Headlines News :

    Like Fun Page Kami

    Bencana Kota Ku

    Kondisi Bima beberapa hari setelah Banjir. [foto: KEPMA]
    Negeri ini terlalu indah untuk ku pandang
    Lautan, gunung, pepohonan nan rindang
    Mengapa bencana datang tiada henti
    Melanda negeri yang indah ini

    Melanda kota Bimaku yang berteman
    Kota tepian airku

    Terasa ada yang hilang dari kotaku
    Suasana damai dan romantis terasa membeku
    Masyarakat kotaku telah terbujur kaku
    Sedih telah menjadi kesedihanku

    Ada yang salah dengan kotaku
    Sehingga alam telah murka
    Ada yang salah dengan do'a dan sujudmu
    Akhirnya kita yang menderita

    Tuhanku
    Dalam termenung
    Kami masih menyebut Nama-mu

    Tuhanku
    Kotaku telah hilang bentuk
    Tercincang oleh cobaanmu
    Hati kami telah remuk

    Tuhanku
    Kami hanya bisa berdoa
    Memohon ampun dan lindungan-Mu


    Yogyakarta, 28 Desember 2016
    Karya : Muh. Zulfiqri Syahmat
    Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) /Anggota Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta.

    Bangkitlah Bimaku

    Bantuan yang akan disalurkan di Bima.
    PEWARTAnews.com – Sejarah baru sudah tercatat, cerita baru sudah dimulai, dan kenangan barupun sudah dirasakan, pada tangal 21 dan 23 Desember 2016 telah terjadi Banjir Bandang yang begitu dahsyat hingga meneggelamkan kota Bima, kota Bima dikenal kota yang ramah, kota Bima dikenal dengan kota berteman, kota Bima dikenal dengan kota bersih, tapi kini kota Bima telah berubah menjadi kota lumpur. Banjir bandang sudah mengubah segalanya. Banjir bandang sudah menjadi sejarah dan kenangan pahit buat kami rakyat Bima. Sejarah pahit ini tidak pernah akan terlupakan oleh rakyat Bima. Walau kenangan pahit yang dirasakan oleh rakyat Bima, tetapi rakyat Bima punya mental yang kuat, punya jiwa yang kuat, dan punya psikologis yang tangguh untuk mengahadapi segalanya.

    Kami tahu ini adalah ujian dari Tuhan Sang Maha Adil, maka kami tidak pernah meratapi apa yang telah terjadi, kami tahu dibalik ujian ini memiliki hikmah yang besar. Tuhan Sang Maha Adil tidak pernah menguji hambanya melebihi batas kemampuannya, oleh karena itu yang bisa kami lakukan yaitu mengintropeksi diri, mungkin kami rakyat Bima sudah melakukan kesalahan sehingga Tuhan Sang Maha Adil memberikan sedikit ujian kepada kami, entahkah itu kami salah dalam berucap, entahkah itu kami salah dalam bersosial, entahkah itu kami salah dalam tidak mensyukuri nikmatnya, yang jelas kami rakyat Bima memiliki kesalahan sehingga Sang Yang Maha Adil memberi ujian kepada kami rakyat Bima. Sekali lagi penulis katakan walau ujian datang bertubi-tubi menghampiri rakyat Bima, rakyat Bima memiliki sejuta orang-orang cerdas yang akan mengembalikan wajah baru Bima nantinya, yang dengan sejuta orang-orang cerdas itu diharapkan membawa Bima kepada apa yang diharapkan kita bersama.

    Terbukti rakyat Bima memiliki masyarakat akademis di mana-mana, Bima memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang begitu banyak tersebar seantero Indonesia, dengan begitu banyaknya SDM yang dilahirkan Bima, diharapkan akan membangkitkan semangat rakyat Bima untuk merestorasikan (menempatkan dan meletakan kembali) Bima seperti Bima yang kita kenal sebelum diluluh lantakan oleh banjir, atau dengan hadirnya SDM itu Bima akan menjadi maju dan lebih baik lagi dari yang kemarin dan dari yang sekarang. Rakyat Bima masih memiliki waktu yang begitu banyak, waktu yang begitu panjang untuk kita kembalikan Bima yang lebih elegan dan lebih baik kedepannya.

    Terakhir, Penulis ingin mengatakan, bagi teman-teman, sanak saudara, handatauladan, adik, kakak, bapak ibu dan masyarakat Bima umumnya yang sudah di uji oleh Sang Maha Adil dengan dipisahkan dari rumah, mobil, harta benda dan keluarganya sekalipun “KALEMBO ADE” (sabar, tabah, dan ikhlaskan), kita semua milik Sang Maha Adil dan juga semuanya akan kembali padanya jua, dengan diberi ujian banjir bandang ini kita jadikan pelajaran dan pengalaman berharga dalam hidup kita, semoga kedepannya kita diberi keselamatan selalu oleh Sang Maha Adil...aamiin!

    Catatan: kemaren Bima di uji dengan banjir bandang yang mengahanyutkan harta benda, kemaren Bima di uji dengan banjir bandang yang memisahkan kita dari kelurga, kemaren bima di uji dengan banjir bandang yang menerpurukkan keadaan ekonomi kita, tapi jangan jadikan itu alasan untuk tidak “bangkit” kembali membangun Bima yang lebih baik dari kemarin, wajib bagi kita rakyat Bima untuk merestorasikan kembali Bima yang lebih baik lagi.

    Kepada generasi muda Bima, mari kita pegang erat tangan kita satukan kata, satukan hati, dan satukan niat mari membangun kembali Bima untuk kita semua.

    “Bimaku, Bimamu, dan Bima Kita Semua”.


    Penulis: Andri Ardiansyah
    Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta / Anggota Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta.

