis terhadap BRMH Ambarkusumo. Ini tuntukan kepada aparat penegak hukum di negara ini membuktikan bahwa semua warga negara sama kedudukannya di mata hukum. Jangan semata-mata Paku Alam lalu dibiarkan memalsukan ijazah. Lagi pula keabsahan BRMH Ambarkusumo menjadi Paku Alam IX sejak 1999 masih menimbulkan polemik, karena tidak melalui proses yang benar dan cenderung kudeta dengan melantik diri sendiri.

Seperti berita lain yang kita ketahui bahwa BRMH Ambarkusumo keabsahannya sebagai Paku Alam IX masih banyak kekurangan dan sebagai tandingannya ada Paku Alam IX yang lain, yakni BRMH Anglingkusumo. "Memang secara de facto Paku Alam IX adalah Ambarkusumo karena dia diplot menjadi Wagub DIY, tetapi secara de jure yang sah sebagai Paku Alam IX adalah Anglingkusumo." terang KRT Tjokrobaskoro. Kita tunggu tindakan Mabes Polri apakah berani mengusut kasus ijazah palsu ini?
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website