Headlines News :
Home » , » TOR Dialog Public FIMNY 2015 Terkait Hari Pahlawan

TOR Dialog Public FIMNY 2015 Terkait Hari Pahlawan

Written By Pewarta News on Minggu, 08 November 2015 | 22.58

Gambaran Umum
Di hari yang berbahagia ini, dengan momentum tanggal 10 November 2015 di tanndai dengan hari “Pahlawan Nasional Indonesia”  yang dimana bangsa Indonesia menyambut  dengan sedih, gembira, dan semangat Nasionalisme yang ditunjukan terhadap  pahlawan-pahlawan yang telah gugur demi mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Kepublik Indonesia (NKRI) yang sampai sekarang keutuhan itu semoga selalu dijaga dengan baik amin. Dengan demikian momentum yang berbahagia ini semoga generasi muda, tetap semangat mewarisi kepoloporan pahlawan-pahlawan terdahulu yaitu pahlawan Bangsa Inndonesia yang telah semangat memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini yang tiada henti-hentinya, walaupun darah, nanah dan bahkan nyawapun mereka rela untuk mengorbankan demi terselenggaranya kemerdekaan yang seutuhnya. Di hari ini tanggal 10 November 2015 menjadi keharusan bagi generasi muda yang khusunya generasi ketiga ini, harus kembali kepada semangat kepeloporan tahun 1945 sejarah kemerdekaan itulah yang perlu ditanam dalam-dalam oleh generasi hari ini.

Dalam sejarah bangsa Indonesia, mulai dari tanggal 20 Mei 1908 dengan di kenal gerakan perhimpunan  Budi Utomo, pada tahun 1914 di kenal dengan perhimpunan Paguyuban Pasundan, pada tahun 1915 lahir Tri Koro Darmo kemudian puncaknya 1918 dengan di ganti namanya dengan Jongjava, pada tahun 1917 lahir Jong Sumatra, tahun 1918 lahir Jong Celebes, tahun 1919 lahir Sekar Rukun dan bebrapa lainya. Kelahiran dari beragam perhimpunan pemuda pelajar ini semakin menambah sifat keragaman dari kesadaran proto-nasionalisme di Hindia Belanda walaupun munculnya pemuda pelajar ini masih ditandai degan semangat kedaerahan, akan tetapi munculnya pemuda pelajar ini tidaklain tidak bukan merupakan awal nasionalisme kebangsaan itu hadir di bangsa dan bumi pertiwi ini. Oleh karena itu, pemuda-pemuda sekarang harus melahirkan pahlawan-pahlawan baru yang kemudian membawa, membangun, dan memajukan masyarakat, bangsa, dan negara indonesia lebih baik seperti pahlawan-pahlawan terdahulu.

Generasi muda adalah Pahlawan hari kemarin, hari ini, dan hari yang akan datang itulah paling tidak yang mewakili semangat darah juang dari perjalan Bangsa Indonesia tercinta, generasi muda hari ini adalah pahlawan baru yang kemudian akan mengantarkan bangsa ini menjadi bagsa yang bermoral, sejahtera, bermanfaat dan adil baik internal maupun eksternal negara lain. Pada abad ke-21 ini yang di tandai dengan semangat Modernitas yang katanya akan membangkitkan semangat Nasionalisme akan tetapi kita lihat justru terbalik sesui apa yang menjadi cita-cita bangsa tidak terlaksan lihat saja hari ini generasi muda  di pengaruhi oleh alat-alat teknologi, budaya konsumtif, kenakalan remaja, pencurian, pembunuhan, pemerkosaan dan pragmatisme sehingga yang ada adalah  Kehancuranisme bukan semangat Nasionalisme. Jadi marilah generasi-generasi muda hari ini, kita untuk kembali mempeloporkan semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Kebehinekaan oleh karena peran dari orangtua, Pendidikan dan Negara yang menentukan semua persolan bangsa hari ini semoga kemunduran dan kebodohan kita tinggalkan, jadi hari ini ditandai dengan Hari Pahlawan Nasional semangat baru akan hadir dan semoga pahlawan-pahlawan baru akan mendobrak dunia baru.

Spesifikasi Bahasan Pemateri Pertama (Hasrul Buamona, S.H., M.H. – Penulis/Advokat/Dosen/Kandidat Doctor FH UII)
Sejarah pahlawan dan para tokoh nasional bangsa ini entah itu Soekarno, Muhammad Hatta, Muhammad Yamin, Cokro Aminoto, Tan Malaka, Jendral Sudirman dll adalah para pejuang di masalampau lalu pertanyaanya terus Bagaimakah perjuangan tokoh-tokoh ini? Sehingga sampai hari ini fundeng father dikenal dengan ketokohan dan ideologi-ideologinya  tetapi akankah spirit yang mereka bawa masih menyertai kita dan mampu terinkarnasi atau lahir kembali pada pemuda-pemuda di era saat ini? Bagaimana pandangan hukum tentang kepahlawanan fundeng father tempo dulu?

Spesifikasi Bahasan Pemateri Kedua (M. Dahlan Y. Al-Barry – Penulis Buku “Kamus Ilmiah Populer”)
Semangat heroisme tidak hanya menjadi pembahasan dan wacana nasional. Melainkan juga menjadi wacana yang berkembang di tingkat lokal di masing-masing darerah yang ada di indonesia. Siapa sangka, bahwa para pahlawan Indonesia tidak hanya meyebarkan semangat patriotnya di tingkat nasional semata. Tetapi juga di tingkat lokal tidak kalah semangatnya. Bahkan, ada yang berjuang di tingkat lokal dan nasional. Hal itu meraka lakukan adalah untuk membela negerinya dengan berlandaskan pada semangat kemanusiaan. Lalu, bagaimana semangat kepahlawanan yang terajadi pada tingkat daerah Bima. Sebagai generasi muda yang masih membutuhkan teladah dalam melangkah dan memajukan daerah Bima. lalau siapakah sosok sejati yang selayaknya kita jadikan sebagai teladan itu. Di tengah kerasnya arus globalisasi yang mengggerogoti nilai-nilia luhur yang telah di tanamkan oleh para pendahulu kita. Maka, figur yang menjadi parameter perjuangan itu sangat kita butuhkan.

