Headlines News :

    Like Fun Page Kami

    Tangis Kereta

    Haerul H.
    Hampir seluruh malam bersama sunyi. Bermain dengan kesendirian bayang-bayang. Melalap gelap bagai bara dalam arang. Bersama keringat mengalir diatas dingin pori-pori.

    Buku buku ini sepertinya tak mampu berlari dari sepi.
    Selalu setia mencari hitamnya dunia yang telah hitam dalam hitam.
    Seperti rembulan tak sudi jika pagi menyambut mentari.
    Halaman demi halaman ber-erotika lunglai gemulai.

    Masih saja mata tak bisa terpejam.
    Teks-teks tak henti melambai-lambai dalam jeruji.
    Teks-teks krempeng bagai busung lapar yang perutnya membuncit seperti  perut koruptor.
    Tangisnya lunglai seperti tangis kereta malam yang mengaung-ngaung di udara malam Jogja.

    Tak peduli pagi kan merebut malam, teks-teks ini harus dibebaskan dari tangisnya.
    Ideologi-ideologi mesti disatukan
    Borjuis-borjuis mesti dipanggan sebagai santapan tuhan.

    Wahai kamu teks-teks, menyatulah dalam pikir dan zikir.
    Mendogmalah dalam hati, raga dan jiwa. Jangan biarkan kantuk merebut malam, jangan biarkan pagi menyapa mentari.


    Tugu Jogja 2016
    Karya: Haerul H,

    Islam, HAM dan LGBT

    Arsadt, S.H.
    PewartaNews.com – Akhir-akhir ini masyarakat indonesia dihebohkan dengan isu lesbian, gay, bisektual, transgender (LGBT), tak pelak ini banyak menimbulkan pro-kontra dalam masyarakat, para aktivis yang pro terhadap gerakan LGBT ini bergerak karena pemikiran hak asasi manusia (HAM) para kaum LGBT ini harus diperjuangkan, itu tidak salah tak juga benar, mari kita bahas satu persatu mengenai konsep dan pertentangan gerakan LGBT ini dalam pandangan islam maupun HAM itu sendiri. Pertama, dalam agama islam, sudah lama dikisahkan mengenai kaum-kaum yang mempunyai orentasi seks yang berbeda dan menyalahi fitrahnya yang di ciptakan berpasang-pasangan (lawan-jenis) di suatu negeri bernama negeri sodom, yang kemudian di utuslah oleh tuhan seorang nabi (Nabi Luth) sebagaimana tertera dalam Alqur’an mengenai kisah Nabi Luth di negeri Sodom, Tuhan mengadzab kaum Luth (masyarakat negeri sodom) karena penyimpangannya orentasi mental yang diimplementasikan dalam prilaku seks oleh masyarakat negeri sodom tersebut, yang menjadi pertayaan awal saya? Apakah begitu bencikah tuhan dengan prilaku ini?. Dalam islam sendiri pasangan manusia pertama yang di ciptakan oleh tuhan bernama adam dan hawa, dari awal di ciptakannya adam (yang digambarkan sebagai lelaki) dengan bermacam sifat yang di lekatkan kepada manusia (mempunyai akal, emosi, nafsu) maka di ciptakanlah hawa (yang digambarkan sebagai perempuan) sebagai pasangan yang melengkapi adam, hal ini sudah menjadi konsep tuhan dari awal di ciptakannya manusia (sunnatullah), manusia diciptakan dengan kemampuan berfikir (akal), emosi, nafsu. Konon karena manusia mampu berfikir ini lah yang membedakan manusia dengan makhluk ciptaan tuhan yang lain, berfikir merupakan ciri khas dari seorang manusia, karena berfikir lah manusia bisa menentukan mana yang baik mana yang buruk secara rasio. Eksremnya jika manusia tak berfikir maka ia tak ubahnya dengan dengan tumbuhan ataupun hewan. Adam di turunkan kedunia karena pada waktu itu dia hanya mengikuti nafsunya memakan buah kuldi, sehingga di hukum di turunkan di dunia. Ini merupakan pelajaran pertama bagi manusia untuk lebih mengutamakan akal dalam tindakannya daripada nafsu belaka. Bagaimana dengan LGBT? Bisa kita pikirkan masing-masing.

    Diturunkannya Adam ke bumi ini menjadi awal cerita manusia, perjalanan manusia dari zaman kezaman, dari manusia-manusia yang terkenal pernah di adzab oleh tuhan karena hanya mengikuti nafsu dan emosinya saja sampai manusia-manusia yang dikenal sampai detik ini karena berhasil memamfaatkan pikirannya untuk perkembangan peradaban manusia, hingga lahirlah sebuah konsep mengenai hak asasi manusia setelah dunia mengalami dua proses peperangan yang melibatkan hampir seluruh kawasan dunia, dimana hak-hak asasi manusia telah diinjak-injak, timbul keinginan untuk merumuskan hak hak asasi manusia itu di dalam suatu naskah Internasional. Usaha ini baru dimulai tahun 1948 dengan diterimanya Universal Declaration of Human Rights yaitu pernyataan sedunia tentang hak hak asasi manusia oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB yang kemudian di ratifikasi oleh indonesia dalam Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Ada yang menjadi pertayaan saya lagi, apakah sudah benar gerakan-gerakan mendukung keberadaan kaum LGBT berdasarkan konsep HAM? Mari kita coba artikan mengenai HAM itu sendiri, HAM adalah hak dasar atau hak pokok manusia yang dibawa sejak lahir sebagai anugerah dari Tuhan, bukan pemberian manusia ataupun penguasa. Hak ini sifatnya sangat mendasar bagi hidup dan kehidupan manusia yang bersifat kodrati yakni ia tidak bisa terlepas dari dan dalam kehidupan manusia. Jika kita liat dalam dasar menimbang UU HAM maka akan kita temui salah satu dasar pertimbangan UU ini ada, yaitu manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan yang semua hak-hak dasarnya yang bersifat kodrati wajib di lindungi, dan sifatnya universal. Apakah hak-hak dasar manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan? Yaitu hak hidup, hak berfikir (mengembangkan diri), hak untuk berkeluarga agar mempunyai keturunan.

    Hak-hak ini lah yang bersifat kodrati yang melekat pada manusia, dan hak lain seperti rasa aman, kebebasan individu, hak memperoleh keadilan, hak untuk turut dalam pemerintahan,  merupakan hak-hak pemberian pemerintah dan penguasa yang harus dijamin dan harus tidak bertentangan dengan kepentingan umum (universal). Indonesia dengan pancasila sebagai falsafah hidup, sila pertama berbunyi ketuhanan yang maha esa, ini jelas menunjukan bahwa indonesia sebagai negara tidak melepaskan unsur-unsur agama dalam kehidupan bernegara, tidak seperti negara-negara barat yang melepaskan unsur agama dalam kehidupan bernegara (sekular) dan di rumuskan juga dalam dasar pertimbangan UU HAM, mengenai manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan dan mempunyai kodrat (hak-hak dasar yang melekat semenjak lahir) harus di lindungi, bukankah salah satu kondrat manusia itu di ciptakan berpasangan dengan lawan jenisnya agar mempunyai keturunan? Bukankah jika penyakit sosial (baca: LGBT) ini di perjuangkan keberadaannya malah menjauhkan mereka dari kodratnya? Siapa pejuang HAM sebenarnya? Berjuang atau membunuh hak mereka sendiri jika keberadaanya harus diterima dan di akui oleh negara dengan embel-embel HAM?. Lebih baik mari kita bersama-sama memperjuangkan kualitas pendidikan sebagai pusat berfikir berupa HAK ASASI MANUSIA.

