Headlines News :
Home » , , » Fenomena Penggunaan TIK Sebagai Wabah Atau Peluang Bagi Pelajar

Fenomena Penggunaan TIK Sebagai Wabah Atau Peluang Bagi Pelajar

Written By Pewarta News on Minggu, 21 Agustus 2016 | 08.43

Nawassyarif, S.Kom.
PEWARTAnews.com – Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai modal sangat besar diarahkan untuk mampu membangun nilai-nilai baru kehidupan bermasyarakat terutama pelajar untuk menjadi lebih produktif, lebih cepat, lebih cermat, lebih hemat dalam mengelola dan mengoptimalkan berbagai sumberdaya, kebermanfaatan berbagai jenis teknologi, mencipta nilai-nilai baru dengan memanfaatkan potensi biologis, psikologis dan sosial diri mereka bukan malah terjerumus dalam kenyamanan, inovasi dan kecangihan teknologi.

Perlu kita bangkit bersama-sama dengan penuh kesadaran mengarahkan masyarakat pelajar menjadi sibuk melakukan hal-hal yang baik dengan cara yang benar menggunakan TIK sebagai pendukung kegiatan produktif. Tidak menjadi wabah baru untuk jadi pemalas, cepat cacat mata dan cacat anggota tubuh lainnya, maraknya tindakan kriminal, akses pornografi yang melaja lela, propokatif yang menyebabkan kericuhan karna tidak memahami kebermanfaatan, standar dan peraturan penggunaan TIK. Bahkan hanya sebatas bersenang-senang di media TIK seperti banyak diantara kita lebih tanpa sadar banyak menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dari pada melakukan hal-hal untuk mencapai produktifitas dan melakukan hal-hal yang produktif untuk diri kita sendiri maupun untuk perubahan sosial. Jangan sampai kita terlena dalam kenyamanan, tantangan inovasi game online dan kecangihan teknologi.

Contoh penggunaan : Pokemon Go, Dotta, dan Media Sosial yang berlebihan tanpa mengenal waktu.

Keberhasilan dalam peletakan pondasi pendidikan dapat dipastikan menjadi penyebab utama perilaku etik-produktif masyarakat pendidikan. Praksis pendidikan perlu mengedepankan subyek dasar pendidikan adalah persoalan anak manusia dengan seluruh interaksi visi dan misi kehidupannya bersama lingkungan terkendali yang dihadapinya. Praksis pendidikan dimanapun di belahan bumi ini adalah praksis berkehidupan yang terbuka terhadap berbagai bentuk sistem nilai dan keyakinan yang saling terhubung antara kelompok masyarakat yang satu dengan masyarakat belahan bumi yang lainnya melalui akses TIK yang semakin cepat dan semakin gampang. Karena akses yang terbuka dan akan selalu semakin terbuka akibat perkembangan TIK perlu ditanggapi dengan serius maka peranan instansi terkait, guru, dosen, orang tua, tokoh agama dan tokoh masyarakat menjadi sangat penting dalam meletakkan pondasi pendidikan yang utuh dan benar dalam menata dan membangun masa depan kosmos.

Sleman DIY, Minggu  21 Agustus 2016.


Penulis: Nawassyarif, S.Kom.
Mahasiswa Program Pascasarjana Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika dan Informatika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Share this post :

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website