Headlines News :
Home » » Tangis Kereta

Tangis Kereta

Written By Pewarta News on Jumat, 29 April 2016 | 02.32

Haerul H.
Hampir seluruh malam bersama sunyi. Bermain dengan kesendirian bayang-bayang. Melalap gelap bagai bara dalam arang. Bersama keringat mengalir diatas dingin pori-pori.

Buku buku ini sepertinya tak mampu berlari dari sepi.
Selalu setia mencari hitamnya dunia yang telah hitam dalam hitam.
Seperti rembulan tak sudi jika pagi menyambut mentari.
Halaman demi halaman ber-erotika lunglai gemulai.

Masih saja mata tak bisa terpejam.
Teks-teks tak henti melambai-lambai dalam jeruji.
Teks-teks krempeng bagai busung lapar yang perutnya membuncit seperti  perut koruptor.
Tangisnya lunglai seperti tangis kereta malam yang mengaung-ngaung di udara malam Jogja.

Tak peduli pagi kan merebut malam, teks-teks ini harus dibebaskan dari tangisnya.
Ideologi-ideologi mesti disatukan
Borjuis-borjuis mesti dipanggan sebagai santapan tuhan.

Wahai kamu teks-teks, menyatulah dalam pikir dan zikir.
Mendogmalah dalam hati, raga dan jiwa. Jangan biarkan kantuk merebut malam, jangan biarkan pagi menyapa mentari.


Tugu Jogja 2016
Karya: Haerul H,
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website