Headlines News :
Home » » Kehadiranmu Adalah Berkat KKN

Kehadiranmu Adalah Berkat KKN

Written By Pewarta News on Rabu, 17 Februari 2016 | 21.03

Nurhaidah.
PewartaNews.com – Minggu pertama kami menginjak tempat Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta yang tepatnya di Dusun: Pengasih, Kecematan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kami saling mengenal antara satu dengan yang lainnya walaupun kami berbeda jurusan dan juga suku. Kami menjalankan aktivitas seperti biasanya kami layaknya hidup di desa sendiri, tetapi pada malam evaluasi pertama kami memperkenalkan diri satu persatu dan juga tiap-tiap bidang perbidang, kebetulan saya lebih suka jadi sekretaris dibandingkan jadi seksi yang lainnya.

Tugas sekretaris pada saat melaksanakan KKN itu membuat Proposal, surat menyurat, membuat strategi dalam hal notulen lainnya itulah sepintas yang sekretaris laksanakan dalam programnya.

Minggu kedua kami memulai menyusun program pelaksanaan untuk KKN khusunya Padepokan 13, kemudian kami mulai mengeluarkan ide satu persatu sewalaupun masih ada beberapa yang belum bisa berbicara didepan orang banyak karena masih belum berani berbicara dengan orang baru. Namun seiring berjalannya waktu dan menuntut dengan berbagai program individu yang harus mereka lakukan dengan sendiriya walaupun bantuan dari kami dari belakang.

Dalam minggu ke-dua ini kami sedikit tidak nyaman karena ada beberapa konflik, tetapi konflik ini adalah kesalahfahaman dalam memahami sifat satu sama lainnya, namun dengan adanya konflik di minggu kedua ini juga kami mempunyai inisiatif bahwasannya “Bagaimana Caranya Menyelesaikan Masalah”.

Dalam jangka waktu yang tidak banyak kami langsung bertindak dan memberanikan diri untuk menjadwalkan untuk mengevaluasi diri masing tiap satu kali dalam seminggu, karena kami rasa itu adalah hal yang sangat bagus agar tidak adanya konflik lagi didalamnya. Kami pahami disini bahwa dengan adanya konflik adalah suatu hal yang mendewasakan diri kami masing-masing bukan berarti dengan adanya konflik ini kami malah tidak bertanggungjawab dan lainnya.

Minggu ke tiga kami memulai memfiksasikan program kami (matrik kelompok), untuk itu kami mengkonsultasikan sama dosen Pembimbing Lapangan Ibu Sripuji. Ibu Sripuji merupakan salah satu dosen pendidikan IPA di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UST. Beliau adalah salah satu dosen yang paling baik dan sangat menyayangi kami semuanya. Pada minggu ke-tiga ini kami sudah memulai menjalankan program kelompok kami walaupun pada saat itu belum ada persetujuan dari dosen pembimbing, karena menurut beberapa dari kami mempunyai pikiran bahwasannya dengan menjalankan program yang banyak dalam jangka waktu yang tidak panjang adalah suatu hal yang mustahil untuk kami jalankan semuanya, maka dari itulah kami memberanikan diri untuk melaksanaknnya namun setelah kami laksanakan alhamdulillah dosen pembmbing juga sangat menyetujuinya, karena program awal kami adalah Mengaktifkan kembali karang Taruna. Kebetulan program ini adalah program sahabat satu jurusan dengan saya Nilam Cahaya.

Minggu ke-empat kami sudah mulai sibuk dengan masing-masing bidang dan masing-masing individu dalam mengerjakan program kami PAUD (koordinir oleh Nurhaidah), TK (Koordinir oleh Hesty), Taman Baca yang Koordinir oleh Marhayati Ali dan pada saat program ini saya sebagai sekretaris mulai sibuknya membuat proposal dan mengirimkannya ke berbagai tempat, BPDA, Perpustakaan Kota, Royal Buku, dan juga Perpusataaakn Swasta lainnya. Alhamdulillah dalam mengirim beberapa proposal beberapa tempat yang menerima proposal kami dan itu sangat mendukung sekali dengan adanya Program Taman Baca yang kami sepakati bersama. Sewalaupun pada saat itu saya sebegai sekretaris tidak pernah lelah untuk mengelilingi tempat-tempat yang dominan untuk menerima proposal yang kami kirimkan.

Minggu ke-Lima sudah beberapa program yang kami laksanakan terutama di minggu ini adalah Mendampingi TPA dan LOMBA TPA dan alhamdulillah semuanya berjalan lancar.

Minggu ke- enam kami menerukan untuk merancang kembali program kelompok yang belum kami selesaikan, dan malam evaluasi terakhirnya juga kami saling mengisi kekurangan antara satu dengan yang lainnya. Karena kami pertama mengenal satu sama lain adalah dengan baik dan kami akhir dengan baik pula.

Detik-detik kami mulai berpisah ada salah satu dari padepokan kami mengatakan pada saya bahwa ada yang menyukai saya, namun saya pada saat ini belum brani utnuk “ge’er” atau apalah karena saya pahami itu adalah hal yang leluon dan hanya membuat saya senang. Tetapi setelah lama kelamaan saya memperhatikannya ia sangat menyukai kamu hanya saja kamu sendiri yang belum menyadarinya “ucapan sahabat saya pada saya waktu itu”

Alih-alih pembicaraan saya pernah merasakan keraguan dengan perkataan sahabat saya itu namun dengan beriringNya waktu saya membuktikan dan menuggu siapakan yang menyukai saya itu ?. setelah hari kemudian saya dan salah satu teman saya pergi menengok ke padepokan sebelah ceritannya hanya jalan-jalan biar gak suntuk di padepokn sendiri, dan pada saat itu kami diajak jalan-jalan keliling alun-alun Wates dan situ kami makan bersama dengan padepokan tetangga namun disitulah hatiku pada saat itu mulai bergetar dan bertanya pada diriku sendiri, “Kenapa dengan Hatiku Tuhan”. Lalu beberapa hari kemudian waktu telah menjawab itu semua.

