Headlines News :
Home » , , » Hari Ini PANAMA Mulai Lakukan Aksi Mogok Makan Menuntut Menteri BUMN Rini Soemarno Karena Terlibat Skandal Panama Papers

Hari Ini PANAMA Mulai Lakukan Aksi Mogok Makan Menuntut Menteri BUMN Rini Soemarno Karena Terlibat Skandal Panama Papers

Written By Pewarta News on Rabu, 20 April 2016 | 10.27

Yogyakarta, PewartaNews.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Aksi Nasional Mahasiswa (PANAMA) hari ini Rabu, 20 April 2016 melakukan “Aksi mogok makan menuntut pemecatan dan penangkapan Rini Soemarno dari Jabatan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karena terlibat skandal Panama Papers”.

Hari ini aliansi Persatuan Aksi Nasional Mahasiswa (PANAMA) akan kembali melakukan aksi mogok makan total setelah sebelumnya dilakukan di kampus UMY selama 1 Minggu. Aksi Mogok Makan ini melibatkan peserta beberapa mahasiswa diantaranya: Pertama, Angga dari kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kedua, Doni dari kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ketiga, Santos dari kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Keempat, Pram dari kampus Universitas Widya Mataram. Kelima, Edi Manik dari kampus Universitas Teknologi Yogyakarta

“Aksi Mogok Makan yang akan dilaksanakan di halaman DPRD DIY ini 20 April 2016 merupakan bentuk komitmen kami dalam mengawal isu skandal Panama Papers yang sarat dengan kejahatan keuangan seperti yang diungkap dalam data dokumen Mossack Fonseca. PANAMA tetap bertekat terus melanjutkan aksi mogok makan sampai Rini Soemarno di Pecat dan di Tangkap.” Ungkap mahasiswa yang tergabung dalam PANAWA saudara Ferly melalui siaran pers yang diterima PewartaNews.org Rabu, 20 April 2016.

Lebih lanjut, “Sampai saat ini, berita yang kami dapatkan,tercatat Rp 67,4 milliar uang yang dimiliki Rini Soemarno tersimpan di rekening itu dengan status bebas pajak (tax haven), kami percaya jumlah itu masih terlalu kecil. Oleh karena itu, kami mahasiswa PANAMA meminta dengan hormat, agar Bapak Presiden Joko Widodo memecat Rini Soemarno dari posisinya sebagai Menteri”.

Lebih tegas PANAMA mngatakan, “Kami tidak rela pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo dikotori oleh pejabat yang terlibat skandal kejahatan keuangan. Munculnya nama Rini Soemarno dalam  dokumen Mossack Fonseca, membuktikan bahwa selama ini Rini Soemarno, paling tidak adalah seorang Pejabat Negara Pengemplang Pajak. Sangat ironis  jika rakyat miskin saja, selalu harus dibebani biaya pajak oleh pemerintah dengan slogan “orang bijak taat pajak”, namun saat yang sama, ada pejabat pemerintah yang dengan seenaknya menggelapkan kewajiban pajaknya.”

Ada 4 point penting yang menjadi tuntutan dari sejumlah mahasiswa Kami tidak yang tergabung dalam PANAMA, selain 4 point tersebut PANAMA juga membeberkan ketidakmauan mereka terhadap Presiden Joko Widodo jadi ikut terkena dampak dan imbasnya, karena kelakuan menterinya jelas-jelas melanggar hukum. Berikut 4 poitn penting yang menjadi tuntutan mahasiswa PANAMA, diantaranya:

Pertama, Kami meminta agar Bapak Presiden Joko Widodo memecat dan menangkap  Rini Soemarno. Kami siap bertahan meneruskan aksi mogok makan, sampai Rini Soemarno betul-betul dipecat dan ditangkap.

Kedua, Kami siap melakukan aksi besar-besaran atas nama Persatuan Aksi Nasional Mahasiswa (PANAMA) pada tanggal 2 Mei nanti, bertepatan dengan peringatan hari Pendidikan Nasional. Kami sudah melakukan konsolidasi dan komunikasi dengan teman-teman mahasiswa di 45 kota, sekitar 178 kampus, dan kami siap untuk masuk ke Jakarta serentak untuk aksi besar-besaran pada tanggal 2 mei 2016 nanti. Kami berharap Bapak Presiden Joko Widodo memecat dan menangkap Rini Soemarno paling lambat menjelang tanggal 2 mei 2016 nanti, saat kami akan melakukan aksi besar-besaran di Jakarta.

Ketiga, Kami meminta Bapak Presiden Joko Widodo membawa kembali ke Indonesia, uang sejumlah Rp 11.400 Triliun yang tercatat dalam dokumen Panama Papers, karena uang itu berasal dari Indonesia. Kewajiban pajak atas uang Rp 11.400 triliun itu bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat, untuk membangun sekolah, rumah sakit dan fasilitas umum lainnya untuk rakyat.

Keempat, Kami meminta agar Bapak Presiden Joko Widodo menyita dan mengusut tuntas asal usul uang Rp 11.400 Triliun itu. Karena sangat bisa jadi, uang yang sangat besar itu adalah hasil korupsi, pencucian uang, uang hasil kejahatan narkoba dan lain-lain yang melanggar hukum. (PewartaNews)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website