Headlines News :
Home » , » Benarkah Segala Kehilangan di Parkiran Kampus UIN Sunan Kalijaga Bukan Merupakan Tanggung Jawab Kampus?

Benarkah Segala Kehilangan di Parkiran Kampus UIN Sunan Kalijaga Bukan Merupakan Tanggung Jawab Kampus?

Written By Pewarta News on Selasa, 26 Januari 2016 | 12.21

Arifin Ma’ruf, S.H.
PewartaNews.com – Adanya aturan di kampus UIN Sunan Kalijaga yang di publish melalui pamphlet maupun banner mengenai “Kehilangan di areal parkir kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bukan tanggung jawab kampus” sering kita lihat d areal areal parkir di kampus UIN Sunan Kalijaga. Hal inilah yang kemudian menimbulkan pertanyaan besar apakah benar bahwa kampus dalam hal ini tidak mempunyai tangung jawab atau kewajiban terhadap keamanan kendaraan ataupun barang yang ada di dalam kendaraan para mahasiswa maupun tamu di UIN Sunan Kalijaga.

Adanya aturan tersebut tentu tidak memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi para mahasiswa maupun tamu yang memarkirkan kendaraan di areal kampus UIN Sunan Kalijaga, di satu sisi areal parkir kampus UIN Sunan Kalijaga kurang begitu baik maupun ketat dalam hal penjagaan oleh petugas keamanan. Hal ini didasarkan atas observasi penulis yang merupakan alumni UIN Sunan Kalijaga yang seringkali melihat petugas parkir diareal UIN Sunan Kalijaga yang hanya tertidur pulas di areal parkir, bahkan banyak beberapa pos penjagaan yang ada di areal parkir kampus UIN Sunan Kalijaga yang tidak digunakan dan dibiarkan kosong, sepi bahkan sudah tidak terawat lagi. Hal tersebut tentu menambah rasa was-was atas sepeda motor yang di parkirkan di areal parkir kampus.

Kewajiban Kampus terhadap segala kehilangan tersebut didasarkan pada ketentuan Pasal 1694 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata/KUHPer  bahwa: “Penitipan adalah terjadi, apabila seseorang menerima sesuatu barang, dari seorang lain, dengan syarat bahwa ia akan menyimpannya dan mengembalikannya dalam wujud asalnya. Sehingga ketika mahasiswa UIN Sunan Kalijaga ataupun tamu yang berkunjung di uin sunan kalijaga telah memarkirkan kendaraanya maka saat itu pula penitipan terjadi, sehingga pengelola parkir bertanggung jawab atas barang yang telah di titipkan kepada petugas parkir. Hal tersebut dikuatkan dengan Pasal 1706 KUHPer bahwa pengelola tempat parkir sebagai penerima titipan wajib menjaga dan mengembalikan barang-barang yang dititipkan (motor) dalam keadaan semula pada saat dititipkan.

Berdasarkan Yurisprudensi yang terdapat dalam  Putusan Mahkamah Agung  No. 3416/Pdt/1985, majelis hakim berpendapat bahwa parkiran merupakan perjanjian penitipan barang. Oleh karena itu maka sudah menjadi kewajiban pihak kampus untuk senantiasa menjaga dan bertanggung jawab atas segala kehilangan di areal parkiran kampus UIN Sunan Kalijaga bukan malah membuat aturan “Segala kehilangan diareal parkir kampus UIN Sunan kalijaga bukan tangung jawab kampus”.

Lantas bagaimana kemudian ketika penerima titipan (petugas parkir di areal UIN Sunan Kalijaga) tidak mengembalikan barang titipan (sepeda motor, helm dan lain sebagainya)  kepada orang yang menitipkan kepadanya (mahasiswa/tamu)? atau dengan kata lain telah terjadi kehilangan kendaraan atau barang di parkiran?. Jawabanya adalah bahwa pihak kampus, petugas parkir dapat digugat secara perdata oleh pihak yang dirugikan atas dasar terjadinya wanprestasi dalam perjanjian penitipan barang antara pengelola parkir dengan pemilik motor Pasal 1243 KUHPerdata (Hukum Online, 2012).

Atas dasar problmatika diatas penulis memberikan saran/masukan agar parkir di areal UIN Sunan Kalijaga lebih baik lagi untuk kedepanya, Pertama, hapuskan aturan mengenai “Segala kehilangan diareal parkir kampus UIN Sunan kalijaga bukan tangung jawab kampus” karena aturan tersebut merupakan bentuk ketidakadilan bagi mahasiswa khususnya yang telah membayar uang SPP dan lain sebagainya akan tetapi tidak mendapatkan pelayanan parkir yang baik di UIN Sunan Kalijaga, Kedua, perketat motor-motor yang masuk di areal kampus dengan kewajiban menunjukkan STNK setiap motor keluar kampus setiap hari dan bukan hari hari tertentu saja, Ketiga, manfaatkan pos-pos penjagaan yang selama ini tidak terpakai dan harus digunakan sebagaimana mestinya, Keempat, berikan sanksi yang tegas terhadap petugas parkir yang hanya tiduran di tempat parkir dan tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya (sanksi bisa berupa, administrative sampai pemecatan), Kelima, bagi mahasiswa yang kehilangan kendaraan atau barang di kendaraan segera lapor ke petugas keamanan dan minta pertanggungjawaban kampus, dan jika kampus tidak memberikan solusi, maka harus berani untuk menggugat kampus, maupun pihak keamanan kampus termasuk petugas parkir secara perdata ke pengadilan setempat dan yakinlah bahwa Fiat iustitia, et pereat mundus: Keadilan akan tetap ada meskipun dunia akan musnah (Philipp Melanchthon).

Penulis: Arifin Ma’ruf, S.H.
Penulis Merupakan Alumni Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Koordinator Bidang Pendidikan Hukum DPC PERMAHI DIY, dan Aktivis di Yayasan Javlec Indonesia.

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website