Headlines News :
Home » » Puisi: "Miskin di Negeri Kaya"

Puisi: "Miskin di Negeri Kaya"

Written By Pewarta News on Sabtu, 06 Agustus 2016 | 01.21

Agus Salim.
Negeri ini adalah negri yang kaya
Bangsa ini adalah bangsa yang kaya
Kaya., akan budaya dan bahasa
Suku dan agama
Dan bahkan, bumi, air dan yang terkandung di dalamnya
Tetapi, rakyatnya hidup dalam kemiskinan
Pemilknya dalam kemelaratan
Ahli  warisnya justru menjadi budak di atas tanah leluhurnya

Aduhai...
Negeri yang kaya tapi miskin
Kaya segalanya tapi miskin seluruhnya
Cobalah saksikan para tukang becak, Kusir, dan Supir-supir taksi
Tiada pagi, tiada siang, dan tiada malam
Silih bergantinya malam dan siang sama saja bagi mereka

Mereka mendayuh becaknya, menggiring kudanya, dan menyetir mobil taksinya
Sedang tupangannya adalah wisatawan asing yang terlihat konglomerat
Tetapi, sesungguhnya mengemis di negri ini

Tidakkah kau saksikan?
Para pengemis, anak terlantar, pemulung,
Dan orang-orang tua renta tiada terurus di pinggiran jalan-jalan kota

Mereka adalah ahli waris kekayaan negri ini
Tetapi mengapa mereka hanya menjadi penonton
Budak dan bahkan seperti sampah yang terbuang?
Sedangkan tuan-tuan mereka adalah tamu-tamu mereka sendiri
Sungguh aneh, lucu, konyol, gila, biadab...bukan?

Tuan rumah menjadi budak dan sampah di rumahnya sendiri
Miskin dan melarat di atas kekayaannya yang melimpah
Anak-anak mereka terbuang di dalam istana sendiri
Mereka miskin, melarat, terbuang, dan menjadi budak di atas kekayaannya sendiri
Itu semua terjadi di negri ku ini.


Penulis: Agus Salim / Agus Mechi Angi
Mahasiswa Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta / Pemerhati Sosial pada Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY).

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website