Spesifikasi Bahasan Pemateri Ketiga (Sahruman Nurhuda, S.S. – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada)
Sebuah mitos lama yang terbantahkan. Memahami peran dan posisi sebagai mahasiswa merupakan langkah awal yang harus di pahami oleh seorang mahasiswa, mengingat posisi mahasiswa dimata masyarakat yang merupakan kelas menengah yang masih diuntungkan baik secara ekonomi, sosial, budaya, hukum dan  maupun politik. Namun adahal yang mendasar yang menyebabkan mahasiswa memiliki posisi tawar tinggi di mata masyarakat, dikarenakan mahasiswa memiliki kekuatan tersendiri seperti di sebutkan di atas. Inilah yang kemudian menyebabkan mahasiswa memiliki posisi tawar (bargaining position) yang cukup luarbiasa  di mata masyarakat, bangsa dan negara  sehingga hal tersebut dianggap sesuatu yang strategis.Sedangkan peran mahasiswa sendiri sebetulnya dapat dikategorikan menjadi tiga. Diantaranya mahasiswa mampu memerankan dirinya Sebagai Agent Of Change, Agent Of Control dan Solidaritas organik. Agent of change maksudnya adalah mahasiswa selalu menjadi pelopor dalam setiap gerak perubahan kearah yang lebih baik termasuk dalam persoalan negara. Sementara peran mahasiswa sebagai agent of control berkaitan dengan kemampuan mahasiswa dalam mengontrol kebijakan yang ditelurkan oleh penguasa dan sedangkan solidaritas organik memiliki peran sebagai persatuan seutuhnya dan kemudian tidak lagi berbicara kepentingan ideologinya sendiri akan tetapi bagaimana penyatuan untuk mendobrak sistem dan cara berpikir lama. Namun Apakah kebijakan tersebut berpihak kepada masyarakat atau tidak? sehingga orientasi perubahan dapat diawasi setiap saat.

 Apakah kita sudah memahami peran dan posisi sebagai mahasisiwa? dan pertanyaan tersebut tentunya ada dua jawaban yang muncul ke permukaan antara ya dan tidak. Akan tetapi jawaban tersebut tidak penting untuk di perdebatkan, karena persoalan sudah dipahami atau tidaknya akan “peran danposisi mahasiswa tanpa implementasi ke dalam sebuah sikap maupun gerak, samahalnya bahwa peran sebagai agent of change, agent of control dan solidaritas organik hanyalah mitos belaka”. Sejarah tumbang Orde Lama, Orde Baru dan Orde Reformasi yang berperan aktif adalah pemuda yaitu Mahasiswa lalu pertanyannya adalah Apa peran mahasiswa hari ini? Kemudian dimana posisinya mahasiswa hari ini? Bagaimana tindakan konkrit mahasiswa hari ini? Dan bagaimana yang seharusnya dilakukan aktivis mahasiswa hari ini? Namun jawabanya ada di tingkat mahasiswa itu sendiri.

Sejarah pergerakan mahasiswa Indonesia selaku sebagai pahlawan nasional memiliki nilai tersendiri dimata bagsa tidak hanya di Indonesia tetapi di negara manapun yang berperan utama adalah mahasiswa. Maka penting bagi Aktivis Mahasiswa, hari ini kemudian harus bangkit kembali mempelopori perubahan baik itu dari hal-hal yang kecil dan maupun yang besar keprogresifan mahasiswa terdahulu akankah di warisi maha siswa sekarang? Jadi merupakan keharusan bagi Aktivis Maha Siswa sekarang untuk memajukan prespektif dengan hari ini di tandai hiruk-pikuknya persoalan di bangsa tercinta ini.

Salam kemerdekaan
Salam pahlawan Nasional
Salam untuk kita semua
Dan salam pahlawan-pahlawan baru bangsa Indonesia.”

Informasi Umum Acara:
Acara: Pelantikan Pengurus Baru “Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) Periode 2015-2017 dirangkakan dengan “Dialog Public”
Tema: “Mewujudkan Semangat Kepahlawanan di Kalangan Generasi Muda di Tengah Arus Globalisasi”
Pemateri:
1. Hasrul Buamona, S.H., M.H. (Penulis/Advokat/Dosen/Kandidat Doctor Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia)
2. M. Dahlan Y. Al-Barry (Penulis Buku “Kamus Ilmiah Populer”)
Waktu: Selasa, 10 November 2015, Pukul 19.00-Selesai
Tempat: Gedung GOLKAR Kota Yogyakarta (tepatnya depan POM Bensin Lempuyangan Kota Yogyakarta – kurang lebih 200 meter sebelah timur Stasiun Lempuyangan)
Kontribusi: Gratiss dan Terbuka untuk Umum
Fasilitas: Makalah, Snack, Ilmu, Sahabat Baru, DLL
Informasi Lanjut:
Hubungi Sekretariat Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) beralamat di Samirono CT VI/087 RT 002 RW 001, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah IstimewaYogyakarta, 55281 | HP: 085739559746 | fimnyjogja@gmail.com | www.fimny.org | @FIMNYJOGJA

Share this post :

+ komentar + 2 komentar

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website