    Penulis:
    Arsadt, S.H. (Mahasiswa Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Madah)

    Pilih Arsadt For KMN UGM Periode 2016-2017, Ini Dia Alasannya!

    Arsadt for KMN UGM
    Yogyakarta, PewartaNews.com – Mahasiswa Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta beberapa hari lagi akan menghadapi pemilihan Ketua Umum Keluarga Magister Notariat (KMN) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). Ada 4 calon kandidat yang akan memperebutkan kursi ketua KMN UGM, salahsatu diantaranya adalah Arsadt, S.H. dari kelas C, dengan calon nomor urut 4.

    Arsadt, S.H. merupakan putra kelahiran Sarolangun, Jambi, 08 Juli  1991. Semasa studi sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA) Arsadt menghabiskan studi di Sarolangun, Jambi. Saat ini Arsadt sedang menempuh studi pascasarjana di dua universitas, diantaranya Magister Hukum Bisnis UII (2015-Sekarang) dan Magister Kenotariatan UGM (2015-Sekarang). Walaupun Arsadt menempuh pendidikan pascasarjana di dua universitas, bukan berarti Arsadt kurang profesional dalam mengelola waktunya. Semasa menempuh pendidikan S1 dan S2, Arsadt mampu memenejemen waktunya dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan dipercayainya Arsadt, oleh para mahasiswa untuk mengemban amanah sebagai seorang pemimpin di berbagai organisasi yang di tekuninya.

    “Untuk semua rekan-rekan mahasiswa magister kenotariatan UGM jangan lupa hadir pada tanggal 4 Mei 2016 untuk memilih ketua KMN UGM. Mari kita bangun KMN dengan Visi dan Misi yang jelas dan terukur,” ungkap Arsadt, S.H. saalahsatu mahasiswa Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang mencalonkan diri menjadi ketua KMN.

    Dunia organisasi tidak menjadi hal tabu lagi dalam keseharian seorang Arsadt, karena sebelum memantapkan dirinya untuk maju pada pencalonan ketua KMN UGM, Arsadt sudah malang melintang di dunia organisasi. Beberapa organisasi yang pernah ia jabat diantaranya, sebagai Ketua Ikatan Mahasiswa Magister Hukum UII (2015), sebagai Ketua Umum Lembaga Eksekutif Mahasiswa FH UII (2013-2014), sebagai Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Sarolangun (2010-2011). Selain itu, Arsadt juga pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Akademis, Kajian Pengembangan SDM LEM FH UII (2012-2013) dan juga sebagai kader Departemen Jaringan dan Politik, Himpunan Mahasiswa Islam  (2010-2022).

    Selain sibuk kuliah, saat ini Arsadt juga berkarir di kantor Advokat “D. S. Silitonga And Partners” sebagai Business Legal Consultant, lebih khusus pada bidang hukum perjanjian dan hukum perusahaan.

    Arsadt membawa visi misi yang jelas untuk menahkodai KMN UGM bila ia terpilih sebagai ketua, “Saya membawa Visi Optimalisasi peran Keluarga Mahasiswa Notaris (MKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam menciptakan calon-calon notaris yang mempunyai daya saing. Misinya yakni, (1) Penguatan internal melalui KMN yang professional, kreatif, inovatif serta responsif dalam menggagas kegiatan maupun kebijakan guna meningkatkan sumber daya mahasiswa Notaris UGM. (2) Pengembangan eksternal dengan cara menjalin silaturahmi dan kerja sama dengan semua elemen yang terkait dunia profesi Notaris,” beber Arsadt, S.H. sore tadi 29 April 2016 di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada.

    Sebelumnya, pada tahap fit and proper test yang merupakan rangkaian prosesi pencalonan sebagai ketua KMN UGM, Arsadt sempat tidak diloloskan oleh KPU. Karena Arsadt dan Tim suksesnya merasa ada yang janggal dengan putusan itu, maka Arsadt menyampaikan gugatan terkait rangkaian proses pemilihan umum ketua Keluarga Mahasiswa Notaris (MKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) kepada Badan Pengawas Pemilu Keluarga Mahasiswa Notaris (MKN) Universitas Gadjah Mada (UGM). Alhasil, upaya yang dilakukan Arsadt dan Timnya berbuah manis, sehingga pada tanggal 27 April 2016 Badan Pengawas Pemilu Keluarga Mahasiswa Notaris (MKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengeluarkan Surat Keputusan dengan nomor 02/BAWASLU_KMN/IV/2016 tentang Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu Bakal Calon Ketua/Calon Ketua KMN UGM Periode 2016-2017.

    Point penting dari keputusan Bawaslu tersebut diantanyanya, “Berdasarkan alat bukti, keterangan para saksi maupun pengakuan dan hasil pertimbangan Badan Pengawas Pemilu Ketua KMN 2016-2017 memutuskan: Pertama, ……… Kedua, Mekanisme tahapan seleksi fit and proper test tidak dapat dijadikan dasar untuk tidak meloloskan peserta seleksi calon Ketua KMN UGM Periode 2016-2017. Ketiga, Atas dasar agar memberikan keadilan maka ke 4 (empat) peserta seleksi calon Ketua KMN UGM Periode 2016-2017, yaitu: 1. ….., 2. ……., 3. ……., 4. Arsadt,” begitu bunyi putusan yang ditandatangani oleh Achmad Kurniawan, S.H. dan Astrid Paramitha, S.H. sebagai ketua dan sekretaris Badan Pengawas Pemilu Keluarga Mahasiswa Notaris (MKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tanggal 27 april 2016 di Yogyakarta. (MJ / PewartaNews)

    Hari Ini PANAMA Mulai Lakukan Aksi Mogok Makan Menuntut Menteri BUMN Rini Soemarno Karena Terlibat Skandal Panama Papers

    Yogyakarta, PewartaNews.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Aksi Nasional Mahasiswa (PANAMA) hari ini Rabu, 20 April 2016 melakukan “Aksi mogok makan menuntut pemecatan dan penangkapan Rini Soemarno dari Jabatan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karena terlibat skandal Panama Papers”.