Malam selanjutnya saya pergi kepadepokan sebelah bersama dengan teman aku pada malam itu aku seperti dipanggil sama seseorang tetapi aku tidak tahu siapa yang memanggil saya sehingga saya kepengen bangat pergi kepadepokan sebelah pada malam itu. Namun pada akhirnya aku kelaparan dan ingin seklai makan nasi goreng, kebetulan ia dari padepokan sebelah turun ke warung ingin membeli rokok dan kopi dan saya ingin menitip samaNya nasi goreng namun pada saat itu secara spontan saya mengatakan bahwa “Boleh saya Ikut Saya Ingin Membeli Makanan saya sangat LAPAR”. Dengan dek-dekan saya lihat ia itu dan memanggil saya ayo silahkan naik di motornya dan malam itu hujannya kuat sekali pada saat kami pergi hujannya berhenti sebentar dan sadel motornya sangat basah dan ia mengeringkannya dengan tangannya karena ia lihat masih basah ia mengambil lap didalam kamarnya untuk mengeringkan sadel motornya sampai benar-benar kering dan akhirnyapun kamu mulai “capcus”

Beberapa pertanyaan yang membingungkan untuk aku di dalam perjalanannya malam itu dan akhirnya ia memulai menceritakannya, saat pertama kali kita berjumpa kita masih ragu-ragu dan tersimpun malu karena pada saat itu kita belum pernah bertemu dan belum mengenal antara satu dengan yang lainnya. Namun seiring berjalannya waktu kita dekat dan kita saling menyapa walaupun masih tersimpun malu pada saat itu. Ketika ia datang dipadepokan KKN kami pada saat itu aku sangat tidak menyukai cara ia berbicaranya, ia sangat songong yang pernah aku kenal dan aku sangat membencinya, tapi satu hal yang tidak bisa aku lupanakan darinya bahwa ia adalah sosok seorang yang sangat-sangat dan sangat SONGONG itulah sebabnya aku memulai menyukainya.

Aktivitas terbengkalai, pikiran terkuras dan kondisi kesehatan drop. Inilah saat-saat dimana masa-masa sulit dalam hidup indah ku. Ibarat roda yang sedang berputar, posisiku berada di bawah tepat di bagian alas. Terinjak-injak, tergores pedih, bahkan juga menanggung beban berat di atasnya sendirian. Namun pada saat itu ia mulai memperlihatkan perhatiannya pada ku dan benar-banar menyayangiku walaupun ia pada saat itu kesehatannya masih kurang membaik namun dengan memberanikan diri ia pergi tanpa sepengetahuanku untuk membelikan aku makanan kesukaanku padahal pada saat itu hujannya sangat deras sekali dan membelikan aku obat. Aku rasa pada malam itu ia adalah pangeran yang dikirim Tuhan untuk menjaga ku.

Seiring berjalannya waktu kami saling membantu antara satu dengan yang lainnya, menemani ia membuat laporannya begitupun sebaliknya. Kami berdua saling mempeingati antara satu dengan yang lainnya. Cepat-cepat kamu raih cita-cita mahalmu jangan pernah menyerah sebelum menjadi orang yang sukses.

Dalam beberapa bulan kemudian kami menjalani hubungan sebagai Teman Dekat ini kami sangat ragu dengan apa yang kami lakukan sewalaupun itu hanyalah hubungan sebatas Teman Dekat. Ia pernah berkata pada aku “kamu bisa menyelesaikan masalah orang lain namun masalahmu sendiri kami tidak bisa menyelsaikannya” Masa bodoh, kamu samasekali masa bodoh dengan pemecahan masalah sebab sampai saat ini yang paling penting bagiku adalah keluh kesahmu terdengar. Dan kamu bisa membagi beban berat, juga air mata. Dan beberapa hari ini kami memilih untuk tidak berkomunikasi dan masing-masing fokus pada bidang kami masing-masing.

 “Ya ampun, aku tak mengerti mengapa semua ini terjadi..apa salahku?”
Aku simpulkan bahwa dengan kami memilih untuk memfokuskan masing-masing bidang ini kami agak lega dan keraguan untuk memiliki antar satu dengan yang lainnya kami tetap terjaga, karena jodoh pasti akan bertemu.

Itulah mengapa sampai detik ini banyak sekali lagu-lagu band ternama yang mengalunkan lirik tentang cinta. Dan irama yang digunakan pun pasti penuh semangat. Selain itu, dalam sinetron yang tayang setiap petang pun kamu tentu melihat bahwa peran seorang teman dekat akan lebih krusial.

Sebab pada dasarnya kedudukan seorang teman dekat dalam kehidupan cukup tinggi karena ia datang bagaikan malaikat yang turun saat seseorang sedang melangkah tertatih terluka penuh goresan. Kamu harus percaya bahwa teman dekat akan selalu ada dalam tiap bulir air mata, karena dunia telah membuktikannya.

Bedakan anatar calon kekasih dan teman dekat biar gak salah paham. Ok!.

Penulis: Nurhaidah
Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta.

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website