Headlines News :
Home » » Puisi: “Pekat”

Puisi: “Pekat”

Written By Pewarta News on Sabtu, 06 Agustus 2016 | 03.28

Nurul Kiftiah.
Disudut kamar dekat belukat pekat
Tersamar bayang masa lalu dan tanda tanya
Hati mencoba menebak
Mampukah raga serasa terisolasi

Terombang ambing diantara dimensi dan harapan yg imaji
Tiba tiba saja bayang itu tawarkan senyum
Memaksa tangan ku kedunia refraksi
Bagiku ini luar biasa aneh

Hei, sadar kah kau getaran ini sangat mengganggu
Begitu mengganggu hingga aku terpaku

Terpojok dalam lamunan penuh kenangan
Memecah tangis memaksa pejamkan mata
Tanya ku selalu mencuri tau

Cukup bayang mu saja, bisakah kamu cabut duri dari hatiku
Atau menindih nya semakin dalam menyayat.
Hingga hati ku seolah mati rasa
Agar terlihat persis seperti luka
Lepaskan belenggu rindu ini
Yang bertahun menyelimuti

Selimut abiogenesis dalam hati
Tumbuh memeluk  malam ku
Jadikan aku bagian dri referensi hidup mu
Yang berpedoman pada rasa tulus mu
Meski mustahil jadi pemenang hatimu
Setidaknya ada sedikit harapan
Untuk katakan
Aku maunya kamu
Itu saja


Samarinda, 6 Agustus 2016
Karya: Nurul Kiftiah
Mahasiswa Ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta / Srikandi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website