Headlines News :
Home » » Bogor Kenanganku

Bogor Kenanganku

Written By Pewarta News on Senin, 15 Februari 2016 | 20.56

PewartaNews.com – Tanggal 14 september 2013 aku memulai kehidupan yang baru, lingkungan yang baru, dan orang-orang baru. Tidak ada lagi kata manja, tidak ada lagi minta duit sama orang tua. Karena mulai sekarang aku akan berusaha sendiri, mencari pekerjaan sendiri, dan aku ingin tahu bagaimana rasanya nyari duit sendiri di kota perantaua.

Sayang sekali karena semua lowongan di pabrik pada saat itu sudah tutup semua dua hari sebelum aku sampai bogor yaitu tanggal 12 September 2013.   Walaupun begitu tapi aku selalu semangat  untuk mencari pekerjaan, dimana-mana aku udah coba nyari tetap gak ada, satu bulan telah berlalu  dan aku selalu optimis untuk mencari pekerjaan. Alhamdulillah akhirnya aku mendapatkan pekerjaan itu, dan aku diterima di pabrik garmen (jahit). Subhanallah hari pertama aku bekerja aku disuruh gosok, dan harus berdiri. Jam kerjanya masuk dari jam 07:00-20:00. Benar-benar melelahkan, hari kedua aku bekerja aku disuruh gambar pola, dan yang pasti harus cepat dan rapi. Secara, walaupun aku anak baru tapi tidak ada toleransi, yang mereka tau ku harus kerjanya cepat gak boleh lelet karena kerjanya di target, kalau tidak mendapatkan target otomatis belum dibolehin pulang dari jam 20.00, baru di bolehin pulang setelah jam 21:00, itu sudah menjadi ketentuan pabrik dan wajib di laksanakan. Waktu yang sangat lama dan kalau di bandingkan dengan gajinya benar-benar tidak sesuai.

Kerja di pabrik garmen (jahit) aku hanya bertahan dua hari dan aku keluar di pabrik itu tanpa menyerahkan surat pengunduran diri. Sampai disitu aku berusaha untuk mencari pekerjaan baru dan tidak ada niat lagi untuk kembali ke garmen (jahit). Dua bulan telah berlalu tapi belum ada satupun lowongan pekerjaan, untuk uang makan selama aku belum mendapatkan pekerjaan, orang tuaku selalu mengirimkan uang untuku. Aku sempat putus asa tapi orang tua dan saudaraku selalu memberi aku semangat, dan tetap sabar. Jalan tiga bulan aku di bogor tapi lowongan kerja satupun gak ada, aku menyerah dan memutuskan untuk pulang kampung. Tapi disaat aku mengabarkan niatku untuk pulang kampung ke orang tuaku, akhirnya pada bulan 12 desember 2013 ada lowongan kerja dan membutuhkan karyawan sebanyak 600 orang, disitu aku berubah pikiran dan ingin melamar kerja di PT. Yupi Ido Jelly Gum (PT. YIJG). Tanggal 4 Desember aku melamar kerja di PT. YIJG, dan Alhamdulillah namaku sudah terdaftar, dan tidak sampai disitu banyak sekali tes-tes yang akan dilalui yaitu tes, kecepatan dalam bekerja, kerapian, tes kesehatan, wawancara dan alhamdulillah aku berhasil menyelesaikan tes itu dan akupu lolos dan menjadi karyawan PT. YIJG. Tanggal 5 Desember 2013 sebagai karyawan baru wajib memiliki ATM BII yang bekerjasama dengan PT. YIJG. Agar mudah dalam mengontrol gaji dan gaji karyawan langsung di transfer di ATM BII.

PT. YIJG merupakan salah satu PT pabrik yang terkenal sampai kemanca Negara, sehingga dalam pembuatan permen Yupi menuntut karyawan agar selalu menjaga kebersihan, dan di PT. YIJG tersebut banyak sekali aturan-aturanya, seperti tidak boleh mengunakan HP, asesoris, jarum pentul, kaca, gunting kuku, bahkan kerudung yang manik-manikpun tidak boleh dan di larang keras. Disaat bekerja wajib mengunakan sarung tangan.

Walaupun banyak aturan tapi aku sangat nyaman kerja di situ, karena setidaknya aku tau bagaiman caranya membuat permen, membungkus permen solatip yang cepat dan terutama kedisiplin. Di Kota bogor itu banyak sekali mengajarkan aku dan merubah aku, tentang arti kehidupan, menghargai uang dan menghargai waktu. Di situ aku bertemu dengan orang-orang baru, dan lingkungan yang baru. Adapun jam kerjaanya yaitu hanya 8 jam masuk jam 07:00-14:45 dan gajinya juga bisa di bilang lumayan yaitu 2.600.000 (dua juta enam ratus ribu rupiah) dan itupu baru gaji pokok dan belum di hitung lembur bisa jadi 3.5oo.ooo (tiga juta lima ratus ribu rupiah), selain itu pekerjaanya juga santai dan fasilitasnya sangat lengkap seperti, ruangan berase, masjid, toelet, loker, dan ATM tempat penarikan uang. Dan di PT. YIJG sangat menghargai antara umat dimana yang islam memunaikan ibadahnya jika waktunya telah tiba, dan yang Kristen menunaikan ibadahnya jika waktunya telah tiba pula. Kalau di bandingkan dengan tempat kerja aku yang kemaren benar-benar jauh gajinya sedik, panas, fasilitasnya kurang dan mereka tidak mementingkan ibada yang mereka pikirkan adalah  kejar target, pabrik edan. Kalau di PT. YIJG sangat bagus, sudah fasilitasnya lengkap pekerjaan dan ibadah juga sama-sama jalan ini baru namanya joss.


Penulis:
Uswatun Hasanah
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website