    Hari ini aliansi Persatuan Aksi Nasional Mahasiswa (PANAMA) akan kembali melakukan aksi mogok makan total setelah sebelumnya dilakukan di kampus UMY selama 1 Minggu. Aksi Mogok Makan ini melibatkan peserta beberapa mahasiswa diantaranya: Pertama, Angga dari kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kedua, Doni dari kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ketiga, Santos dari kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Keempat, Pram dari kampus Universitas Widya Mataram. Kelima, Edi Manik dari kampus Universitas Teknologi Yogyakarta

    “Aksi Mogok Makan yang akan dilaksanakan di halaman DPRD DIY ini 20 April 2016 merupakan bentuk komitmen kami dalam mengawal isu skandal Panama Papers yang sarat dengan kejahatan keuangan seperti yang diungkap dalam data dokumen Mossack Fonseca. PANAMA tetap bertekat terus melanjutkan aksi mogok makan sampai Rini Soemarno di Pecat dan di Tangkap.” Ungkap mahasiswa yang tergabung dalam PANAWA saudara Ferly melalui siaran pers yang diterima PewartaNews.org Rabu, 20 April 2016.

    Lebih lanjut, “Sampai saat ini, berita yang kami dapatkan,tercatat Rp 67,4 milliar uang yang dimiliki Rini Soemarno tersimpan di rekening itu dengan status bebas pajak (tax haven), kami percaya jumlah itu masih terlalu kecil. Oleh karena itu, kami mahasiswa PANAMA meminta dengan hormat, agar Bapak Presiden Joko Widodo memecat Rini Soemarno dari posisinya sebagai Menteri”.

    Lebih tegas PANAMA mngatakan, “Kami tidak rela pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo dikotori oleh pejabat yang terlibat skandal kejahatan keuangan. Munculnya nama Rini Soemarno dalam  dokumen Mossack Fonseca, membuktikan bahwa selama ini Rini Soemarno, paling tidak adalah seorang Pejabat Negara Pengemplang Pajak. Sangat ironis  jika rakyat miskin saja, selalu harus dibebani biaya pajak oleh pemerintah dengan slogan “orang bijak taat pajak”, namun saat yang sama, ada pejabat pemerintah yang dengan seenaknya menggelapkan kewajiban pajaknya.”

    Ada 4 point penting yang menjadi tuntutan dari sejumlah mahasiswa Kami tidak yang tergabung dalam PANAMA, selain 4 point tersebut PANAMA juga membeberkan ketidakmauan mereka terhadap Presiden Joko Widodo jadi ikut terkena dampak dan imbasnya, karena kelakuan menterinya jelas-jelas melanggar hukum. Berikut 4 poitn penting yang menjadi tuntutan mahasiswa PANAMA, diantaranya:

    Pertama, Kami meminta agar Bapak Presiden Joko Widodo memecat dan menangkap  Rini Soemarno. Kami siap bertahan meneruskan aksi mogok makan, sampai Rini Soemarno betul-betul dipecat dan ditangkap.

    Kedua, Kami siap melakukan aksi besar-besaran atas nama Persatuan Aksi Nasional Mahasiswa (PANAMA) pada tanggal 2 Mei nanti, bertepatan dengan peringatan hari Pendidikan Nasional. Kami sudah melakukan konsolidasi dan komunikasi dengan teman-teman mahasiswa di 45 kota, sekitar 178 kampus, dan kami siap untuk masuk ke Jakarta serentak untuk aksi besar-besaran pada tanggal 2 mei 2016 nanti. Kami berharap Bapak Presiden Joko Widodo memecat dan menangkap Rini Soemarno paling lambat menjelang tanggal 2 mei 2016 nanti, saat kami akan melakukan aksi besar-besaran di Jakarta.

    Ketiga, Kami meminta Bapak Presiden Joko Widodo membawa kembali ke Indonesia, uang sejumlah Rp 11.400 Triliun yang tercatat dalam dokumen Panama Papers, karena uang itu berasal dari Indonesia. Kewajiban pajak atas uang Rp 11.400 triliun itu bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat, untuk membangun sekolah, rumah sakit dan fasilitas umum lainnya untuk rakyat.

    Keempat, Kami meminta agar Bapak Presiden Joko Widodo menyita dan mengusut tuntas asal usul uang Rp 11.400 Triliun itu. Karena sangat bisa jadi, uang yang sangat besar itu adalah hasil korupsi, pencucian uang, uang hasil kejahatan narkoba dan lain-lain yang melanggar hukum. (PewartaNews)

    Sore Ing Gisiking Samodra

    Reka Putri Kartika Devi.
    PewartaNews.com – Kringgg. Kringgg.... HP-ku nyuwara. “Halo, Assalamualaikum, Bu,” wangsulanku.
    “Waalaikumsalam, Ndhuk kapan kowe bali? Ibu wis kangen, wis taun kaping pindho kowe ora bali nileki Ibu” swara ibu lirih.

    Aku kang ngrungokake ature Ibu, sansaya nggerus ati lan trenyuh. Jenengku Laela Nurmasari, bocah unting-unting ing kulawargaku. Wiwit Bapak seda, wektu iku aku iseh sekolah menengah umum (SMU). Aku duwe sedya yen kudu gawe ibu bungah lan bombong. Ngelingi menawa aku dudu seka kulawarga kang duwe, apa meneh sawise Bapak seda, Ibu kang ngganteni Bapak golek pangupa jiwa lan beayani sekolahku. Wiwit kui aku duwe krenteg sinau sing sregep supaya bisa oleh beasiswa prestasi dudu beasiswa kurang mampu. Alhamdulillah, kanthi rahmating Gusti, aku bisa mlebu perguruan tinggi negeri ing Yogyakarta awit prestasiku, aku uga oleh beasiswa ing jurusan Ekonomi. Kang dadi pangangen-angenku nalika lulus sesuk aku bakal kerja ing kantor utawa perusahaan kang gedhe lan misuwur.

    “Bu, Laela ugi kangen Ibu. Nyuwun ngapunten wektu menika kula dereng saged wangsul amargi kathah pagawean. Insya Allah taun menika Laela badhe wangsul jogja nileki Ibu. Laela badhe ngupayakaken nyuwun cuti. Laela nyuwun pangapunten nggih Bu,” wangsulanku.

    Wiwit 6 tahun kepungkur sawise aku lulus kuliah, aku langsung diangkat dadi pegawai negeri sipil (PNS) bidang administrasi perkantoran ing pulo Kalimantan. Ngelingi jarak Jogja-Kalimantan adoh banget lan kudu nggunakake montor mebur, blaka wae sakjane aku ora tegel ninggalake ibu kang urip dewe ing desa, nanging aku uga durung bisa ngajak ibu melu nang Kalimantan mergo durung duwe tempat tinggal sik netep.

    “Ibu tunggu ya Ndhuk, ndang kabari Ibu.” ngendikane ibu.

    “Inggih Ibu, Insya Allah Laela badhe ngupayakaken kajengipun saged manthuk Jogja” wangsulanku marang Ibu.

    “Nek bisa aja nganti Ibu nunggu kesuen meneh. Wassalammualaikum,” welinge ibu.

    “Inggih Bu, suwun donganipun saking Ibu, nggih. Walaikumsalam,” wangsulanku banjur mateni handphone.

