Headlines News :
Home » , » Komunitas Rimpu Sukses Menghipnotis Ribuan Orang Saat Pentas Budaya Bima di Yogyakarta

Komunitas Rimpu Sukses Menghipnotis Ribuan Orang Saat Pentas Budaya Bima di Yogyakarta

Written By Pewarta News on Rabu, 04 November 2015 | 12.19

Mpa'a Tutu Kalikuma (permainan daerah Bima) saat Pentas
Yogyakarta, PewartaNews.com – Hilang sudah rasa rindu akan tanah kelahiran yang sering muncul dalam benang orang-orang Mbojo (Bima) yang berada di tanah rantauan Yogyakarta, ketika kominitas Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu menyuguhkan kemegahan yang original dan terangkai dengan indah dalam bingkai “Pentas Budaya Mbojo (Bima-Dompu)” pada 31 Oktober 2015 berlangsung di Gelanggang Teater Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Indonesia kaya akan budaya, suku, ras, dan agama serta terbingkai dengan indah dalam nafas “Bhineka Tunggal Ika” yang bermakna walau berbeda-beda namun tetap satu tujuan, yakni Indonesia Raya. Oleh karena keberagaman itu, orang-orang yang mempunyai suku dan budaya berbeda kadang ada rasa ingin tahu akan budaya-budaya yang lainnya, salahsatunya ingin mengetahui dan mengenal budaya dan adat istiadat Mbojo (Bima). Itu semua terbukti pada Pentas Budaya Mbojo 31 Oktober 2015 tidak hanya para mahasiswa atau orang Bima dan Dompu yang menghadiri serta menyaksikan, saat itu hadir pula orang diluar Bima-Dompu yang menyaksikan pagelaran tersebut.

“Kegiatan ini terselenggara oleh sanggar seni dan tradisi Rimpu dan seluruh pelajar mahasiswa dan keluarga besar Bima-Dompu se-DIY. tema yang diusung yaitu ‘Menyapa Budaya Mbojo: Mai Ta Kasama Waki, Ta Kalampa Ro Ta Karawiku Nggahi Ro Rawi Rasa Loa Kai Raso,” ungkap Dedi Purwanto yang juga sebagai salahsatu Panitia Penyelenggara pada acara tersebut.

Lebih lanjut Dedi Purwanto yang juga sebagai salahsatu pemeran dalam pentas tersebut mengatakan bahwasannya tujuan kegiatan ini yaitu, “Mengingatkan kembali kita pada masa dulu, nggahi rawi pahu dei dana dou, maja labo dahu dei dana dou, ajang silaturrahmi seluruh keluarga besar Bima-Dompu Se-DIY. Acara ini disutradarai oleh saudara Farel dan penanggungjawab sebagai ketua panitia yaitu saudara Fathurrahman,” ujarnya.

Pagelaran seni yang disuguhkan Rimpu sukses menghipnotis peserta yang hadir kurang lebih 1000 peserta yang memadati ruangan Gelanggang Teater Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sasaran utama kegiatan yakni seluruh pelajar mahasiswa dan keluarga besar Bima-Dompu se-DIY, dan hadir pula orang-orang atau warga diluar Bima dan Dompu.

Walau tertatih-tatih dengan sumber dana seadanya yang didapat dari donatur, sesepuh, para senior, dan bahkan hasil ngamen panitia dan player (pemain) selama 5 hari, namun itu terbayar dengan rasa senang yang amat karena agenda tersebut berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Atas kerjasama seluruh stake holder, salahsatu panitia pun mengucapkan terimakasih melalui akun facebook, “Terimakasih weki ndai Mbojo yang ada di Jogja, serta alumni-alumni Jogja, karena sudah datang berpartisipasi serta telah membantu pada kegiatan Budaya dan Tradisi yang telah diselenggarakan kemarin malam (31/10/15). Semua berawal dari rasa peduli serta rasa kecintaan akan budaya dan tradisi Mbojo. Walaupun dengan sealakadarnya yang dapat ditampilkan oleh teman-teman Rimpu Yogyakarta, Terimakasih karena telah berpartisipasi. Mari kita tetap jaga silaturahim dengan budaya dan tradisi, mari kita peduli serta mencintai budaya dan tradisi kita, kalau bukan kita, siapa lagi. Sampai jumpa lagi dengan agenda-agenda berikutnya. Terimakasih.” Ucap PoLo Tolobali melalui akun facebooknya pada 1 November 2015.

“Banyak budaya dan permainan tradisional Bima yang telah ditampilkan pada pagelaran ini, seperti Gantao, Cepe Tembe, Tutu Kandei, Mpa’a Gopa, Mpa’a Kandese, Mpa’a Rea, dan banyak lagi yang lainnya.” beber Agus Salim yang kebetulan sebagai salahsatu pemeran dalam pentas budaya itu saat menceritakan pada PewartaNews.com di Yogyakarta.

“Selamat dan sukses atas terselenggaranya acara Pentas Budaya Mbojo (Bima-Dompu) yang diselenggarakan oleh rekan-rekan Rimpu, saya senang dan bangga melihat suguhan yang kalian persembahkan, semoga acara-acara semacam ini terus dilakukan dan didukung penuh oleh pemerintah kabupaten Bima dan Kota Bima, karena acara semacam ini menjadi ajang untuk memperkenalkan budaya Bima pada semua orang,” ucap M. Jamil, S.H. salahsatu  mahasiswa Bima di Yogyakarta yang kebetulan mengambil studi di Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Univesitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta melalui PewartaNews.com pada 31 Oktober 2015 usai acara berlangsung. [MJ / PewartaNews]

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website