    Alam Semakin Tunjukan Taringnya

    Nurul Kiftiah.
    Kini alam semakin menunjukkan taringnya
    Mulai memberontak pada manusia yang katanya penguasa bumi paling sempurna
    Berabad-abad berlalu, isi kandungan alam bukan lagi milik Ibunya
    Melainkan telah habis termakan oleh ketamakan manusia-manusia yang katanya sebagai ciptaan paling berakal itu

    Berakal ??? Yaaa !!!
    Akal akalan yang hanya bisa memikirkan kepuasan sendiri
    Akal akalan yang hanya bisa memenuhi perut sendiri
    Tak pernah sadar akan perut yang semakin  buncit terisi penuh dengan tanggungjawab yang dilupakan begitu saja
    Akal akalan yang hanya bisa memuaskan hafsu gila harta dan tahta

    Tapi sekarang?? Mereka bungkam !!!
    Mereka berpura-pura tidak tahu
    Bahkan mereka lebih dungu daripada kura-kura dalam perahu

    Miris Tuan !!!
    Miris sekali Negeri mu ini
    Lihatlah, banjir, gempa bumi, tanah longsor, kebakaran hutan,
    Semua tragedi mematikan itu selalu memenuhi tiap tahun di Negrimu Tuan !

    Lihatlah berbagai bencana disetiap titik Negri ini
    Bencana disetiap daerah bumi Pertiwimu
    Anggap saja sebagai balasan dari alam yang membalas aktivitas manusia-manusia berakal-akalan yang sudah tidak terkendali dalam merusak alam.


    Karya: Nurul Kiftiah
    Mahasiswa Ekonomi Islam  Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta / Srikandi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY).

    Sekelumit tentang Aksi “Pray For Bima”

    Nurhaidah sedang melakukan aksi penggalangan dana untuk Bima.
    PEWARTAnews.com – “Satu Aksi Menghidupkan Banyak Umat” merupakan kegiatan aksi peduli terhadap Bima, NTB yang kini dilanda musibah banjir bandang kemarin (21/12/2016). Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia khususnya masyarakat bima yang sedang dirantauan. Peristiwa memilukan itu menggetarkan hati untuk bergerak membantu. Kalau bukan kita siapa lagi?, kalau bukan sekarang kapan lagi yang tergerak hati untuk memfokuskan lebih utama terhadap apa yang telah dialami oleh masyarakat Bima. Maksud dari peristiwa aksi “Pray For Bima” pada dasarnya ingin memberikan dukungan moril terhadap masyarakat yang sedang terkena musibah.

    Pada dasarkan kita mengetahui bahwa ini merupakan bagian dari ulahnya manusia yang tidak bertanggung-jawab dan semena-mena melakukan kecerobohan terhadap pertumbuhan yang dicipaan oleh Allah SWT. Berbagaimacam pertanyaan akan muncul dibenak kita masing-masing, namun disisi lain yang harus kita ingat adalah bagaimana caranya agar selalu menghargai pertumbuhan yang telah diciptakan untuk kita oleh Allah SWT. Kita tidak bisa mengelakan apa yang Allah sebutkan didalam Al-Qur’annya tentang kata-kata, bait-bait yang berbunyi “kun fayakun” sesuatu yang akan terjadi maka terjadilah. Lalu dari sisi manakah yang harus kita elakan, toh Allah saja sudah memberikan kode keras namun terkadang kita akan mengabaikannya.

    Sesuatu yang harus kita ingat bahwa terkadang air yang menyerang itu kita menganggap adalah keputusan Tuhan yang kejam, hingga kita salahkan Tuhan, jikalau itu kita telah lupa bahwa alam adalah alam yang telah tercipta dari kekosongan. Tuhan menciptakan sebagai sahabat kehidupan, seketika itu kita melupakannya, beberapa orang dari kita (manusia) telah jahil merenggut kelestarian alam itu. Apakah kita  lupa pohon-pohon yang di tebang, hingga hutan berubah tandus dalam kegersangan dan semua sungai mengering. Ataukah kita lupa tentang sampah yang terbuang, hingga sungai penuh dengan sampah dan kotoran yang berbau menyengat. Jika kita lupa bahwa itu adalah kekuasaannya, maka ingatlah wahai umat, untuk selalu sadar tentang pentingnya lingkungan hidup. Kita tidak perlu menunggu banjir menjemput, karena cukuplah yang terjadi, menjadi peringatan dari Tuhan bahwa yang sebenarnya ia ciptakan tidaklah sia-sia dan pernah kita salah gunakan. Bima-ku sabarlah ini adalah peringatan untuk kita agar selalu menjaga kelestarian alam/daerah kita.

    Saat ini Bima sedang menagalami kesusahan total terutama bahan makanan pokok, pakaian, tempat tinggal bahkan listrik dan jaringan telepon genggam pun sementara terputus, wallahi semoga Bima dan sekitarnya baik-baik saja. Aamiin.

    Dari berbagaimacam aliansi Ormas bergerak hatinya terkhusunya seluruh mahasiswa yang berada diluar Bima, mereka berlomba-lomba untuk melaksanakan penggalangan dana penuh dengan semangat, mereka juga adalah orang-orang hebat yang telah meluangkan waktunya demi kemaslahatan umat lainnya, karna bagi mereka kemaslahatan umat adalah hal yang paling penting yang harus kita perhatikan. Kenapa saya mengatakan itu kemaslahatan umat dikarenakan itu merupakan suatu kata yang sangat mulia untuk mereka yang selalu tergerak hatinya dalam membantu orang-lain. “Sewalau pun dana yang mereka kumpulkan mungkin tidak cukup untuk saudara/i di Bima, namun sangatlah bermanfaat dan sangat membantu sekali untuk mereka saat sekarang ini,” begitu ucapan dari salah satu mahasiswa yang mengikuti aksi penggelangan dana di hari Jum’at 23 Desember 2016.

