Headlines News :
Home » , » Tiga Bayangan: Persembahan dari Teater Eska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Tiga Bayangan: Persembahan dari Teater Eska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Written By Pewarta News on Kamis, 07 April 2016 | 11.05

Foto pemain  “Jamais Vu”.
PewartaNews.com – Banyak cara yang dilakukan oleh para pemuda dan mahasiswa untuk mengekspresikan gagasan mereka untuk mencoba mengabdikan dirinya untuk bangsa Indonesia. Ada yang mengekspresikan dengan ruang-ruang ilmiah seperti diskusi, berdialog, berdemo, bahkan ada yang mengekspresikannya dengan sanggar Teater. Begitu juga yang telah dilakukan para mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang tergabung dalam Sanggar Teater Eska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, keberadaan teater kampus merupakan salah satu wujud kepedulian akan pelestarian seni dan budaya daerah di seluruh Nusantara.

Pada pentas kali ini Teater Eska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengangkat tema “Tiga Bayangan”. Acara ini mempersembahkan tiga reportoar dari tiga sutradara yang digabungkan dalam satu panggung.masing-masing repertoar berjudul “Jamais Vu” dengan sutradara Jauhara N. Azzadine, “Neosamting (Blues tampa minor Hammornik)” yang disutradarai oleh Muhamad saleh, dan Persoalan Hidup dan Beberapa Pertanyaan Payah” dengan sutradara Lailul Ilham. Tiga repertoar ini menawarkan sudat pandang dalam melihat kenyataan sosial kita hari ini. Tawaran tersebut merupakan bentuj upaya mendialogkan antara gagasan pertunjukan dengan kenyataan yang sedang berlangsung disekitar kita.

Dengan “Jamais Vu” adalah pertunjukan pertama yang tampil dengan sutradara Jauhara N. Azzadine yang diperankan oleh Nevy, Ahmad Kurniawan, dan Annisa, Ahmad Kurniawan (Vel) berperan sebagai seorang yang terus menyaksikan pengulangan-pengulangan peristiwa dari masa lalu, sekarang dan masa depan. Vel menyatakan bahwa kehidupan ini layakya bialalang waktu yang terus berputar  dan berulang kembali. Mungkin terlihat beda, tapi sebenarnya sama. Ditengah peristiwa yang berulang-ulang velpun sadar ternyata hidupnya hanyalah penantian-penantian yang tak berarti dan sangat membosankan.

Pertunjukan kedua yang disutradarai oleh Lailul Ilham yaitu “persoalan hidup dan beberapa pertanyaan payah” yang diperankan oleh Efendi, Habib dan abdul Ghofur. Pertunjukan kedua menceritakan tentang ketiga pemain ini yang berasal dari kelas ekonomi yang berbeda-beda. Yang terus-terus berdebat tentang kesiapan dan ketidak siapan dalam menjalani kehidupan.

 Selnjutnya pertunjukan ketiga yaitu berjudul “Neosamting (Blues Tanpa Minor Harmonik)“ karya Muhamad saleh, permainan yang ketiga ini hanya diperankan oleh Dua orang yaitu wahyu dan Neneng. Pertunjukan ketiga ini hanya menampilkan  tokoh plus yang menyia-nyiakan waktu dengan obsesinya untuk menemukan hal-hal baru. Sementara wahyu(min) yang sebagai tokoh yang lain terus menghasilkan karya meskipun tidak baru dan diapun berpikir tidak menyiakan hidupnya yang sementara.

“Tiga Bayangan” yang dipersembahkan oleh Teather Eska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut di selenggarakan pada hari Sabtu tanggal 02 April 2016 Jam 19:00-21:30 WIB. Penonton begitu rame dan dihadiri oleh orang-orang diberbagai kalangan baik anak muda hingga orang tua.


Penulis: Siti Hawa
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta / Pengurus Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY).

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website