    “Adat sabene kaping pindho setaun aku tansah nileki Ibu ing wektu dina riyaya lan preinan tartamtu, nanging kenapa tekan 2 taun iki aku blas ora muleh? Apa aku kebangeten sik kerja satemah nglalekake Ibuku sing paling tak tresnani?” aku nguda rasa dewe lan gela karo apa kang wis talakoni.

    Sawise 2 minggu aku ngajokake surat cuti kang suwene 5 dina, kanthi akeh pratikel akhire surat cutiku disarujuki karo atasanku. Atiku bombong banget nalika oleh kabar kuwi, tanpa taulur-ulur maneh aku langsung matur Ibu.

    Aku banjur ngabari Ibu, “Assalammualaikum, Ibu.”

    “Walaikumsalam, kepiye Ndhuk?” pitakone ibu.

    “Bu, benjang kula saged wangsul Jogja, cuti 5 dinten kula dipunsarujuki,” aturku kanthi sumringah.

    “Alhamdulillah, Ndhuk, Ibu seneng banget, akhire kowe bisa bali,” wangsulane ibu ora kalah sumringah.

    “Inggih Bu, Alhamdulillah dinten menika Laela badhe tumbas tiket pesawat lan nyampataken barang-barang ingkang badhe dipunbekta wangsul,” aturku.

    Sawise urusan transportasi wis lengkap, aku oleh jadwal panerbangan esuk jam 09.00 WITA lan tekan ing Jogja jam 13.00 WIK.

    Sawise tekan Bandara Adisucipto Yogyakarta, Ibu wus nunggu aku ing sangarepe lawang metu. Aku banjur mlayu nyedhaki ibu lan ngekep kanthi rasa tresna. Rasa kangen kang ora bisa katahan nuwuhake eluh kang mbrebes mili ana pipi. Ora ketemu ibu 2 taun rasane kaya ora ketemu puluhan taun. Kangenku mari sawise weruh praene ibu kang sumringah. Esem manis ing pasuryane nuwuhake rasa ayem lan tentrem ing ati.

    Banjur aku lan ibu nuju omah kang ana ing desa dhaerah pesisir kidul ing Jogja. Aku lan ibu kudu nggunakake 2 angkutan umum supaya bisa tekan omah yaiku numpak bus umum banjur numpak angkutan kang luwih cilik.

    “Dina iki Ibu pengen nyawang angsluping srengenge ing pesisir karo kowe Ndhuk. Wis suwe banget wiwit Bapakmu seda wis ora tau mrana meneh,” panyuwune Ibu.

    Omahku ora pati adoh karo pesisir, watara amung 1 kilometer. Pancen wiwit Bapak seda aku lan Ibu wis ora tau nonton angsluping srengenge ing pesisir meneh, mbiyen aku lan Ibu biasane nunggu Bapak kondur saka segara amarga Bapak padamelane nelayan.

    Sore kuwi jam 05.00 WIK aku lan ibu ana ing pesisir, ngesokake rasa kangen, sinambi ameh nyawang angsluping srengenge ing sisih kulon. Aku lan ibu lungguh ing pesisir, banjur aku matur marang ibu, “Bu, samenika Laela sampun manggen netep wonten Kalimantan, menawi kersa Ibu nderek Laela wonten mrika, Laela langkung ayem nalika Ibu kaliyan kula, Ibu ugi mboten prelu nimpen raos kangen kangge kepanggih kula, Bu,”aturku rengu-rengu.

    Ibu mendel sedela sinambi menggalih, nuju angsluping srengenge Ibu banjur mangsuli, “Ndhuk, Ibu ngerti Ibu wis tuwa, Ibu mung pengen urip karo anakku siji-sijine, saben bengi Ibu sedhih nalika dewean ing gubuk kangen karo kowe, mula Ibu kepengen melu kowe nang Kalimantan.” wangsulane ibu kanthi mbrebes.

    Ngrungoake wangsulane Ibu, aku banjur ngekep Ibu kanthi kenceng, eluh mbrebes kanthi rasa trensa. Angsluping srengenge ing pesisir ndadekake raos syukur ingkang tanpa pepindhan. Sore ing gisiking samodra nuntun dhiri sansaya ngalembana miring Gusti kang Maha Wisesa.


    Penulis : Reka Putri Kartika Devi
    Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, angkatan 2014.

    Selamat Ulang Tahun Buat Muh Yahya

    Muh Yahya.
    PewartaNews.com – Muh Yahya lelaki lajang  yang berlayar di Kota Banjarmasin.  Ia dikenal  cerdas, rajin  dan  pekerja keras dari desa Raoe Kab. Bulukumba, kini  melangkah ke usia 23 tahun. Beberapa  teman-teman dan keluarga dekat memberikan ucapan selamat pada “Muh Yahya.” Tanggal 20 April 2016. “Kini saya amat bahagia bisa kumpul bareng merayakan hari ulta dengan sanak keluarga dan adinda ida.Namun dilanda sedih kerena hari senin tepatnya tanggal  25 April harus pergi berlayar demi mereka” Ucap Muh yahya .

    “HBD  Yahya!  Semangat ya berlayar!” ungkapan  Rika astika sari. “Selamat ulang tahun dek  ganteng, semoga panjang umur dan semangat” . “Selamat ulang tahun. Semoga panjang umur, sehat selalu di rantau” ucap  Ita. “Selamat ulang Tahun  Yahya, semoga panjang umur dan sukses dirantau. Aamiin.” Cetus ida.

    “Panjang umur  sayang panjang umur  miss you.” Ucap kelurga besar Muh Yahya.

    Bukan hanya itu, Muh Yahya juga diberi kejutan dan diberi kado istimewa teman-teman dan kerabatnya, ada  jam tangan, HP dari  beberapa teman SMA-nya di Alumni SMA 12 Bulukumba dan beberapa kado lainnya. Semangat selalu buat Muh Yahya dalam suasana berlayarnya.


    Penulis: Nurwahidah, A.Md.
    Alumni AMA Yogyakarta jurusan Manajemen Obat dan Farmasi.

    PANAMA Gelar Konferensi Pers Menuntut Presiden untuk Memecat Menteri BUMN Rini Soemarno Akibat Panama Papers

    PANAMA saat aksi mogok makan.
    Yogyakarta, PewartaNews.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Aksi Nasional Mahasiswa (PANAMA)melakukan konferensi pers diareal kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada hari Kamis, 14 April 2016 perihal “Aksi mogok makan menuntut pemecatan dan penangkapan Rini Soemarno dari Jabatan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karena terlibat skandal Panama Papers”.

    Saat konferensi pers berlangsung, PANAMA mengeluarkan statemen, “Hingga saat ini 7 orang kawan-kawan mahasiswa dari PANAMA sudah 6 hari melakukan aksi mogok makan total. Kondisi ke-7 kawan-kawan kami sudah mulai melemah. Akan tetapi kawan-kawan tetap bertekat akan terus melanjutkan aksi mogok makan sampai Rini Soemarno di Pecat dan di Tangkap,” beber PANAMA.