    Kota Bima memang kota kecil, kota yang sangat diabaikan oleh beberapa media namun bagi kami Bima merupakan tempat untuk menimba ilmu sehingga menjadi seperti orang lainnya, dengan begitu kami sebagai mahasiswa Bima harus menggerakkan hati kami untuk melihat dan meresapi apa yang telah terjadi, didalam Al-Qur’an pun memang sesuatu yang terjadi tidak bisa kita elakan karna itu adalah kehendak Allah. Walau pun itu adalah kehendak Allah, tetapi kita sebagai umatnya harus menghargai apa yang telah ia kirimkan untuk kita dan selalulah bersyukur atas apa yang Allah diberikan.

    Dari berbagaimacam Organisasi atau secara individu yang ikut serta dalam aksi penggalangan dana, dan ini berlangsung hampir seluruh titik di Yogyakarta kecuali di arah Kulonprogo, Imogiri, Janti. Selain sasaran pengguna jalan, aksi penggalangan untuk membantu korban banjir Bima, juga dengan mendatangi toko dan perkantoran. Penggalangan dana itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat Bima yang sedang ditimpa musibah banjir Bandang, yang telah mengakibatkan ribuan orang terluka akibat banjir yang terjadi Rabu (21/12/2016) siang. Seperti dilansir sebelumnya, banjir bandang melanda Kota Bima, Nusa Tenggara Barat yang menghanyutkan belasan rumah, dan sejumlah mobil, pada Rabu sekitar pukul 13.00 WITA. Banjir diakibatkan oleh meluapnya Sungai Padolo dan air bah kiriman dari Wawo.

    Untuk itu penulis mengharapkan agar selalu melestarikan Budaya (Mbojo Mantoi) atau kembalikan adat Bima yang lampau, sekarang dengan kejadian ini juga kita harus saling peduli, mengingatkan demi rasa solidaitas kita terhadap diri kita dan budaya kita. Apa pun yang terjadi itu merupakan kehendaknya, hanya saja bagaimana cara kita umtuk mengambil hikmahnya saja, tak lain dan tak bukan semata-mata mengharap Ridho Allah.

    Satu hal yang membuatku merinding saat penggalangan dana berlangsung ketika ada orang/masyarakat yang mengatakan bahwa “mba saya sudah memberinya kemarin” dan lainnya bahkan ada yang tidak respon sama sekali, begitu sakit yang saya sendiri alami tapi saya berfikir, “ah inikan hanya ujian kecil” lalu dengan diam ku menyadarinya dan semangat berjuang demi keluraga yang terkena musibah.

    Menjadi orang hebat saja tidak cukup kalau kita tidak meringankan tangan, hati kita untuk orang lain dan sama sekali tak ada artinya untuk masyarakat banyak, ku orang yang tak begitu berkecukupan tapi rasa sosial dan kepedulianku terhadap orang banyak atau orang yang sedang kesusahan itu melekat dan sangat tersentuh dihatiku. Terkadang dikala pengalangan berlangssung rasanya ingin menangis namun apalah daya hanya mampu menahannya dalam diriku mellihat dan mengingat tangisan keluargaku yang terkena musibah.

    Kesanku budayakanlah budaya selayaknya budaya yang diamanhkan oleh nenek moyang kita, mereka-mereka telah mengajarkan kepada kita untuk selalu menjaga keharmonisan, keharmonisan tidak hanya untuk dua sejoli yang menjalin hubungan bahagia tetapi yang di maksud disini adalah keharmonisan dalam menjaga lingkungan, misalkan menghargai sesama tetangga, tanaman-tanaman yang kita tanam, ladang kita dan lain sebagainya. Itulah yang dikatankan keharmonisan Budaya. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

    Jadi maksudnya agar kedapannya tidak terjadi lagi seperti saat sekarang ini, kalau bukan kita lalu siapa lagi yang menjaga kelestarian alam kita dan kalau bukan sekarang kapan lagi kita menikmati keindahan alam sekitar. “Sejenak mengintropeksi diri lebih baik dari pada saling menyalahkan orang lain” karna hidup damai itu indah.


    Penulis: Nurhaidah
    Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta / Srikandi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY).

    Update Informasi Penggalangan Dana KEPMA Bima-Yogyakarta

    PENGUMUMAN RESMI
    RELAWAN KEMANUSIAAN
    PENGGALANGAN DANA BANTUAN BENCANA BANJIR BIMA-NTB
    KELUARGA PELAJAR MAHASISWA (KEPMA) BIMA-YOGYAKARTA

    Penghujung tahun 2016 tanah kelahiran kami Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilanda duka, tepat pada tanggal 21 Desember, banjir bandang telah memporak porandakan Tanah Bima. Sebagian besar korban banjir Bima, NTB, masih berada di lokasi pengungsian pasca banjir yang menerjang Kota Bima pada 21 dan 23 Desember lalu. Mereka mengungsi karena sebagaian rumah mereka roboh, mengalami rusak berat dan ringan. Lebih kurang 105.753 jiwa masih mengungsi. Sementara tingkat kerugian sebesar Rp979,3 miliar, diperkirakan masih akan bertambah sebab banyak yang belum sempat terhitung seperti kerusakan ringan dan sebagainya. Lebih kurang 91 Rumah penduduk hanyut, 47 rusak berat, 49 rusak sedang dan rusak ringan tidak terhitung.

    Dengan peristiwa banjir bandang tersebut menggerakkan hati para mahasiswa seluruh Indonesia. Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta melakukan aksi penggalangan dana pada tanggal 22-25 Desember 2016 di sejumlah titik di Yogykarta. Selain itu kami membuka posko penyaluran bantuan baik berupa uang, juga menerima sumbangan berupa barang (pakaian layak pakai) yang bertempat di asrama Keluarga Pelajar Mahasiswa Bima-Yogyakarta “Putra Abdul Kahir” beralamat Jln. Gondosuli GK IV No 155 Baciro, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

    Secara resmi aksi penggalangan dana yang dikoordinir oleh KEPMA Bima-Yogyakarta dilaksanakan pada tanggal 22-25 Desember 2016. Apabila ada aksi lain diluar tanggal yang dimaksud, dengan ini KEPMA Bima-Yogyakarta tidak bertanggungjawab. Dilain pihak, apabila ada individu atau lembaga yang melakukan penggalangan dana setelah 26 Desember 2016, KEPMA Bima-Yogyakarta tidak akan turut mengintervensi untuk pemberhentian. Sebelum dilakukan Laporan Petanggungjawaban (LPJ) secara resmi, KEPMA Bima-Yogyakarta akan tetap menerima bantuan berupa uang melalui Rekening Bank yang tersedia (- Mandiri : 1370011901127; - BNI : 0306199928; - BRI : 024501006489531; - BCA : 0372703341 --- An. Khairul Sani) atau berupa barang (pakaian layak pakai) melalui Posko asrama Keluarga Pelajar Mahasiswa Bima-Yogyakarta “Putra Abdul Kahir”.

    Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Yogyakarta, para dermawan, Hamba Allah, yang telah mendonasikan sebagian rezekinya untuk para korban Bencana. Terimakasih juga kami sampaikan kepada para relawan penggalangan dana dari berbagai organisasi baik dibawah naungan KEPMA Bima-Yogyakarta maupun dari berbagai organisasi Kampus di Yogyakarta.

    Berikut kami sampaikan Laporan “Sementara” Perolehan Dana Bantuan Korban Banjir Bima, NTB.
    Dana Yang Terkumpul : 243.497.800
    Dana Yang Telah digunakan : 80.000.000
    Saldo Akhir : 163.497.800
    *) Untuk Lebih Rincinya Lihat Gambar

    Barang yang terkumpul sebanyak 45 Koli untuk kemudian dikirim pada Selasa (27/12/2016) dengan target tersalurkan ke penerima bantuan pada Sabtu (31/12/2016) yang akan dilakukan relawan KEPMA Bima-Yogyakarta di lokasi bencana.

    Demikian pengumuman yang kami sampaikan sebagai bentuk laporan dan pertanggungjawaban sementara. Perkembangan selanjutnya akan terus kami perbaharui. Terimakasih, semoga uluran tangan dari saudara-saudara dapat meringankan beban dari korban banjir.
    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

    Atasnama KEPMA Bima-Yogyakarta
    1. Munazar (koordinator 1): ttd
    2. Muh Fatoni (koordinator 2): ttd
    3. Rizalul Fiqry (koordinator 3): ttd
    Bendahara :
    1 Khairul Sani ( Bendahara 1) : ttd
    2 Erni Yustissiani ( Bendahara 2) : ttd
    3 Arham Lubis ( Bendahara 3) : ttd

    -----------------------------------------------------------
    Lampiran 1
    LAPORAN BARANG BANTUAN DAN TITIK PENYEBARAN
    POSKO TANGGAP BENCANA BANJIR BIMA
    KELUARGA PELAJAR MAHASISWA (KEPMA) BIMA-YOGYAKARTA

    --------------------------------
    Sabtu, 24 Desember 2016 :
    --------------------------------
    Daftar Barang :
    • Nasi bungkus,
    • Air minum,
    • Obat-obatan,
    • Masker,
    • Minyak kayu putih,
    • Lilin,
    • Korek ,
    • Selimut bayi,
    • Selimut dewasa,
    • Sarung,
    • Pakaian dalam cewek-cowok,
    • Pampers Manula,
    • Pampers Bayi,
    • Pembalut,
    • Biskuit,
    • Obat nyamuk,
    • Pakaian layak pakai,
    Lokasi Bantuan :
    • Salama
    • Tanjung
    • Melayu
    • Dara

    --------------------------------
    Minggu, 25 Desember 2016
    --------------------------------
    • Nasi Bungkus (dapur umum),
    • Pakaian dalam cewek-cowok,
    • Biskuit,
    • Pampers bayi,
    • Pembalut,
    • Air minum,
    • Lilin,
    • Obat-obatan,
    • Selimut bayi,
    • Sarung,
    • Pakaian bayi,
    • Sikat gigi,
    • Pasta gigi,
    • Obat nyamuk,
    • Minyak kayu putih,
    • Pakaian layak pakai
    Lokasi Bantuan :
    Tim KEPMA Bima-Yogyakarta dibantu oleh sanggar seni baralau:
    1. Pena Na,e
    2. Santi
    3. Salama
    4. Penaraga
    5. Sarae
    6. Dara
    Tim KEPMA Bima-Yogyakarta:
    1. Kampung Sumbawa,
    2. Ranggo,
    3. Pane
    4. K Melayu
    5. Lewi Rato

    --------------------------------
    Senin, 26 Desember 2016
    --------------------------------
    • Nasi bungkus,
    • Air minum,
    • Obat-obatan,
    • Minyak kayu putih,
    • Minyak telon,
    • Minyak tawon,
    • Hansaplas,
    • Betadine,
    • Lilin,
    • Korek api,
    • Selimut bayi,
    • Sarung,
    • Pakaian dalam cewek-cowok,
    • Pampers Bayi,
    • Pembalut,
    • Biskuit,
    • Autan,
    • Sabun mandi,
    • Sabun colek,
    • Pasta gigi,
    • Sikat gigi,
    • Pembersih lantai,
    • Detergen,
    • Pakaian layak pakai,

    Lokasi Bantuan :
    KEPMA Bima-Yogyakarta dibantu oleh Tim SMA I Bolo:
    1. Dodu,
    2. Kendo

    KEPMA Bima-Yogyakarta di bantu oleh Tim Vokasi UNRAM:
    1.Penaraga,
    2. Penato’i,
    3. Karara,
    4. Melayu

    Tim Posko KEPMA Bima-Yogyakarta:
    1. Tolobali,
    2. Pelita,
    3.Ranggo,
    4. Kampung Sigi

