Headlines News :
Home » » Pemberlakuan MEA di Indonesia, Untung atau Buntung?

Pemberlakuan MEA di Indonesia, Untung atau Buntung?

Written By Pewarta News on Rabu, 09 Desember 2015 | 16.19

Santos Muhammad.
PewartaNews.com – Dalam hitungan beberapa hari lagi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan diberlakukan, ini sesuai dengan isi pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke 12 yang digelar di kota Cebu, Filiphina, pada Januari 2007 silam. Para pemimpin ASEAN sepakat untuk pembentukan komunitas ASEAN, yang direalisasikan pada tahun 2015. Terdapat tiga pilar dasar pada MEA yaitu ASEAN Political Security Community, ASEAN Economic Community, serta ASEAN Socio-Cultural Community.

Tidak bisa dipungkiri memang, dengan berlakunya MEA ini akan terjadi perputaran arus barang dan jasa yang sangat besar, mengingat populasi penduduk ASEAN sendiri sekitar 636 juta jiwa pada tahun 2014. (ilmupengetahuanumum.com)

Dengan melihat situasi seperti ini apakah Indonesia mampu memanfaatkan atau justru Indonesia yang dimanfaatkan. Tidak berlebihan memang melihat dari yang sudah-sudah terjadi, Indonesia yang notabenya negara agraris masih mengimpor beras dari negara Thailand dan juga Vietnam. Kalau kita mau melihat yang lebih luas, ekonomi Indonesia berada diurutan ke 4 dari negara-negara ASEAN, dibawah Singapura, Malaysia serta Thailand. (republika.co.id)

Kenyataan dalam dunia pendidikan tidak berbeda jauh dengan dunia ekonomi, Indonesia masih ketinggalan dari pesaing utamanya yaitu Singapura, Thailand serta Malaysia. Satu-satunya bidang yang patut kita banggakan sebagai warga negara Indonesia, bahwa dalam bidang pertahanan Indonesia lebih unggul dari negara anggota-anggota ASEAN lainnya. Menurut data global fire power Indonesia berada pada urutan 12, disusul oleh Thailand (20), Vietnam (21), Singapura (26), dan Malaysia (35) – (globalfirepower.com). Jika sewaktu-waktu terjadi konflik antar negara anggota ASEAN maupun konflik yang melibatkan anggota ASEAN dengan negara non anggota ASEAN maka disini Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting.  

Akankah masyarakat ekonomi ASEAN ini menguntungkan atau merugikan Indonesia, dengan melihat jumlah populasi penduduk Indonesia yang lebih dari 1/3 penduduk ASEAN?

Penulis: Santos Muhammad
Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Universitas Respati Yogyakarta / Dewan Pengurus Daerah Posko Perjuangan Rakrat (DPD POSPERA) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website