Headlines News :
Home » , , » Deteksi Penyakit Melalui Pola Makan dan Kebiasaan Hidup

Deteksi Penyakit Melalui Pola Makan dan Kebiasaan Hidup

Written By Pewarta News on Kamis, 09 Juni 2016 | 11.16

Nurwahidah, A.Md.
PewartaNews.com – Sehat itu mahal, dan setiap orang menginginkan sehat baik jasmani dan rohani. Deteksi penyakit secara alami  tidak hanya diketahui konsultasi langsung dengan dokter. Hal tersebut  dapat diketahui melalui makanan yang kita komsumsi. Jika semua jenis makanan yang kita komsumsi secara seimbang maka kondisi tubuh akan tetap  terjaga. Kualitas makanan yang kita komsumsi setiap hari tetap dijaga baik dari karbohidrat, protein, vitamin dan lemak. Berikut ini meneurut  B. Mahendra  makanan yang kita komsumsi dan ternyata berefek jika dibiasakan bagi tubuh kita, diantaranya:
Pertama, Nasi dan Sayuran Matang. Jika anda terbiasa memakan nasi, buncis dan  sayuran  yang dimasak matang memiliki sistem metabolisme, fisik dan mental yang harmonis. Namun cenderung memiliki gangguan di perut.

Kedua, Sayuran Mentah dan Setengah Matang. Tahukah anda seseorang yang sering mengkomsumsi sayur-sayuran, terutama sayuran setengah matang atau mentah, akan berhadapan dengan gangguan penyakit Kulit, pernapasan, sistem eksresi, serta usus.

Ketiga, Buah, Sayur, dan Kacang Berlebih. Kelebihan komsumsi  buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan dapat menyebabkan kerusakan usus, fungsi percernaan, dan  organ reproduksi.

Keempat, Susu dan Olahannya. Jika anda gemar komsumsi berbagai  produk susu cenderung memilki gangguan di kulit, jantung, sistem sirkulasi, hati, limpa kecil, empedu, serta sistem reproduksi yang berpotensi menjadi kista, tumor atau kanker.

Kelima, Daging. Kelebihan  komsumsi daging dapat menimbulkan gangguna di jantung, sistem sirkulasi, usus kecil, serta pencernaan yang berpotensi menjadi tumor dan kanker.

Keenam, Makanan Manis. Komsumsi lebih jenis  makanan  ini dapat menyebkan penyakit schizophrenia, obesistas, diabetes serta gangguan pada kulit, organ sensorik, sistem saraf, sistem  pencernaan, ginjal, sisrem eksresi juga kelemahan sistem reproduksi.
Ketujuh, Rempah-Rempah. Ternyata kelebihan komsumsi rempah-rempah dan stimulan dapat menyebabkan gangguan tekanan darah, jantung, ginjal, serta sistem eksresi.

Makanan yang kita kensumsi setiap hari  sebelum dikunyah harus dilihat secara detail bagaimana efeknya bagi kesehatan kita. Adapun cara mendeteksi penyakit melalui kebiasaan hidup, diantaranya sebagai berikut:
Pertama, Merokok. Merokok merupakan kebiasaan hidup  yang dianggap lumrah, tidak hanya lelaki jadi korban. Namun,  sebagian perempuan  suka merokok bahkan anak dibawah umur pun ikut meramaikan. Mereka  mengatahui bahwa  bahaya rokok sangat tinggi. Kesadaran yang kurang ditanam sehingga penjualan rokok masih terjual bebas di sana-sini.

Pernah saya mewawancarai seorang bapak petani dari pelosok desa. “Kenapa bapak tidak berhenti merokok? Padahal sangat berasiko bagi kesehatan dan akan muncul penyakit jantung koroner,  serangan struk, kanker mulut, tenggorokan, kantung kemih, pangkreas, asma, paru-paru dan rusaknya pembuluh darah ke otak. Lebih baik mencegah daripada mengobati pak.” Dengan santainya bapak tersebut menjawab “Merokok mati, tidak merokok tetap mati.”   Saat itu saya hanya menggeleng-geleng kepala.

Seharusnya pemerintah melakukan tindakan  segera memusnahkan  pabrik rokok agar rakyatnya tidak mati binasa. Berhenti merokok bukan hal yang mudah. Namun, saat ini ada banyak cara dan program yang dapat membantu berhenti merokok. Jika seseorang sudah  menyadari bahaya dari rokok  dan masih  kecanduan, bisa meminta bantuan dokter dan dari kesadaran diri sendiri.

Kedua, Mendengkur. Tahukah anda bahwa tidur mendengkur sudah menjadi kebiasaan hidup yang buruk. Penyebab terjadinya dengkuran adalah penyempitan saluran napas. Jika kebiasaan mendengkur cenderung memiliki gangguan di jantung dan otak. Jika jangka panjang kebiasaan ini dapat mengakibatkan stroke,  dan darah tinggi.

Ketiga, Begadang. Begadang  memberikan kepuasan tersendiri bagi sebagian orang.  Kebiasaan ini adalah suatu hal yang susah untuk diubah,  seperti menonton sepak bola hingga larut malam. Mengerjakan tugas kampus, skripsi,  bahkan laporan akhir bulan. Tahukah anda bahwa kebiasaa begadang akan memicu timbulnya berbagai penyakit yang di sebabkan rusaknya sistema imun. Tubuh seharian beraktivitas  ada  baiknya jika kita harus menjaga kesehatan.

Waktu paling baik untuk tidur pada malam hari adalah antara tujuh sampai delapan jam sehari. Orang yang terbiasa tidur kurang dari enam jam setiap harinya beresiko 48% mengidap penyakit jantung, hipertensi, obesitas serta meninggal di usia muda karena serangan stroke.  Sedangkan orang yang tidur lebih dari sembilan jam setiap harinya merupakan gejala awal terjadinya gangguan kesehatan. Jadi lebih baik Anda tidur secara seimbang antara tujuh sampai delapan jam, tidak kurang  dan tidak lebih karena pengaruhnya yang besar bagi kesehatan tubuh Anda.


Penulis: Nurwahidah, A.Md.
Alumni AMA Yogyakarta jurusan Manajemen Obat dan Farmasi. Email: nurwahidah854@yahoo.com.

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website