Headlines News :
Home » » Menjadi Bunga di Tepi Jalan

Menjadi Bunga di Tepi Jalan

Written By Pewarta News on Selasa, 09 Februari 2016 | 16.57

Ilustrasi bunga di tepi jalan. Foto: kompas.com.
PewartaNews.com – Hidup yang serba kekurangan yang memaksa aku terjerumus di dunia yang gelap, dunia yang akan membawa aku dalam kehancuran, dunia yang penuh dengan dosa, tapi aku harus bagaimana? Aku terlanjur masuk dalam dunia ini, aku selalu dihina, dicaci, aku bagaikan sampah yang tidak berguna.

Aku benci pada diriku sendiri, aku benci karena aku membohongi semua orang termasuk orang tuaku, keluargaku, dan juga temanku. Jauh dari yang aku bayangkan diperantauan memiliki pekerjaan yang bagus dan gajinya yang memuaskan. Sungguh di luar dugaan, kerasnya hidup di Jakarta yang memaksa aku menjadi bunga di tepi jalan. Terkadang aku menyesal dengan pilihan hidup yang aku jalani, aku iri dengan orang-orang yang berjilbab yang selalu menutup auratnya, yang selalu dihormati oleh orang lain, tidak seperti aku yang selalu di hina dan dipandang sebelah mata. Sejauh mata memandamg aku selalu berharap untuk seperti yang dulu, wanita yang polos dan jarang bergaul dengan laki-laki, tapi sekarang aku benar-benar berubah dari sosok wanita yang lugu menjadi wanita centil dan selalu menggoda laki-laki.

Tapi sekarang aku ingin berubah aku ingin kembali seperti yang dulu aku tidak ingin ada kebohongan lagi, aku ingin mereka semua tahu termasuk orang tuaku kalau aku sekarang adalah wanita di pinggir jalan. Wanita yang kotor, wanita yang penuh dosa bukan wanita yang selalu mereka bangga-banggakan.

Apakah ada surga bagi wanita yang kotor dan pembohong seperti aku, apakah pintu surga masih terbuka bagi wanita yang hina seperti aku, aku malu padamu ya Allah. Apa yang harus aku lakukan, bagaimana dengan orang tuaku, dan keluargaku. Jika aku jujur dengan keadaanku yang sekarang, apakah mereka masih mau menerima aku, apakah mereka masih mau mengangap aku anaknya, dan apakah saudara aku masih menganggap kalau aku saudaranya? Rasanya tidak mungkin mereka mau menerima aku. Bagaiman dengan perasaan mereka mungkin mereka hancur, kecewa, tidak percaya bahkan malu dengan mengetahui keadaanku yang seperti ini.

Mulai malam ini aku bersumpah atas nama orang tuaku, keluargaku dan agamaku aku akan berubah, aku akan kembali kejalanmu ya Allah, aku ingin hidup yang normal hidup yang jauh dari kemaksiatan, kesenangan duniawi yang sesaat dan tidak di anggap sebagai bunga di tepi jalan.

Ya Allah beri aku kekuatan, kesabaran, dalam menjalani hidup yang baru ini. Aku pernah gagal dalam masa lalu, bahkan aku pernah putus asa dan aku pernah  melalui jalan pintas untuk mengahiri hidupku tapi akhirnya aku bangkit. Aku sadar  apa yang aku lakukan semuanya salah bahkan menambah kesalahan yang sudah aku perbuat.

Terima kasih ya Allah atas niscaya yang kau beri pada hambahmu ini kau memberikan aku kesempatan untuk bertobat padamu, dan sekarang aku baru menyadari tentang waktu yang aku sia-siakan selama ini, dan aku ingin hidup lebih lama lagi. Aamiin!!


Selasa 06-01-2016
Penulis:  Uswatun H.

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website