    Lebih lanjut, “Sampai saat ini, berita yang kami dapatkan,tercatat Rp 67,4 milliar uang yang dimiliki Rini Soemarno tersimpan di rekening itu dengan status bebas pajak (tax haven), kami percaya jumlah itu masih terlalu kecil. Oleh karena itu, kami mahasiswa PANAMA meminta dengan hormat, agar Bapak Presiden Joko Widodo memecat Rini Soemarno dari posisinya sebagai Menteri”.

    Lebih tegas PANAMA mngatakan, “Kami tidak rela pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo dikotori oleh pejabat yang terlibat skandal kejahatan keuangan. Munculnya nama Rini Soemarno dalam  dokumen Mossack Fonseca, membuktikan bahwa selama ini Rini Soemarno, paling tidak adalah seorang Pejabat Negara Pengemplang Pajak. Sangat ironis  jika rakyat miskin saja, selalu harus dibebani biaya pajak oleh pemerintah dengan slogan “orang bijak taat pajak”, namun saat yang sama, ada pejabat pemerintah yang dengan seenaknya menggelapkan kewajiban pajaknya.”

    Ada 4 point penting yang menjadi tuntutan dari sejumlah mahasiswa Kami tidak yang tergabung dalam PANAMA, selain 4 point tersebut PANAMA juga membeberkan ketidakmauan mereka terhadap Presiden Joko Widodo jadi ikut terkena dampak dan imbasnya, karena kelakuan menterinya jelas-jelas melanggar hukum. Berikut 4 poitn penting yang menjadi tuntutan mahasiswa PANAMA, diantaranya:

    Pertama, Kami meminta agar Bapak Presiden Joko Widodo memecat dan menangkap  Rini Soemarno. Kami siap bertahan meneruskan aksi mogok makan, sampai Rini Soemarno betul-betul dipecat dan ditangkap.

    Kedua, Kami siap melakukan aksi besar-besaran atas nama Persatuan Aksi Nasional Mahasiswa (PANAMA) pada tanggal 2 Mei nanti, bertepatan dengan peringatan hari Pendidikan Nasional. Kami sudah melakukan konsolidasi dan komunikasi dengan teman-teman mahasiswa di 45 kota, sekitar 178 kampus, dan kami siap untuk masuk ke Jakarta serentak untuk aksi besar-besaran pada tanggal 2 mei 2016 nanti. Kami berharap Bapak Presiden Joko Widodo memecat dan menangkap Rini Soemarno paling lambat menjelang tanggal 2 mei 2016 nanti, saat kami akan melakukan aksi besar-besaran di Jakarta.

    Ketiga, Kami meminta Bapak Presiden Joko Widodo membawa kembali ke Indonesia, uang sejumlah Rp 11.400 Triliun yang tercatat dalam dokumen Panama Papers, karena uang itu berasal dari Indonesia. Kewajiban pajak atas uang Rp 11.400 triliun itu bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat, untuk membangun sekolah, rumah sakit dan fasilitas umum lainnya untuk rakyat.

    Keempat, Kami meminta agar Bapak Presiden Joko Widodo menyita dan mengusut tuntas asal usul uang Rp 11.400 Triliun itu. Karena sangat bisa jadi, uang yang sangat besar itu adalah hasil korupsi, pencucian uang, uang hasil kejahatan narkoba dan lain-lain yang melanggar hukum. (MJ / PewartaNews)


    Workshop Penulisan PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta, M. Jamil: Berharap Pemda Ikut Andil dalam Mensukseskan Acara Ini

    Ketua Umum PUSMAJA Mbojo Yogyakarta M. Jamil, S.H.
    Yogyakarta, PewartaNews.com – Dalam konteks keindonesiaan, para founding father kita menjadikan tulisan sebagai media perlawanan terhadap penjajah di Ibu pertiwi, bahkan karena tulisanlah, pemikiran-pemikiran mereka masih terus hidup dan bertahan hingga saat ini. Seorang Kartini misalnya, tanpa menulis Kartini tidak akan pernah menjadi apa-apa dan akan terlupakan oleh sejarah. Melalui surat yang sangat fenomenal “Habis Gelap Terbitlah Terang” inilah pemikiran-pemikiran kartini tentang emansipasi perempuan bisa dikenal oleh dunia. Ini menjadi bukti bahwa menulis memiliki peran sangat strategis dalam upaya menyampaikan sesuatu yang khas dan langsung mengena pada objek sasaran.

    Berlandaskan pemikiran diatas, Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta tergerak hatinya untuk mencoba memberi warna budaya baru dalam kancah ke-Mbojo-an yang mana pada umumnya Mbojo dikenal dengan budaya tutur untuk mempertahankan kisah, mitos dan realita hidup masa lampau. Hal yang demikian dikemas dalam bentuk Workshop Penulisan dengan mengangkat tema “Pelembagaan Budaya Menulis: Upaya Mempercepat Pembangunan Dana Mbojo”.  Sejalan juga dengan Visi PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta sebagai wadah bersama untuk mengelola kapasitas sumber daya manusia yang cerdas, profesional, kontributif, demokrasi dan religius.

    Kegiatan Workshop Penulisan ini akan dilaksanakan pada tanggal 23-24 April 2016, bertempat di Gedung Pelatihan Kementerian Dalam Negeri Yogyakarta (Alamat: Jln. Melati Kulon No. 1, Kelurahan Baciro, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta).

    Pemateri yang dihadirkan sangat berkompeten dalam bidangnya, diantaranya; Pertama, Drs. H. Ahmad Luthfie, MA (Wakil Pemimpin Redaksi Koran Kedaulatan Rakyat Yogyakarta) dengan materi penyampaian “Pengantar dan Teknik Menulis”. Kedua, Hasrul Buamona, S.H., M.H. (Penulis, Dosen, Advokat, Mahasiswa Doktor) dengan materi penyampaian “Motivasi dan Kekuatan Menulis”. Ketiga, Eko Prasetyo, S.H. (Direktur Badan Pekerja Sosial “Social Movement Instiute) dengan materi penyampaian “Tulisan sebagai Media Transformasi dan Propaganda”. Keempat, Bambang Sigap Sumantri (Kepala Biro Kompas Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah) dengan materi penyampaian “Tips dan Trik Menulis di Media Massa”. Kelima, Nasrullah Ompu Bana (Direktur Penerbit Lengge Publishing) dengan materi penyampaian “Budaya Literasi untuk Pembangunan Dana Mbojo”. Selain dibekali materi-materi, para peserta langsung digodong untuk melakukan praktek menulis langsung didampingi oleh para pemateri yang bersangkutan.

    Ketua Umum Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta berharap pemerintah daerah, baik pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kota Bima, Pemerintah Kabupaten Bima dan Pemerintah Kabupaten Dompu turut andil dalam mensukseskan acara ini. “Ini merupakan upaya kami untuk membangun budaya menulis pada mahasiswa NTB, terkhusus mahasiswa Mbojo di Yogyakarta, oleh karena itu atasnama pribadi dan atas nama lembaga, saya berharap Pemda NTB, Pemda Kota atau Kabupaten Bima dan Pemda Dompu mau berpartisipasi dalam mensukseskan acara ini, baik secara moril mau pun materiil.” Ucap M. Jamil, S.H. selaku Ketua Umum Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta pada hari Kamis, 14 April 2016 di Yogyakarta.

