Headlines News :
Home » » [Cerpen] Ia Bernama Mardalan

[Cerpen] Ia Bernama Mardalan

Written By Pewarta News on Minggu, 30 Oktober 2016 | 21.59

Agus Sujadi.
PEWARTAnews.com – Berbulan-bulan Mardalan kesasar. Sesuai ramalan bapaknya. Ketika ia dilahirkan, Mardalan keluar dr rahim ibunya hampir salah “jalan”. “Nang! Bukan itu jalannya. Yg depan!” Teriak bapaknya sewaktu dukun bayinya memberitahu detik-detik keluarnya Mardalan dari alam rahim menuju alam dunia. Oleh karena itu, sang bapak memberi nama kata ‘dalan’ yang berarti jalan. Bapaknya takut kelak sewaktu berlayar di dunia ia tersesat.

Kini, selama berbulan-bulan ia kesasar. Meskipun sebelumnya, ia menganggap jalannya sudah pas. “Maaf, Yi. Ilmu yang jenengan kasih ternyata masih belum bisa manfaat dan banyak yang kusalahgunakan.” Renungnya dalam hati sesaat ditengah kesasarnya itu.

***

Sore semakin ditinggalkan senja dan udara-udara sekitarnya mulai beruban. Matanya mulai kehilangan cahaya, Mardalan semakin tidak tahu arah. Hanya cahaya kecil tampak dipucuk cakrawala pandangnya. Ada sebuah gardu dengan lampu 2 watt.

Tatapannya lurus. Ia menghampiri cahaya mungil itu. Tampak olehnya seseorang, namun tak jelas jenisnya, lelaki/perempuan. Langkah kakinya menciptakan irama-irama yang berpadu dengan dengung suara alam yang menciptakan melodi-melodi kesendirian. Sesampainya, “Permisi, jalan utama daerah sini kemana ya?” Tanya Mardalan dengan nada ragu-ragu.

“Kearah sana le. Ndak jauh dari sini, nanti ikuti jalan yang besar saja.” Jawabnya dengan nada lirih dan masih belum jelas apa itu lelaki/perempuan.

“Makasih njeh.” Tutup singkat Mardalan.

Ragu-ragu kakinya mengarah. Ia teringat wejangan ibunya. “Semua hal itu jalan le. Tapi tidak semua jalan bisa kita lalui. Itu hanya pilihan. Mau resiko atau yang enak.” “Apakah bisa aku lalui jalanan gelap ini?” Kata hati Mardalan. Namun, apa boleh buat. Ia harus tetap menemukan jalan utama dari kesasarnya.


Penulis: Agus Sujadi
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website