Headlines News :
Home » , » Memilih Pasangan Bukan Dari Masa Lalunya

Memilih Pasangan Bukan Dari Masa Lalunya

Written By Pewarta News on Kamis, 09 Juni 2016 | 11.00

Nurhaidah.
Banyak orang yang bertanya pada saya.
Mengapa kamu harus memilikinya?
Mengapa kamu harus mencintainya?
Mengapa kamu merusak nama kamu karnanya?
Dan mengapa kamu rela berkorban kebahagiaan mu didepan mata deminya?
Yang sebenarnya kamu tidak pantas dan tidak cocok dengannya, karena kamu lebih cocok dengan orang-orang sholeh yang sesuai dengan kamu, konon katanya kamu adalah seorang wanita yang baik dan sholehah, tidak terlalu suka dengan tata cara hidup yang di iringi dengan masalah.

Lalu dengan singkat saya mencoba untuk menjawabnya, “Ia Itulah Tuhan”.

Saya tidak bisa mengelahkan ciptaan tuhan, saya memang tidak terlalu suka dengan yang namanya pacaran karna itu hanya tuntutan jaman, saya merasa diri saya tak lebih dari pada orang-orang yang sering berkeliaran dijalan, karena saya adalah ciptaan Tuhan yang memang harus mendapatkan penilaian yang sederhana, yang kelewatan dan bahkan penilaian yang sangat tidak wajar untuk saya dengar. Tapi kalau seandainya saya mengelakan ujian dari Tuhan berarti saya sudah gagal sebagai hambanya.

Jika kita berbicara tentang pantas atau tidaknya itu hanyalah tuhan yang berhak memihak semuanya. Jadi jika kita berbicara tentang sholeh atau sholehannya pasangan itu adalah suatu konteks yang sangat sempurna jika kita kaitkan dalam mengkaji teori/konteksnya. Tetapi dalam diri seseorang yang sholeh belum tentu ia memiliki jiwa yang sangat besar untuk memperbaiki dirinya karena ia merasa dirinya paling hebat dan paling sempurna dimata manusia, yang walaupun sebenarnya tak sesuai dengan apa yang kita lihat. Jadi mereka menilai orang yang tidak pernah melakukan hal baik yang diperintahkan Tuhan seperti puasa, mengaji, dan lain-lainnya itu adalah orang yang sangat hina dan sangat tidak pantas untuk kita dekati dan bahkan tidak pantas untuk dijadikan imam. Nah jika kita merasa diri orang baik dan ciptaan tuhan dan makhluk ciptaannya maka apa salahnya kita saling mendekati dan saling mengingatkan antara satu dengan yang lainnya karna bagi saya itu suatu hal yang wajib dan perlahan ia akan menyadarinya sendiri, karena tak mungkin orang hina ingin menjerumus suatu lubang yang sama.

Dalam hidup saya prinsip harus selalu ada, karena prinsip-lah yang menguatkan diri sampai dengan detik ini. Tanpa menanamkan suatu prinsip hidup tidak begitu harmonis, karna itu adalah suatu keharusan yang sebenarnya wajib ada pada diri manusia.

Sebenarnya kalau memilih pasangan harus sesuai dengan diri kita, karena kalau kita memilih pasangan yang sering melakukan ini itu apalah namanya itu sangat tidak pantas untuk kita yang jarang dan bahkan tidak pernah melakukan hal-hal yang seperti ini itu. Untuk apa meliki dia toh masih banyak yang lebih baik darinya, hanya saja kita menyempitkan pemikiran kita bahwa dunia ini sekecil atau sehelai daun kelor “konon kata mereka seperti itu” karna mereka berhak menilai tetapi tidak berhak untuk menuntut menjadi pasangan orang lain.