    Lebih lanjut M. Jamil, S.H. mengatakan, “Acara ini pesertanya untuk mahasiswa Mbojo yang S3, S2, S1 dan D3 di Daerah Istimewa Yogyakarta”.

    Untuk memperlancar berjalannya acara Workshop Penulisan ini, dikoordinir oleh Muhammad Al-Irsyad, S.K.M. selaku ketua panitia penyelenggara dan Nawassyarif, S.Kom. sebagai sekretaris panitia pelaksana.

    Para calon Peserta perlu memperhatikan point-point “Persyaratan Perserta” dan “Persyaratan Tulisan” dan dibawah ini.

    Persyaratan Perserta
    Pertama, Mahasiswa S1, S2, atau S3 yang berasal dari Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu. Kedua, Kuota peserta Workshop Menulis dibatasi maksimal 25 orangKetiga, Calon peserta diharuskan mengirimkan tulisan sebagai pra-syarat menjadi peserta workshop. Keempat, Tulisan yang dikirimkan menjadi salah satu penilaian kelayakan peserta untuk mengikuti kegiatan workshop. Kelima, Peserta yang dinyatakan lulus diharuskan membayar biaya pelatihan sebesar Rp.50.000 (Lima Puluh Ribu Rupiah). Keenam, Peserta harus hadir 15 menit sebelum acara dimulai. Ketujuh, Peserta diharuskan mengikuti semua proses workshop dari awal hingga akhirKedelapan, Peserta yang tidak mengikuti salah satu atau sebagian dari prosesi workshop dinyatakan gugurKesembilan, Panitia berhak mencabut status peserta. Kesepuluh, Konfirmasi keikutsertaan peserta minimal 3 hari sebelum kegiatan Workshop dimulai, jika tidak maka dinyatakan gugur.

    Persyaratan Tulisan
    Pertama, Tulisan membahas topik aktual dan relevan yang terkait dengan Dana MbojoKedua, Tulisan merupakan karya asli, bukan plagiasi, bukan saduran, bukan terjemahan, bukan sekadar kompilasi, bukan rangkuman pendapat/buku orang lain. Ketiga, Hak cipta menjadi karya masing-masing peserta, namun panitia berhak memublikasikannya (baik di media PUSMAJA atau media Partner PUSMAJA) dengan tetap mencamtumkan nama peserta (penulisnya). Keempat, Panjang tulisan 500 - 800 kata (tidak termasuk sampul, judul dan referensi). Kelima, Tulisan ditulis di size kertas ukuran A4 dengan margin normalKeenam, Ketentuan font Tahoma, font Size 12 dan spasi 1,5Ketujuh, Wajib menyertakan data diri (Nama, Asal Daerah, Program Studi dan Kampus, serta Kontak HP/WhatsApp) pada halaman sampul. Kedelapan, Tulisan di kirimkan dalam format file dokumen Rich Text Format (.rtf)Kesembilan, Dikirim ke alamat e-mail PUSMAJA : pusmajambojojogja@gmail.comKesepuluh, Tulisan yang telah dikirim akan dinilai oleh panitia sebagai syarat mengikuti kegiatan Workshop Penulisan. Kesebelas, Calon Peserta yang dinyatakan lolos sebagai Peserta Workshop Penulisan wajib menyerahkan print out tulisannya pada panitia maksimal sebelum Workshop Penulisan dimulai. Keduabelas, Calon Peserta yang tidak dinyatakan lolos, tulisannya tetap berpeluang untuk di publikasikan pada media PUSMAJA atau media Partner PUSMAJA. Ketigabelas, Keputusan  panitia mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

    Bagi Para Donatur yang ingin berpartisipasi mensukseskan acara ini, dapan mendownload Proposal dan Permohonan Donatur acara ini dengan KLIK DISINI. (MJ / PewartaNews)

    Info Workshop Penulisan PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta, Daftar Yuuk!

    Informasi kegiatan Workshop Penulisan Pusat Studi Mahasiswa Mbojo (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta.

    Open Recruitment Keluarga Tagari, Yuuk Mari Daftar!

    Mohon bantuannya untuk SHARE, siapa tahu ada yang berminat untuk bergabung.

    OPEN RECRUITMENT KELUARGA TAGARI....

    Mengundang teman-teman untuk berkontribusi nyata bagi perkembangan adik-adik difabel di Indonesia khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya, melalui sebuah komunitas bernama Komunitas Segenggam Mentari.
    Komunitas Segenggam Mentari (Tagari) Jogja adalah satu dari sekian banyak komunitas anak muda yang fokus terhadap adik-adik difabel, yg ingin membawa masyarakat pada kehidupan yang saling menerima dan berbagi untuk sesama..

    Format pendaftaran:
    Nama#Kota#Pekerjaan#Institusi
    ke Henny 082136582014 (WA atau SMS)

    Pendaftaran paling lambat 25 April 2016.

    Info lebih lanjut mengenai Tagari, bisa dicek di pewartanews.com dan media Tagari lain:
    FP FB: Tagari Jogja
    Twitter: @TagariJogja
    Blog: tagarijogja.blogspot.com

    Mari bersama dalam kebaikan.
    Tunjukkan aksimu bagi negeri!

    Salam,
    Keluarga Tagari

    PANAMA, Mogok Makan Sebagai Bentuk Protes atas Menteri BUMN yang Terduga Terlibat Kasus Panama Paper

    Sejumlah mahasiswa yang melakukan mogok makan, 10 April 2016.
    Yogyakarta, PewartaNews.com – Hari ini Minggu 10 April 2016 sekitar pukul 13.15, Santos, mahasiswa dari Universitas Muhammadyah Yogyakarta bergabung ikut melakukan aksi mogok makan. Sudah 7 orang mahasiswa Panama berkeras melakukan aksi mogok makan, menuntut agar Rini Soemarno dipecat dan ditangkap, karena keikutsertaannya melakukan kejahatan keuangan seperti yang diungkap oleh dokumen Panama Papers.

    Bocornya data dokumen Mossack Fonseca, yang dirilis oleh organisasi wartawan investigasi global bertajuk Panama Papers secara serentak di seluruh dunia pada Senin kemarin, telah menghebohkan dunia. Sebab, berdasarkan data tersebut, diyakini bahwa semua nama-nama yang tercantum dalam Panama Papers itu merupakan pelaku kejahatan berupa penipuan, pencucian uang hasil korupsi dan perdagangan narkoba. Selain dari hasil kejahatan di atas para pelaku jelas-jelas menunjukkan upaya mereka sengaja menghindari pajak di negaranya dengan menumpuk hartanya di perusahaan bebas pajak di luar negeri (offshore).