    ---------------------------
    Selasa, 27 desember 2016
    ---------------------------
    - Beras 1 ton
    - Air minum
    - Sarung
    - Pembalut
    - Pampers
    - Obat-obatan
    - Permen
    - Energen
    - Plester
    - Mie instan
    - Mie Gelas
    - Minyak goreng
    - Sabun mandi
    - Sabun colek
    - Detergen
    - Sikat gigi
    - Pasta gigi
    - Pembersih WC
    - Sabun cuci piring
    - Betadine
    - Pakaian layak pakai
    - Pakaian dalam cewek -cowok
    - Pakaian bayi
    - Sandal jepit
    - Sampo

    Tambahan bantuan:
    Beras 250 kg dan 8 karung pakaian layak pakai dari masyarakat desa Rasabou Sila melalui Remaja Masjid As-su’ada (Irmas)

    Tim KEPMA Bima-Yogyakarta dibantu oleh Sanggar Seni Baralau, mahasiswa Vokasi UNRAM dan remaja masjid desa Rasabou Sila:
    1. Santi
    2. Dara
    3. Kendo
    4. Pane

    Bantuan dari KEPMA Bima-Yogyakarta telah disalurkan di semua titik kecamatan yang ada di Kota Bima (Rasana'e Barat, Rasana'e Timur, Mpunda, Raba dan Asakota) meskipun pembagiannya belum merata.

    Mohon ma’af untuk kelurahan-kelurahan lainnya belum sempat kami sambangi dengan bantuan-bantuan KEPMA Bima-Yogyakarta dikarenakan:
    1. Keterbatasan personil Tim KEPMA Bima-Yogyakarta posko Talabiu
    2. Kelurahan-kelurahan lainnya telah mendapat bantuan dari relawan lainnya.
    Untuk itu, kami Tim KEPMA Bima-Yogyakarta Posko Talabiu telah menjalin kerjasama dengan Puskesmas Bolo, Persatuan Perawat Indonesia Kabupaten Bima, Sanggar Seni Baralau, Mahasiswa Vokasi UNRAM, siswa SMA 1 Bolo, remaja masjid Rasabou Sila, relawan masyarakat Tente, dan lain-lain. Tanggal 28 Desember 2016 besok, semua element yang membantu kami akan kembali bekerja pada pos masing-masing.

    Kami sadar, Tim kami belum bisa maksimal dalam pendistribusian bantuan, untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

    Koordinator Umum KEPMA Bima-Yogyakarta Posko Talabiu
    Muh Fatoni, ST : ttd
    Bendahara Posko Talabiu
    @Agustinasari, M.Pd.Si.: ttd





    Undangan Muhasabah, Dzikir & Doa Bersama untuk Korban Banjir Bandang di Bima, NTB

    Undangan
    “Muhasabah, Dzikir & Doa Bersama untuk Korban Banjir Bandang di Bima, NTB”

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Penghujung tahun 2016 tanah leluhur kita Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilanda duka, tepat pada tanggal 21 Desember, banjir bandang telah memporak porandakan Tanah Bima. Sebagian besar korban banjir Bima, NTB, masih berada di lokasi pengungsian pasca banjir yang menerjang Kota Bima pada 21 dan 23 Desember lalu. Mereka mengungsi karena sebagaian rumah mereka roboh, mengalami rusak berat dan ringan. Lebih kurang 105.753 jiwa masih mengungsi. Sementara tingkat kerugian sebesar Rp979,3 miliar, diperkirakan masih akan bertambah sebab banyak yang belum sempat terhitung seperti kerusakan ringan dan sebagainya. Lebih kurang 91 Rumah penduduk hanyut, 47 rusak berat, 49 rusak sedang dan rusak ringan tidak terhitung.

    Peristiwa tersebut begitu memilukan, sangat perlu kiranya kita semua merefleksikan kembali kejadian-kejadian tersebut. Oleh karenanya, atasnama Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta, kami mengundang seluruh sesepuh, keluarga dan mahasiswa Bima dan juga masyarakat yang berada di Yogyakarta yang tergerak hatinya Peduli terhadap Bencana Banjir Bandang yang terjadi di Bima, NTB, untuk sama-sama hadir dalam acara “Muhasabah, Dzikir & Doa Bersama utuk Korban Banjir Bandang di Bima, NTB” yang isya Allah akan dilaksanakan pada:

    Hari/Tanggal: Kamis, 29 Desember 2016
    Waktu : Pukul 16.00-Selesai
    Penceramah/Pemimpin Doa : Dr. H. Abdul Mujib, S.Ag., M.Ag. (Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
    Bentuk Acara: “Muhasabah, Dzikir & Doa Bersama untuk Korban Banjir Bandang di Bima, NTB”
    Tempat : Asrama Keluarga Mahasiswa Bima-Yogyakarta “Sultan Abdul Kahir” (beralamat di Jln Gondosuli GK IV, No 155, Baciro, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta)

    Demikian Undangan ini kami sampaikan, atas kesediaan dan kehadirannya kami ucapkan terimakasih.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Atasnama
    Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta

    Tertanda

    Arif Rahman (Ketua Demisioner)


    Contact Centre:
    - 082134461871 (Munazar)
    - 081214135277 (Arif Rahman)
    - 082300061947 (Agus Salim)

    Bima Kembali Menangis Dilanda Banjir Bandang

    PEWARTAnews.com – Setelah sepuluh tahun yang lalu tertanggal 9 april 2006 Bima (NTB) dilanda banjir yang begitu dahsyat sehingga berakibat beberapa rumah warga terbawa banjir dan puluhan rusak parah dan ada juga korban nyawa di tahun itu, ujian demi ujian yang dihadapi oleh rakyat Bima, dan kini tepat pada tanggal 21 Desember 2016 lagi dan lagi Bima kembali di landa banjir yang amat besar dan bahkan super dahsyat di banding banjir di tahun 2006 silam, di penghujung tahun 2016 ini Allah bertakdir lain, memberikan ujian kepada rakyat Bima dengan banjir yang super dahsyat, dimana kebiasaan sebagian besar masyarakat di setiap kali akhir tahun akan pergi jalan-jalan atau bisa dikatakan bersenang-senang untuk menyambut tahun baru lagi, tapi berbeda halnya dengan rakyat Bima, kini Bima kembali menangis, tidak ada lagi yang bisa diselamatkan oleh masyarakat Bima, rumah, mobil, motor, dan harta yang berhaga lainnya kini telah sirna, hanya air matalah yang kami tuangkan, hanya kesedihanlah yang kami rasakan, hanya pasrah dan berdo’alah yang kami panjatkan kepada Sang Maha Kuasa.

