Headlines News :
Home » , , » PANAMA, Mogok Makan Sebagai Bentuk Protes atas Menteri BUMN yang Terduga Terlibat Kasus Panama Paper

PANAMA, Mogok Makan Sebagai Bentuk Protes atas Menteri BUMN yang Terduga Terlibat Kasus Panama Paper

Written By Pewarta News on Minggu, 10 April 2016 | 13.56

Sejumlah mahasiswa yang melakukan mogok makan, 10 April 2016.
Yogyakarta, PewartaNews.com – Hari ini Minggu 10 April 2016 sekitar pukul 13.15, Santos, mahasiswa dari Universitas Muhammadyah Yogyakarta bergabung ikut melakukan aksi mogok makan. Sudah 7 orang mahasiswa Panama berkeras melakukan aksi mogok makan, menuntut agar Rini Soemarno dipecat dan ditangkap, karena keikutsertaannya melakukan kejahatan keuangan seperti yang diungkap oleh dokumen Panama Papers.

Bocornya data dokumen Mossack Fonseca, yang dirilis oleh organisasi wartawan investigasi global bertajuk Panama Papers secara serentak di seluruh dunia pada Senin kemarin, telah menghebohkan dunia. Sebab, berdasarkan data tersebut, diyakini bahwa semua nama-nama yang tercantum dalam Panama Papers itu merupakan pelaku kejahatan berupa penipuan, pencucian uang hasil korupsi dan perdagangan narkoba. Selain dari hasil kejahatan di atas para pelaku jelas-jelas menunjukkan upaya mereka sengaja menghindari pajak di negaranya dengan menumpuk hartanya di perusahaan bebas pajak di luar negeri (offshore).

Perusahaan Mossack Fonseca ini membantu mereka dalam pencucian uang, menggelapkan pajak dan menghindari sanksi, serta kejahatan lainnya. Hasil investigasi firma hukum asal panama, ditemukan data jumlah uang yang dimiliki oleh 2.961 orang dan Badan Usaha milik orang Indonesia dengan nilai uang sebesar Rp. 11.400 Trilliun. Apa yang ada dalam benak kita dengan uang sebesar itu, yang sarat dengan hasil kejahatan dan pengemplangan pajak yang mestinya dibayar kepada negara? Ada fakta menarik untuk diketahui masyarakat, Pertama Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBNP) tahun 2015 hanya mencapai 1.936 Trilliun, artinya 6 kali lipat lebih besar dari APBNP, uang gelap 11.400 Trilliun tersebut, Kedua hutang Indonesia per 2015 mencapai 4.376 Trilliun. Jika uang gelap tersebut disita oleh Pemerintah Indonesia, dan dipakai untuk membayar hutang maka lunaslah semua dengan masih banyak sisa. Ketiga, jika seluruh uang tersebut dipakai untuk membangun Rumah Sakit dengan biaya 1 Trilliyun maka kita akan memiliki tambahan 11.400 Rumah Sakit. Jika uang itu kita pakai untuk membangun kampus atau sekolah yang lengkap fasilitrasnya, dengan anggaran masing-masing 1 Triliun, maka kita akan memiliki tambahan fasilitas pendidikan 11.400 kampus atau sekolah, dan seterusnya.

Ditengah kebutuhan proyek pembangunan nasional di tingkat infrastruktur dan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat saat ini tentu saja pemerintah harus tegas untuk menindak seluruh pejabat dan pengusaha serta korporasi yang terlibat dalam skandal Panama Papers  dalam bentuk penggelapan pajak, pencucian uang hasil korupsi dan kejahatan lainnya, dengan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Selain itu, pembahasan terkait kebijakan penerapan pengampunan pajak atau tax amnesty yang sedang dibahas oleh Pemerintah dan Legislatif jangan sampai meloloskan para pelaku kejahatan dan pengemplang pajak.

Deretan nama beken dunia termasuk Indonesia ikut disebut dalam Panama Papers. Mulai dari politisi, pengusaha nasional, banyak perusahaan Indonesia, hingga pejabat Negara ada dalam daftar itu. Bahkan dalam data dari offshore juga menyebutkan bahwa Menteri BUMN Rini Mariani Soewandi atau sekarang akrab disapa Rini Soemarno juga masuk daftar pengemplang pajak dan melakukan pencucian uang di Negara tax heaven (surga pajak) tersebut. Rini menjadi satu-satunya Menteri yang aktif di kabinet Presiden Joko Widodo, yang masuk dalam daftar ini. Oleh karena itu, Rini Soemarno  sebaiknya mengundurkan dari dari jabatan Menteri karena terbukti telah melakukan kejahatan penggelapan pajak dan pencucian uang. Sama seperti yang telah dilakukan oleh seorang Perdana Menteri (PM) Islandia, Sigmundur David Gunnlaugsson, yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri karena terlibat dalam kasus yang sama. Tiga hari setelah namanya muncul dalam data dokumen Mossack Fonseca, ia kemudian didesak mundur oleh rakyatnya.

Berikut nama Mahasiswa PANAMA yang melakukan aksi mogok makan sampai saat ini, Pertama, Muhammad Risky, dari Universitas Janabadra. Kedua, Fasya, dari Universitas Widya Mataram. Ketiga, Rido Al-Zam, dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogjakarta. Keempat, Angga/Onggok, dari Universitas Muhammad yah Yogyakarta. Kelima, Riky, dari Universitas Janabadra. Keenam, Uya, dari Universitas Muhammadyah Yogyakarta. Ketujuh, Santos, dari Universitas Muhammadyah Yogyakarta.

Dengan melihat peristiwa Panama Papers, sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Persatuan Aksi Nasional Mahasiswa (PANAMA), menuntut tiga point besar pada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.  “Dalam kesempatan ini kami atas nama PANAMA (Persatuan Aksi Nasional Mahasiswa) menuntut: Pertama, Meminta Presiden Joko Widodo, Pecat dan tangkap Rini “Panama” Soemarno dari jabatan Menteri BUMN, karena terbukti telah masuk daftar pengemplang pajak dan pencucian uang di Yurisdiksi bebas pajak (Offshore) di Luar negeri. Kedua, Meminta Presiden Joko Widodo Mengusut tuntas data orang Indonesia yang ada dalam dokumen Mossack Fonseca, yang menyebut sebanyak 2.961 orang & badan usaha asal Indonesia dengan nilai uang sebesar Rp. 11.400 Trilliun yang merupakan hasil kejahatan. Ketiga, Meminta Presiden Joko Widodo menyita uang hasil kejahatan 11.400 Triliun tersebut, untuk dipakai membayar hutang Negara dan mensejahterakan rakyat Indonesia.” Begitu bunyi rilis media yang diterima PewartaNews.com pada Minggu, 10 April 2016 di Yogyakarta. [MJ / PewartaNews]

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website