    Perusahaan Mossack Fonseca ini membantu mereka dalam pencucian uang, menggelapkan pajak dan menghindari sanksi, serta kejahatan lainnya. Hasil investigasi firma hukum asal panama, ditemukan data jumlah uang yang dimiliki oleh 2.961 orang dan Badan Usaha milik orang Indonesia dengan nilai uang sebesar Rp. 11.400 Trilliun. Apa yang ada dalam benak kita dengan uang sebesar itu, yang sarat dengan hasil kejahatan dan pengemplangan pajak yang mestinya dibayar kepada negara? Ada fakta menarik untuk diketahui masyarakat, Pertama Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBNP) tahun 2015 hanya mencapai 1.936 Trilliun, artinya 6 kali lipat lebih besar dari APBNP, uang gelap 11.400 Trilliun tersebut, Kedua hutang Indonesia per 2015 mencapai 4.376 Trilliun. Jika uang gelap tersebut disita oleh Pemerintah Indonesia, dan dipakai untuk membayar hutang maka lunaslah semua dengan masih banyak sisa. Ketiga, jika seluruh uang tersebut dipakai untuk membangun Rumah Sakit dengan biaya 1 Trilliyun maka kita akan memiliki tambahan 11.400 Rumah Sakit. Jika uang itu kita pakai untuk membangun kampus atau sekolah yang lengkap fasilitrasnya, dengan anggaran masing-masing 1 Triliun, maka kita akan memiliki tambahan fasilitas pendidikan 11.400 kampus atau sekolah, dan seterusnya.

    Ditengah kebutuhan proyek pembangunan nasional di tingkat infrastruktur dan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat saat ini tentu saja pemerintah harus tegas untuk menindak seluruh pejabat dan pengusaha serta korporasi yang terlibat dalam skandal Panama Papers  dalam bentuk penggelapan pajak, pencucian uang hasil korupsi dan kejahatan lainnya, dengan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Selain itu, pembahasan terkait kebijakan penerapan pengampunan pajak atau tax amnesty yang sedang dibahas oleh Pemerintah dan Legislatif jangan sampai meloloskan para pelaku kejahatan dan pengemplang pajak.

    Deretan nama beken dunia termasuk Indonesia ikut disebut dalam Panama Papers. Mulai dari politisi, pengusaha nasional, banyak perusahaan Indonesia, hingga pejabat Negara ada dalam daftar itu. Bahkan dalam data dari offshore juga menyebutkan bahwa Menteri BUMN Rini Mariani Soewandi atau sekarang akrab disapa Rini Soemarno juga masuk daftar pengemplang pajak dan melakukan pencucian uang di Negara tax heaven (surga pajak) tersebut. Rini menjadi satu-satunya Menteri yang aktif di kabinet Presiden Joko Widodo, yang masuk dalam daftar ini. Oleh karena itu, Rini Soemarno  sebaiknya mengundurkan dari dari jabatan Menteri karena terbukti telah melakukan kejahatan penggelapan pajak dan pencucian uang. Sama seperti yang telah dilakukan oleh seorang Perdana Menteri (PM) Islandia, Sigmundur David Gunnlaugsson, yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri karena terlibat dalam kasus yang sama. Tiga hari setelah namanya muncul dalam data dokumen Mossack Fonseca, ia kemudian didesak mundur oleh rakyatnya.

    Berikut nama Mahasiswa PANAMA yang melakukan aksi mogok makan sampai saat ini, Pertama, Muhammad Risky, dari Universitas Janabadra. Kedua, Fasya, dari Universitas Widya Mataram. Ketiga, Rido Al-Zam, dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogjakarta. Keempat, Angga/Onggok, dari Universitas Muhammad yah Yogyakarta. Kelima, Riky, dari Universitas Janabadra. Keenam, Uya, dari Universitas Muhammadyah Yogyakarta. Ketujuh, Santos, dari Universitas Muhammadyah Yogyakarta.

    Dengan melihat peristiwa Panama Papers, sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Persatuan Aksi Nasional Mahasiswa (PANAMA), menuntut tiga point besar pada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.  “Dalam kesempatan ini kami atas nama PANAMA (Persatuan Aksi Nasional Mahasiswa) menuntut: Pertama, Meminta Presiden Joko Widodo, Pecat dan tangkap Rini “Panama” Soemarno dari jabatan Menteri BUMN, karena terbukti telah masuk daftar pengemplang pajak dan pencucian uang di Yurisdiksi bebas pajak (Offshore) di Luar negeri. Kedua, Meminta Presiden Joko Widodo Mengusut tuntas data orang Indonesia yang ada dalam dokumen Mossack Fonseca, yang menyebut sebanyak 2.961 orang & badan usaha asal Indonesia dengan nilai uang sebesar Rp. 11.400 Trilliun yang merupakan hasil kejahatan. Ketiga, Meminta Presiden Joko Widodo menyita uang hasil kejahatan 11.400 Triliun tersebut, untuk dipakai membayar hutang Negara dan mensejahterakan rakyat Indonesia.” Begitu bunyi rilis media yang diterima PewartaNews.com pada Minggu, 10 April 2016 di Yogyakarta. [MJ / PewartaNews]

    Tiga Bayangan: Persembahan dari Teater Eska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

    Foto pemain  “Jamais Vu”.
    PewartaNews.com – Banyak cara yang dilakukan oleh para pemuda dan mahasiswa untuk mengekspresikan gagasan mereka untuk mencoba mengabdikan dirinya untuk bangsa Indonesia. Ada yang mengekspresikan dengan ruang-ruang ilmiah seperti diskusi, berdialog, berdemo, bahkan ada yang mengekspresikannya dengan sanggar Teater. Begitu juga yang telah dilakukan para mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang tergabung dalam Sanggar Teater Eska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, keberadaan teater kampus merupakan salah satu wujud kepedulian akan pelestarian seni dan budaya daerah di seluruh Nusantara.

    Pada pentas kali ini Teater Eska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengangkat tema “Tiga Bayangan”. Acara ini mempersembahkan tiga reportoar dari tiga sutradara yang digabungkan dalam satu panggung.masing-masing repertoar berjudul “Jamais Vu” dengan sutradara Jauhara N. Azzadine, “Neosamting (Blues tampa minor Hammornik)” yang disutradarai oleh Muhamad saleh, dan Persoalan Hidup dan Beberapa Pertanyaan Payah” dengan sutradara Lailul Ilham. Tiga repertoar ini menawarkan sudat pandang dalam melihat kenyataan sosial kita hari ini. Tawaran tersebut merupakan bentuj upaya mendialogkan antara gagasan pertunjukan dengan kenyataan yang sedang berlangsung disekitar kita.

    Dengan “Jamais Vu” adalah pertunjukan pertama yang tampil dengan sutradara Jauhara N. Azzadine yang diperankan oleh Nevy, Ahmad Kurniawan, dan Annisa, Ahmad Kurniawan (Vel) berperan sebagai seorang yang terus menyaksikan pengulangan-pengulangan peristiwa dari masa lalu, sekarang dan masa depan. Vel menyatakan bahwa kehidupan ini layakya bialalang waktu yang terus berputar  dan berulang kembali. Mungkin terlihat beda, tapi sebenarnya sama. Ditengah peristiwa yang berulang-ulang velpun sadar ternyata hidupnya hanyalah penantian-penantian yang tak berarti dan sangat membosankan.

