Headlines News :
Home » » [Puisi] Angin Pantai

[Puisi] Angin Pantai

Written By Pewarta News on Senin, 17 Oktober 2016 | 07.05

Nurul Kiftiah.
Perlahan datang dari Selatan
Lemah memang terasanya
Tapi sejuknya menguasai daratan
Angin laut tak pernah membenci angin meski kadang selalu bertabrakan

Meski kadang manusia tak pernah berfikir rahasia dibalik Angin Pantai dan ombaknya

Kenapa manusia harus sombong diatas tanah jika tangkai Cemara yang gugur saja tak pernah membenci angin .
Daun kering di pasir basah tidak pernah menyesal kala angin pantai memisahkannya dengan tangkai.

Sang penguasa langit pun tidak pernah membuat darah mengalir dari pepohonan meski beribu kali kehilangan daunnya
Meski berapa kali harus menahan hempasan  angin
Pun Sang Penguasa laut tidak pernah membuat karang karang laut bosan menghadapi ombak jahil yang tidak pernah diam untuk menguasai laut.

Lalu apa yang mesti disumbangkan manusia hingga tak ingin saling memandang dalam keteduhan
Toh manusia lebih lemah dibandingkan batu karang
Walau sebenarnya manusia lebih hina daripada tanah-tanah basah yang rela tergilas kaki manusia yang tak pernah sadar dirinya hanya ciptaan yang rendah
Tidak lebih rendah dari angin pantai yang membelai lembut diwajah mulus mu.

Lalu,
Nikmat Tuhan mu yang manakah yang kau dustakan?

Bukan kah angin pantai ini menyadarkan kita?

Bantul-Yoogyakarta, 16 Oktober 2016
Karya: Nurul Kiftiah
Pengurus Forum Intelektual Muda Ncera Yogykarta (FIMNY).


NB: 
Tulisan ini tercipta dalam kesejukan angin pantai "Pelangi Parangtritis, Bantul, Yogyakarta" saat Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Forum Intelektual Muda Ncera Yogykarta (FIMNY) 2016.
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website