    Anak-anak, saudara-saudara, dan ibu-bapak kami kini kehilangan tempat tinggal, makanan pun belum terlihat didepan mata kami, air bersihpun juga belum terlihat sebagai penyambut hidup kami untuk sementara. Kami tidak tahu lagi harus kemana? Banjir yang masih mengelilingi kami hingga malam hari, listrik pun mati total, jaringan komunikasi juga tidak bisa lagi terhubung, ruas jalan pun tidak lagi bisa terlihat, banjir terus naik hingga 2-3 meter. Rumah-rumah hanya bisa kelihatan atapnya saja, semuanya panik memikirkan senak saudaranya yang berbeda tempat tinggal, seolah tidak ada lagi jalan keluar dari kebuntuan banjir yang mengelilingi kami, lagi dan lagi kami hanya bisa meneteskan air mata melihat rumah-rumah kami di seret banjir yang begitu dahsyat besarnya sepanjang sejarah rakyat Bima.

    Kota Bima memiliki IKON yaitu KOTA TEPIAN AIR, tapi kini Bima sudah dibawah oleh air (banjir), mungkin kali ini air belum bersahabat dengan Kota Bima, mungkin juga air (banjir) ini adalah bentuk ujian dari Sang Maha Pencipta. Mudah-mudahan dibalik ujian dan bencana ini Allah memiliki rencana lain, mudah-mudahan suatu saat air (banjir) ini memang betul-betul kita harapkan akan bersahabat dengan Bima seperti IKON nya Bima “Bima Kota Tepian Air”.

    Bima memiliki masyarakat yang maju dalam pendidikan, sehingga tidak sedikit masyarakat Bima yang sedang menuntut ilmu di berbagai daerah, ada yang sedang menuntut ilmu di Jogja, Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Makassar, Mataram dan di daerah yang lain, mahasiswa Bima yang ada di Jogja pun sebagiannya panik ketika mendengar informasi bahwa Bima sedang dilanda banjir bandang, termasuk saya, orang tua ku dan keluarga besar ku bertempat tinggal (menetap) di Kota Bima yang memang pusatnya meluapnya banjir, apalagi ditambah listrik mati total dan jaringan tidak bisa terhubung untuk membuka sedikit informasi mengenai keadaan yang ada di Bima. Teman-teman ku juga bernasib sama dengan saya, juga tidak bisa sedikit bertanya tentang keadaan keluarga di Bima, sampai pada detik ini (Jam 1.09. / 22 Desember 2016). Entah bagaimana nasib keluarga kami saat ini di Bima? Kami hanya bisa berdo’a kepada Sang Penjaga Langit untuk keselamatan keluarga kami di Bima.

    Kami berharap kepada pemerintah pusat supaya bisa mengambil langkah cepat untuk membicarakan dan membantu masyarakat Bima yang sedang dilanda banjir yang super dahsyat ini, mengingat banyak yang dibutuhkan oleh masyarakat Bima untuk keluar dari tragedi banjir ini. Kami meminta juga dengan segala hormat kepada Bapak Presiden RI “Ir. Jokowidodo” untuk langsung turun kelapangan supaya melihat dan mendengarkan secara langsung apa yang ingin di sampaikan oleh rakyat nya (Bima), diharapkan dengan turun langsungnya Bapak Presiden di lokasi untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat Bima mengingat Psikologis masyarakat Bima saat ini masih tergoncang pasca banjir bandang.

    SEKIAN dan TERIMAKASIH…!!!
    #PrayForBimaNTB
    #SaveBimaNTB
    “BIMA KU BIMA MU dan BIMA KITA SEMUA”


    Oleh : Andri Ardiansyah
    Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta / Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta




    ================================================================
    Bantuan / Donasi Untuk Banjir Bandang Bima, bisa dikirimkan melalui Rekening Bank :
    Mandiri : 1370011901127
    BNI : 0306199928
    BRI : 024501006489531
    BCA : 0372703341
    An. Khairul Sani
    Konfirmasi pengiriman via Rekening, kirim bukti transfer ke WA 085239638565 / 081229987901 (Nia / Bendahara)
    Contact Centre:
    - 085239638565 (Khairul Sani) 
    - 081214135277 (Arif Rahman)
    - 082300061947 (Agus Salim)

    Lembaga Penanggungjawab: 
    KELUARGA PELAJAR MAHASISWA (KEPMA) BIMA-YOGYAKARTA

    Banjir Bandang, Duka Masyarakat Bima (Mbojo) NTB

    Om Bima Om.
    www.pusmajambojojogja.or.id – Terjadinya bencana banjir di Kota dan Kabupaten Bima merupakan peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat Bima. Cukup jelas ini disebabkan oleh faktor alam yang tidak menentu. Dapat kita ketahui bahwa banjir ini adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan.

    Banjir juga diartikan sebagai perendaman sementara oleh air pada daratan yang biasanya tidak terendam air. Karena akhir-akhir ini memang Bima sedang dilanda curah hujan yang deras dari hari ke hari sehinga tepatnya saat ini Kota dan Kabupaten Bima telah di landa banjir bandang.

    Kemarin (21 Desember 2016) telah terjadi bencana dasyat yang menjadikan Bima (Mbojo) sebagai hamparan air (banjir) tidak sedikit rumah yang di rendam akan tetapi beribu-ribu rumah, terendam dengan ketinggian 1 sampai 3 meter Kota dan Kabupaten Bima (Mbojo), masyarakat telah menerima cobaan yang cukup besar yang harus dihadapinya.