    Pertunjukan kedua yang disutradarai oleh Lailul Ilham yaitu “persoalan hidup dan beberapa pertanyaan payah” yang diperankan oleh Efendi, Habib dan abdul Ghofur. Pertunjukan kedua menceritakan tentang ketiga pemain ini yang berasal dari kelas ekonomi yang berbeda-beda. Yang terus-terus berdebat tentang kesiapan dan ketidak siapan dalam menjalani kehidupan.

     Selnjutnya pertunjukan ketiga yaitu berjudul “Neosamting (Blues Tanpa Minor Harmonik)“ karya Muhamad saleh, permainan yang ketiga ini hanya diperankan oleh Dua orang yaitu wahyu dan Neneng. Pertunjukan ketiga ini hanya menampilkan  tokoh plus yang menyia-nyiakan waktu dengan obsesinya untuk menemukan hal-hal baru. Sementara wahyu(min) yang sebagai tokoh yang lain terus menghasilkan karya meskipun tidak baru dan diapun berpikir tidak menyiakan hidupnya yang sementara.

    “Tiga Bayangan” yang dipersembahkan oleh Teather Eska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut di selenggarakan pada hari Sabtu tanggal 02 April 2016 Jam 19:00-21:30 WIB. Penonton begitu rame dan dihadiri oleh orang-orang diberbagai kalangan baik anak muda hingga orang tua.


    Penulis: Siti Hawa
    Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta / Pengurus Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY).

    Berbagi Pengalaman dalam Organisasi OMIP Liberty

    Logo OMIP Liberty.
    PewartaNews.com – Nama saya Siti Hawa, saat ini lagi menempuh studi pada program studi Ilmu Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Di program studi Ilmu Perpustakaan saya masuk ke salah satu organisasi yaitu OMIP Liberty. OMIP (Organisasi Mahasiswa ilmu perpustakaan) Liberty merupakan organisasi yang bergerak dibidang ilmu perpustakaan yang bertujuan untuk meningkatkan kualiatas dan kuntitas khususnya di jurusan ilmu perpustakaan. Organisasi ini tidak dibawah naungan kampus, namun organisasi ini adalah organisasi independen yang tidak terikat dengan lembaga manapun.

    Di dalam organisasi ini mempunyai empat Devisi yaitu:
    Pertama, Devisi FORKIP (Forum Kajian Ilmu Perpustakaan). Divisi ini mempunyai tugas atau fungsi mengadakan kegiatan kajian pembelajaran mata kuliah, terutama untuk mahasiswa yang tidak paham dengan mata kuliah tertentu, bisa belajar bersama FORKIP.

    Kedua, Devisi KECAPI (Kertas Coretan Anak Perpustakaan Dan Informasi). Divisi ini mempunyai tugas atau fungsi menerbitkan bulletin berisi informasi tentang dunia perpustakaan.

    Ketiga, Divisi Kepustakawanan. Bagian job-job lowongan pengolahan perpustakaan. Keempat, Divisi Kewirausahaan. Divisi ini menmpung para anggota OMIP Liberty yang mempunyai jiwa-jiwa wirausaha. Karena Liberty organisasi yang independen, kewirausahaan berfungsi guna mencari dana untuk mensukseskan agenda-agenda yang di rancang oleh kepengurusan OMIP Liberty.

    Setelah memahami OMIP Liberty, saya pun mencoba untuk ikut berkecimpung didalam organisasi ini. Disamping sebagai pengalaman, juga guna memperluas wawasan dalam memahami dunia ilmu perpustakaan sesuai dengan jurusan yang saya emban. Diantara ke empat divisi yang berada di organisasi ini saya mencoba ikut bergabung dalam divisi kewirausahaan, karna saya sangat tertarik dengan devisi kewirausahaan ini, sebab saya berfikir mungkin dengan devisi ini saya bisa belajar tentang bagaimana membangun sebuah usaha dan cara-cara berusaha dengan baik dan benar.

    Setelah lama masuk dalam organisasi ini saya merasa senang karena dalam organisasi ini khusunya devisi kewirausahaan bisa sedikit tahu tentang berusaha. Dalam organisasi ini banyak kegiatan yang saya ikuti salah satunya ialah kunjungan industri ke tempat Bakpia Patok dengan bertujuan untuk mengolah informasi. Karena pustakawan tidaklah cukup hanya mahir dalam memberi label atau hal-hal teknis lainnya, tetapi seorang pustakawan harus pandai berinteraksi dan bekerja sama dengan pihak lain. Meskipun dulu disaat pertama masuk organisasi ini saya merasa malu sebab tidak ada satu oranagpun yang saya kenal karena dalam kelasku IP S1 hanya saya yang masuk dalam organisasi Liberty, yang lainnya pada ikut oganisasi lain dan ada pula yang tidak bergabung dalam organisasi. Meskipun tidak ada satu orangpun yang saya kenal setidaknya saya merasa senang bisa berkenalan dengan mereka, dapat pengalaman baru dan mempunyai teman baru. Biarpun saya tidak terlalu aktif dalam organisasi itu saya merasa sangat senang sekali karena sudah berada dan menjadi bagian organisasi OMIP liberty. Sekian dan terimakasih.


    Penulis: Siti Hawa
    Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta / Pengurus Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY).

    Selamat Ulang Tahun Buat Syarwan

    Syarwan.
    Pewartanews.com – Seorang lelaki lajang  yang menimbah ilmu  di fakultas Universitas Muhammadia Yogyakarta.  Ia dikenal  cerdas, rajin  dan  motivator dari desa Bansalayya, kini  melangkah ke usia 21 tahun. Beberapa  teman-teman dan keluarga dekat memberikan ucapan selamat pada “Syarwan.” Tanggal 21Maret 2016. Selain  cerdas dan nilai KHS-nya yang selalu teratas di kelas, bahkan ia jadi rebutan  para gadis sekelasnya. Namun, ia tetap setia dengan bunga lilih yang dipertaruhkan salama ini Riski Amalia.

    “HBD  Syarwan! cepet pulang ke Makassar  dengan selamat dan jangan lupa bawain baju batik  ya!” ungkapan Ida Daeng Saleh. “Selamat ulang tahun dek cerdas, semoga panjang umur dan semangat kuliah” Alex. “Selamat ulang tahun. Semoga panjang umur, sehat selalu di rantau” ucap Raja.

     “Selamat ulang Tahun  Syarwan, semoga panjang umur dan sukses dirantau. Aamiin.” cetus Hardianti Pattoppoi. “ Panjang umur kakakku sayang, semangat di kota pendidikan ya. Kami menunggumu.” Ujar Irna adikmu.


    Artikel ini ditulis oleh: Nurwahidah, A.Md.
     

    Iklan

    Iklan
    Untuk Info Lanjut Klik Gambar
    Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website