Dengan senyuman yang termanisku menjawabnya. Sebenarnya dalam hidup saya tidak ingin menutut siapapun yang pernah melakukan hal-hal yang sangat di larang tuhan, karna yang saya ketahui hanya tuhan dan dialah yang tau sebab dan akibatnya, karena dalam diri saya tidak ingin tau apa masa lalunya, seburuk apa masa lalunya, nah disini saya mencoba untuk memilih ciptaan tuhan bagaiman ia memperbaiki masa lalunya itu dengan masa depan yang lebih baik dan cerah. Karna yang berhak menuntut kita adalah sang pemilik “keabadian” yaitu Tuhan.

Beberapa orang yang mengatakan jika dalam mimilih pasangan jangan hanya melihat masa lalunya yang begitu buruk, akan tetapi bagaimana kita bisa memperbaiki masa lalunya yang begitu buruk menjadi lebih baik dan sempurna dimata Tuhan. Karena yang berhak kita sempurna kan hidup kita adalah hanya kepadanya sang agung pemilik dunia yang abadi.

Hidup yang paling abadi adalah mensyukuri nikmat Tuhan sebaik dan seburuk apapun itu karna semuanya pasti memiliki konsekuensinya masing-masing, apapun itu namanya termasuk dalam memiliki pasangan yang dimata masyarakatnya tidak sesuai dengan kita. Hidup tidak selalu menuntut orang baik, namun hidup itu harus benar-hidup dinikmati bagaimana hidup itu harus selalu memiliki cerita entah itu buruk ataupun baik. Karna kita hanyalah ciptaan Tuhan yang jika memiliki kesalahan akan berusah untuk memperbaikinya lebih dari yang kita duga, itulah mengapa dalam hidup saya tidak berhak untuk menuntut pasangan yang pernah melakukan kesalahannya.

Orang selalu katakan dan berhak menilai ini dan itu tentang kita. Tetapi bagaimana kita untuk menanggapinya ini dan itu yang mereka nilai. Dalam sebuah kehidupan memiliki cerita itu harus karna itu salah satu keharmonisan dalam hidup kedepannya, bagimana ia bisa menilai, menjalani dan bahkan menikmatinya, tetapi apakah ia mampu untuk memperbaikinya “ia jelas mampu”, karna kalau tidak mampu maka ia adalah salah satu ciptaan Tuhan yang hanya miliki jiwa di dunianya yang sangat buruk saja tidak ada dalam dirinya untuk memperbaiki hidupnya kedepan.

Orang-orang hanya bisa menilai bahwa saya adalah ciptaan Tuhan yang sangat baik, sempurnah jika dalam menjadikan pasangannya, bagi saya itu hanya sekedar penilaian dimana saya yang sebenarnya tidak ada yang mengetahui kesalahan dan bahkan dosa besar yang saya pernah lakukan untuk tuhan, karena yang berhak tau hanya saya dan tuhanlah dan begitupun sebaliknya.

Seorang itu mengatakan sangat tidak pantas jika kamu memilih aku, karna “aku orang yang sangat hina dimata manusia dan Tuhan” lalu saya menjawabnya “lebih-lebih saya yang tidak pernah tau apa yang sebenarnya Tuhan ciptakan dan tidak mensyukuri apa yang ia berikan”. Seseorang itu langsung terharu, dan ia memiliki jiwa yang tangguh untuk memperbaiki hidupnya kedepan.

Yang menjadi panutan hidup saya adalah melihat bagaimana caranya ia bertahan dan perlahan tapi pasti ia akan memperbaiki masa lalunya yang sangat buruk menjadi lebih baik untuk kedepannya, karna ia berhak untuk menikmati hidup yang sangat mewah dan indah baik di mata manusia lebih-lebih di mata Tuhan. Jika ia memiliki jiwa yang besar lalu mengapa kita harus mengabaikan ciptaan tuhan itu sama halnya dengan kita tidak mensyukuri apa-apa yang telah Tuhan ciptakan.

Semoga kita adalah salah satu hamba Allah yang memiliki rasa ingin menempati syurga yang Tuhan siapkan. Aamiiin.
Semoga berkah. Wallahuaalam.


Yogyakarta, 12 Mei 2015
Karya: Nurhaidah
Mahasiswa Seni Rupa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta / Srikandi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY).
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website