Headlines News :
Home » » Tim Mahasiswa Pascasarjana UGM Peduli Korban Kebakaran Gunung Merbabu

Tim Mahasiswa Pascasarjana UGM Peduli Korban Kebakaran Gunung Merbabu

Written By Pewarta News on Minggu, 11 Oktober 2015 | 07.26

Tim Relawan saat penyerahan simbolis bantuan.
Boyolali-Jawa Tengah, PewartaNews.com – Sejumlah Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang tergabung dalam “Tim Relawan Korban Kebakaran Gunung Merbabu” pada hari Jumat, 09 Oktober 2015 mengunjungi dan menyerahkan bantuan di desa Ngadirojo, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah.

Desa Ngadirojo terletak di lereng gunung Merbabu yang beberapa saat lalu terbakar. Akibat kebakaran tersebut, warga desa Ngadirojo, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, juga ikut merasakan akibatnya.

Mahasiswa yang tergabung dalam “Tim Relawan Korban Kebakaran Gunung Merbabu” berjumlah 11 orang dan berkesempatan hadir dan menyaksikan langsung ke lokasi pada 09 Oktober 2015 berjumlah 8 orang (M. Jamil dari Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Cahya Adijana Nugraha dari Magister Teknik Sistem Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Akbar dari Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Mega Fia Lestari dari Magister Ilmu Kimia Peminatan Kimia Fisika Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada, Nining Ariani dari Magister Ilmu Peternakan Universitas Gadjah Mada, Henny Prasetyowati dari Magister Studi Kebijakan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Wizda Dharmawan Kusuma Putra dari Magister Pengelolaan Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, dan Azwar dari Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, minat Kesehatan Lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada).

Terbentuknya Tim relawan ini berawal dari adanya lontaran salah satu mahasiswa Pascasarjana UGM yang bernama Fhatia Adiba pada 04 Oktober 2015 jam 17:52 melalui salahsatu group sosial media “#1[Calon] Pengurus HMP UGM” di WhatsApp. Lontaran Fhatia tersebut terkait “#MelawanAsap” yang sedang-hangat-hangatnya diberitakan media massa. “Assalamualaikum. Wr. Wb. Tau kabar tentang #MelawanAsap gak? Kira-kira kita sebagai calon-calon penerus bangsa ada kegiatan untuk membantu saudara-saudara disana gak? Atau aku kurang update info? Kalau ada kegiatan atau aksi sosial untuk membantu saudara-saudara kita di Riau dan daerah lainnya mohon infokan yach. Tetimakasih” celoteh Fhatia Adiba lewat group WhatsApp tersebut.
Tim saat berada di lokasi pembelian material.

Fhatia Adiba pada akhirnya juga turut andil dalam “Tim Relawan Korban Kebakaran Gunung Merbabu”. Usai Fhatia Adiba melontarkan celoteh tersebut, banyak dari rekan-rekan yang lainnya dari group itu menanggapinya dengan baik, dan ending akhirnya agar tidak hanya terjadi celoteh dalam dunia maya, disepakatilah untuk melakukan pertemuan pada esokan harinya pada 05 Oktober 2015 di halaman Gedung Pascasarjana UGM. Kasus kebakaran yang terjadi di Indonesia sangat banyak, beberapa diantaranya adalah yang terjadi di Riau, terjadi di Gunung Merbabu, dan beberapa tempat lainnya di Indonesia. Hasil dari pertemuan itu menghasilkan satu tim yang dinamakan “Tim Relawan Korban Kebakaran Gunung Merbabu”.

Kepala desa setempat mengucapakan terimakasih kepada “Tim Relawan Korban Kebakaran Gunung Merbabu” atas bantuan-bantuan yang telah diberikan “Tidak ada yang bisa saya ucapkan selain tirimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada adik-adik mahasiswa ugm atas bantuan yang telah diberikan untuk warga” ungkap pak Yoko selaku kepala desa Ngadirojo, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah usai pemberian bantuan.

Sebagai laporan pertanggungjawaban kepada seluruh masyarakat luas yang turut andil dalam aksi solidaritas yang dikoordinir oleh “Tim Relawan Korban Kebakaran Gunung Merbabu”, Tim relawan juga menyampaikan hasil kerjanya pada media-media, salahsatunya media PewartaNews.com. “Total dana yang dikumpulkan oleh Tim Relawan Korban Kebakaran Gunung Merbabu mulai dari 06 Oktober 2015 sampai hari ha pada 09 Oktober 2015 berjumlah Rp2.850.000,- (dua juta delapan ratus lima puluh ribu rupiah). Dari total dana yang terkumpul kami langsung membelikan bahan bangunan untuk pembuatan bak penampungan air, diantaranya pasir dan yang lainnya dengan totalnya berjumlah Rp2.500.00,- (dua juta dua ratus lima puluh ribu rupiah), untuk beli sembako buat konsumsi pada saat pengerjaan pembuatan bak penampungan air dengan totalnya berjumlah Rp329.500,- (tiga ratus dua puluh Sembilan ribu lima ratus rupiah), dan sisa saldo akhir Rp20.500,- (dua puluh ribu lima ratus). Sisa saldo Rp20.500,- tersebut akan kami alokasikan untuk kegiatan-kegiatan sosial kedepannya” sebut M. Jamil salahsatu “Tim Relawan Korban Kebakaran Gunung Merbabu” tersebut. [MJ/PewartaNews]


Tim bersama kepala desa Ngadirojo dan beberapa warga.
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website