Headlines News :
Home » , , » Masih Layak kah di Pertahankan?

Masih Layak kah di Pertahankan?

Written By Pewarta News on Selasa, 01 Desember 2015 | 21.05

Santos Muhammad.
PewartaNews.com – Pertemuan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Setya Novanto dengan pihak PT. Freeport Indonesia (PTFI) serta pengusaha sungguh sangat tidak masuk akal waras kita.

Novanto yang menjadi ketua DPR RI kok tiba-tiba menjadi Negosiator sie? Padahal sudah jelas fungsi dewan itu ada 3 yaitu fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi fungsi pengawasan. [Terkait Tugas dan wewenang DPR RI klik DISINI]. Nah kalau negosiasi kan urusan eksekutif, tapi legislatif ko cawe-cawe ya?

Novanto berkata jujur 3 kali bertemu dengan pihak Freeport, tapi mengelak ketika di tanyak mengenai pencatatan nama Presiden dan Wakil Presiden. Transkrip percakapan Setya Novanto dengan pihak Freeport serta 1 pengusaha sudah menjadi rahasia umum dikalangan media maupun masyarakat Indonesia. ( kalau sukses kita main golf, kalau sukses kita beli jet pribadi. [kurag lebih begitu isi percakapannya]).

Secara etik maupun moral sangat tidak elok sebagai wakil rakyat, terlebih lagi menjadi ketua DPR RI yag memimpin 559 anggota dewan dan merepresentatifkan 250 jota jiwa penduduk Indonesia.

Masih layakkah dia duduk senayan?
Menggunakan jabatannya untuk memperkaya diri sendiri jelas melanggar undang-undang, padahal jelas dalam Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945 (bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat) dan Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi. "Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara”.

Alih-alih mengundurkan diri seperti layaknya Surya Darma Ali, Andi Malaranggeng, serta Rio Patrice Capello, Setya Novanto malah minta dukungan ke kubu Koalisi Merah Putih (KMP) di DPR RI. Langkah yang dilakukan oleh Setya Novanto minta dukungan ke KMP seperti cerita mahabarata yang menceritakan langkah Duryudana minta nasehat ke Sengkuni untuk melawan Pandawa.


Penulis: Santos Muhammad
Mahasiswa Hubungan Internasional, Semester Akhir.
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website