Headlines News :
Home » » Tell Me What Love Is

Tell Me What Love Is

Written By Pewarta News on Selasa, 23 Februari 2016 | 07.22

Nufa.
PewartaNews.com – Aku terkesiap kaget saat Geri membuyarkan lamunan ini. Segera kuusap wajah yang sudah dibasahi derai air mata. Tiba-tiba teringat bila sore ini harus menuju ke rumah Ana. si adik ipar, untuk mengembalikan flashdisk yang kemarin siang dipinjam. Tanpa meminta persetujuan, segera kutarik tangan Geri untuk menemani pergi ke rumah Ana yang kebetulan tak jauh dari sini.

“Apaan sih Dav? Udah sore nih! Hampir adzan loh!” Geri terlihat enggan menemani

“Udah ikut aja! Bentar kok!” jawabku

Geri adalah sahabat karib yang sering bersamaku di sekolah maupun lapangan basket. Selain  bertetangga, kami juga sekelas. Geri adalah orang pertama yang membantu membopong tubuh Levi saat kecelakaan itu terjadi. Bahkan ia berniat menghajar sopir truk yang menabrak Levi saat itu juga namun si sopir keburu diamankan polisi.

“Iya bentar!” teriak Ana dari dalam rumah saat aku memanggilnya

Ana keluar masih mengenakan kaos olahraga kotor. Aroma semangatnya masih tercium. Wajah manisnya juga masih segar terpampang meski raut capai terlihat belum juga menghilang. Segera ku ulurkan flashdisk yang sedari tadi berada di genggaman lantas langsung berpamitan. Saat berpamitan, tak lupa memperkenalkan Geri kepada Ana.

Selama perjalanan pulang, perasaan ini mengatakan ada hal aneh dalam diri Geri. Semenjak bertamu ke rumah Ana, Geri tak mengeluarkan sepatah katapun. Aku menatap wajahnya dan mulai tersenyum seakan tahu apa yang sedang dirasakan anak pedagang pakaian itu.

“Menurut lo, ipar gue cantik nggak Ger?”
“Biasa aja,” jawabnya tanpa ekspresi
“Lu suka ya sama Ana?”
“Enggak,” sembur ia cepat. Lagi-lagi tanpa ekspresi

Peristiwa besar hari ini mulai terungkap, ternyata sahabat dekatku sedang jatuh cinta! Ihihihi aku tersenyum licik. Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk membungkus dua remaja ini berada dalam satu wadah bertemakan cinta. Hmmm aku mulai menyusun rencana untuk mendekatkan Ana dan Geri. Apalagi dengar-dengar Ana juga belum punya pacar semenjak ia putus dengan kekasihnya dua bulan lalu. Kalau Geri? Dekat dengan cewek aja dia belum pernah!

Dingin malam mulai menusuk tulang, dengan sigap jari menari-nari diatas layar ponsel hingga tekirim sebuah pesan singkat sederhana berbunyi 'cpet ke taman dket msjid! Ad sswtu! penting! Ak di dket kolam!' yang dibuat dalam bentuk SMS dan dikirim ke ponsel Ana dan Geri. Dua insan itu bertanya mengapa, tapi sengaja tidak kubalas agar makin penasaran.

Sejam sudah berlalu, geli membayangkan Geri dan Ana sekarang sedang ketemuan di taman. Hmmm sedang apa ya mereka? Berhasilkah rencana mempertemukan Geri dan Ana dalam satu ikatan? Semoga berhasil, sebab sudah lama sekali ingin melihat Geri memiliki dambaan hati. Bagaimana tidak? setiap kali menyukai cewek ia selalu takut mengungkapkan. Untuk kali ini agaknya aku harus ambil bagian. Itung-itung sebagai praktik balas budi atas semua kebaikan yang telah dilakukannya pada diri ini.

Dan benar saja! Rencana untuk mempertemukan dua orang itu sukses besar! Mereka berdua marah-marah. Tapi kemarahan itu justru menjadi pertanda bahwa aku tidak gagal untuk ngecomblangin mereka.. Haha akhirnya bisa tersenyum puas saat Ana ngambek dan Geri tidak mau ku ajak main basket lagi sore ini. Sama-sama marah! Kompak! Mungkin mereka jodoh!

Kegembiraanku berlanjut kala aku mendengar kabar bahwa Geri si pendiam sekarang lagi dekat dengan anak kelas satu bernama Yuana. Kata si Ipul teman basketku, ia kemarin lihat Geri lagi makan bareng ama Ana di warung perempatan ujung jalan. Ahahaha akhirnya proyek besar ini berjalan mulus, lus, lus!

***

“Makasih ya masbro!” kata Geri saat masuk kelas pagi ini
“Makasih apanya Ger?” aku terheran-heran
“Makasih soal dia!” katanya sambil menunjuk ke depan kelas

Kaget setengah mati saat melihat Ana muncul di depan pintu ruangan sambil melambaikan tangan. Sungguh tak menyangka jika melihat Ana secepat ini akrab dengan Geri. Segera kubalas lambaiannya. Senang bukan kepalang!
“Hei jadi kalian udah resmi jadian ya?”

“Ya begitulah masbro, pokoknya makasih deh! Maaf dulu sempet ngomel!” jawab Geri dengan logat khas anak mudanya

“Ih selamat ya! Ditunggu makan-makannya loh! Eh nanti main basket ya, tim kita tanding ama timnya bang Ucup!” selorohku

“Eh tanding ya? Tapi maaf kayaknya aku gak bisa Dav, Ana minta ditemenin ke toko buku nih ntar sore!”

“Oh gak bisa ya? Hehe gak apa-apa kok masih banyak anak lain! Ati-ati loh kalo naek motor, jalanan ramai!” kataku sembari mengeluarkan senyum kecut

Mulai merasa ada yang tidak beres dengan kisah cinta Geri dan Ana. Mereka jadi supersibuk. Geri yang biasanya semangat diajak main basket sekarang jadi nggak pernah turun ke lapangan lagi. Bahkan saat aku datang ke rumahnya kemarin malam untuk belajar bareng, Geri tidak ada di tempat. Katanya lagi pergi ama cewek, itu kata adiknya.

Sekarang tidak ada lagi Geri maupun Ana yang bisa pergi main basket maupun bercanda bareng. Aku benar-benar merasa sendiri. Mulai teringat akan kehadiran Levi disaat kesepian seperti ini. Tentang masa lalu kala Levi masih disini. Tentu tujuan ngecomblangin dua insan itu bukan agar mereka melupakan hal lain yang tak kalah penting. Tapi apa daya nasi telah menjadi bubur. Memang sedikit menyesal dengan kisah ini. Tapi bagaimanapun juga mereka berdua telah sepakat menjalin cinta, tentu harus ada yang dikorbankan. Ku tak berharap apapun, hanya bisa berdoa semoga mereka langgeng selamanya.

Davi berjalan sendiri menyusuri trotoar dihiasi langit petang yang menemani. Hari ini tepat setahun Levi pergi meninggalkannya. Dan hari ini pula tepat hari dimana Davi tak lagi bisa bermain basket bersama Geri sang sahabat. Sudah menjadi hal biasa jika seekor burung tak bisa lagi terbang bersama pasangannya. Burung itu wajib berlatih untuk terbang sendiri agar suatu hari nanti bila persitiwa seperti yang dialami Davi tiba ia tak akan terlampau sulit untuk menghadapinya.

***

Karya: Nufa

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website