    22 Desember 2016, masyarakat Kota dan Kabupaten Bima (Mbojo) sedikit begitu bersyukur dengan surutnya banjir yang telah melanda rumah-rumahnya, sebagian masyarakat memilih untuk kembali dan membersihkan rumah-rumah dan sebagianya memilih untuk menetap di rumah-rumah keluarga, tetangga bahkan tempat yang dirasa aman seperti posko lainya.

    Jum'at (23 Desember 2016) Kota dan Kabupaten Bima yang terdiri dari beberapa kecamatan yang terbilang cukup parah terkena dampak bencana banjir tidak berlangsung lama karena hujan terus mengguyuri Bima hingga siang jam 12:00 Bima kembali di landa banjir. Jika banjir yang terjadi Rabu 21 Desember 2016 dirasa sangat parah jika di bandingkan tahun 2006 silam. Maka banjir pada Jum'at 23 Desember 2016 ini menjadi banjir terparah yang pernah terjadi di Kota dan Kabupaten Bima (Mbojo).
    Saat ini semua alat komunikasi serta aliran listrik kembali mati total, perkembangan informasi kembali terhalang, masyarakat Bima sedang dalam keadaan darurat baik dari segi air bersih, makanan dan baju-baju layak pakai serta obat-obatan.

    Sedikit cerita tentang salah satu ibu dari korban banjir Bima disana, ia menangis karena curah hujan tak kunjung reda bercampur dengan angin kencang, dan ia bersyukur selama bencana banjir ini ada sedikit bantuan dari hamba-hamba Allah walau hanya sebungkus nasi yang bisa menjadi penjanggal perutnya.

    Kecewaan pun muncul dalam benak Penulis ketika Pemerintah lamban mengatasi bencana banjir. Menurut Penulis pasca banjir yang pertama sejak 21 Desember 2016 menenggelamkan beribu-ribu rumah warga Bima seharusnya menjadi perhatian buat pemerintah daerah dan Pemerintah Pusat. Apa yang dilakukan oleh pemerintah Daerah tanggap bencana banjir Bima Rabu 21 Desember 2016 kemarin telah sedikit membantu, akan tetapi dengan adanya banjir bandang susulan yang terjadi siang Jum'at 23 Desember 2016 cukup lambat baik dari evakuasi korban maupun bantuan logistik penerintah Daerah sangat lambat.

    Saat itu saya tahu bahwa masyarakat Bima sangat mengharapkan, dari pertama kejadian banjir pemerintah harus cepat tanggap mengatasi persoalan ini, karena bencana banjir yang di alami warga Bima. Ini bukan hanya beberapa warga yang merasakan tapi termasuk seluruh warga lainnya. Jadi bagaimana fungsi aparatur pemerintah? Kondisi seperti ini raja-raja yang bekerja untuk rakyat itu mana, pemimpin itukan yang amanah. Sekarang Masyarakat Bima sedang menderita kebutuhan pokok  saja mungkin sulit bagi mereka.

    Saat ini kalau hanya mengharapkan pemerintah mungkin tidak mungkin, kami dari Yogyakarta yang tergabung dalam Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta mulai dari 21-25 Desember 2016 akan melakukan aksi solidaritas penggalangan dana untuk saudara-saudara kami disana.

    Selain itu, hanya do'a yang bisa kita panjatkan untuk saudara-saudara kita di Bima. Semoga tidak memakan korban jiwa dan saudara-saudara kita tetap berada dalam lindunganya dan semoga semua korban bencana banjir Bima bisa menghadapi dan melewatinya dengan sabar dan ikhlas. Aminn... Aminn.

    Penulis : Muh. Zulfiqri Syahmat
    Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) / Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta



    ================================================================
    Bantuan / Donasi Untuk Banjir Bandang Bima, bisa dikirimkan melalui Rekening Bank :
    Mandiri : 1370011901127
    BNI : 0306199928
    BRI : 024501006489531
    BCA : 0372703341
    An. Khairul Sani (semua Bank atasnama yang sama)
    Konfirmasi pengiriman via Rekening, kirim bukti transfer ke WA 085239638565 / 081229987901 (Nia / Bendahara)

    Contact Centre:
    - 082134461871 (Munazar) 
    - 081214135277 (Arif Rahman)
    - 082300061947 (Agus Salim)

    Lembaga Penanggungjawab: 
    KELUARGA PELAJAR MAHASISWA (KEPMA) BIMA-YOGYAKARTA

    Press Release: "Aksi Solidaritas dan Galang Dana untuk Bima"

    #PrayForBima.
    PEWARTAnews.com – 21 Desember 2016 adalah penghujung tahun yang sangat menyedihkan bagi warga BIMA NTB karena di landa oleh bencana banjir bandang. Ribuan rumah terendam banjir di Kota Bima dan Kabupaten Bima. Data sementara tercatat 25 rumah rusak berat, 5 rumah hanyut, 3 rumah rusak sedang, dan 1 jembatan negara putus.

    Teriring do’a dan dukungan. Mari kita persembahkan do’a dan bantuan kepada saudara-saudara dan saudari-saudari kita yang sedang dilanda musibah banjir bandang di Daerah Bima-NTB. Semoga mereka tetap diberi kesabaran dan kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Sangat besar harapan kita, mudah-mudahan luapan air yang menenggelamkan tempat tinggalnya tidak menyurutkan semangat, harapan, dan cita-cita mereka untuk tetap optimis dan mampu menata hidupnya hari ini dan yang akan datang dengan lebih baik. Semoga Tuhan yang Maha kasih sayang mengirimkan rahmat dan rezeki-Nya yang berlipat ganda kepada mereka.

    Panggilan kemanusiaan sedang mengetuk relung hati kita yang terdalam, untuk bersama merasakan kepahitan yang saudara dan saudari kita di Bima sedang alami. Turut merasakan apa yang sedang mereka rasakan merupakan sisi kemanusiaan yang telah kita bawa sejak lahir, dan akan terus bersemai dalam diri kita.

    Maka titipan do’a serta uluran tangan kita sangat mereka harapkan untuk meringankan beban yang sedang mereka derita. Oleh karena itu, kami atas nama Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta, melakukan aksi solidaritas dan penggalangan dana bantuan untuk saudara-saudara dan saudari-saudari kita disana.

    Bagi para Dermawan atau Dermawati yang bermurah hati. Kami menerima penyaluran bantuan Dermawan dan Dermawati untuk di salurkan secara langsung di tempat kejadian. Bisa kirim melalui Rekening Bank :

    Mandiri     : 1370011901127
    BNI     : 0306199928
    BRI     : 024501006489531
    BCA     : 0372703341

    An. Khairul Sani
    Konfirmasi pengiriman via Rekening, kirim bukti transfer ke WA 085239638565 / 081229987901 (Nia / Bendahara)


    Untuk penyaluran bantuan berupa barang-barang, seperti : Makanan & Minuman, Pakaian, Obat-obatan dan lainnya. Kami membuka Posko di Asrama Mahasiswa Sultan Abdul Kahir Bima-Yogyakarta di Jl. Gondosuli GK IV/No. 155, RT 49 RW 13, Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta. Kode Pos : 55255.


    Contact Centre:
    - 0821 3446 1871  (Munajar)
    - 082300061947    (Agus Salim)
    - 081214135277    (Arif Rahman)


    Organized By :
    Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta.

    Pelatihan DAI NU Kota Yogyakarta, Ahmad Yubaidi: NU Merupakan Organisasi yang Apresiasi Warisan Khazanah Intelektual Islam Klasik

    Suasana saat acara berlangsung.
    PEWARTAnews.com – Pengurus Cabang Nahdhatul ‘Ulama Kota Yogyakarta menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Dakwah Agama Islam Nahdhatul ‘Ulama (DAI NU) Kota Yogyakarta, pada hari Sabtu, 10 Desember 2016 di Gedung Dewan Perwakilan Daerah Repblik Indonesia (DPD RI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Acara Pendidikan dan Pelatihan DAI ini mengangkat tema “Dai Progresif Menuju Visi Dakwah Rahmatan Lil'alami”, serta menghadirkan 4 pemateri, diantaranya K.H. Henri Sutopo, K.H. Muzammil, Dr. Suhada, dan H. Edi Musaffa.

    Dalam Sambutannya, Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdhatul ‘Ulama Kota Yogyakarta H. Ahmad Yubaidi, S.H., S.Pd., M.H. mengatakan bahwasannya Nahdhatul ‘Ulama (NU) merupakan organisasi keagamaan, yang ideologi dan ajarannya dianut oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Dalam panggung sejarah Indonesia, NU telah terbukti memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa baik itu dalam ranah sosial, politik dan keagamaan. Hal ini tidak terlepas dari sikap keagamaannya yang moderat (tawassuth), sehingga NU tidak terjerembab dalam sikap ekstremisme yang berlebihan. NU memahami Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin, yakni agama yang penuh dengan cinta kasih sehingga dapat merahmati seantero alam. Sikap moderat dan rahmatan lil alamin NU, tidak mungkin memiliki pijakan teologisnormatif. Lebih-lebih NU merupakan organisasi yang sangat mengapresiasi tradisi dan warisan khazanah intelektual islam klasik. “NU merupakan organisasi yang mengapresiasi tradisi dan warisan khazanah intelektual islam klasik,” Ucap Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Yogyakarta H. Ahmad Yubaidi, S.H., S.Pd., M.H. saat memberi sambutan pembukaan acara berlangsung.

    Lebih lanjut, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Yogyakarta yang juga sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Ulil Albab ini megatakan bahwsannya, model dakwah yang NU lakukan demi mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin, dimana saat ini, diktum “Islam rahmatan lil alamin” terusik dan rusak citranya akibat arus radikalisme yang mengatasnamakan Islam. Peran NU sebagai organisasi Islam moderat yang mengkampanyekan Islam rahmatan lil alamin sangat diperlukan, sebab dengan dakwah kulturalnya, ia dapat menghadang arus gerakan radikal dan trans-nasional yang mengancam keutuhan NKRI bagaimana sikap NU dalam merespon isu-isu aktual yang berkembang serta gagasannya tentang bagaimana memahami Islam dalam konteks keindonesiaan. NU tidak menentang adanya gagasan tentang pembaharuan Islam, namun pembaharuan harus tetap berpijak pada tradisi, sebab sebagaimana dijelaskan diatas bahwa syari’ah dapat dimengerti dengan melalui tradisi yang telah dulu dikembangkan oleh para ulama’. “Kaidah menjaga tradisi yang baik dan mengambil inovasi-inovasi baru yang lebih baik sangat masyhur dikalangan NU dan masih banyak kaidah-kaidah lain yang menekankan kepada pembaharuan dan kontekstualisasi, bukan kepada kejumudan dan liberalisme.” Ucap Ahmad Yubaidi. [PEWARTAnews]

    Satgas Pamtas Yonif 407: Tujuh Pemuda Kampung Binaan Berhasil Menjadi TNI

    Merauke, PEWARTAnews.com – Satgas Pamtas Yonif 407/PK berhasil jadikan tujuh pemuda kampung binaan menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ketujuh pemuda tersebut berasal dari Kampung Erambu, Toray, Sota, Rawa Biru, Kuler dan Tomer. Setelah melalui rangkaian test masuk TNI, ketujuh pemuda tersebut lulus dalam test terakhir di Korem 174/ATW dan diberangkatkan menuju Jayapura, Minggu 27 November 2016.

    “Satgas Yonif 407/PK mempunyai program untuk membina pemuda di kampung binaan kami. Sejauh ini kami telah berhasil. Ada tujuh orang binaan kami yang berhasil lulus," ujar Dansatgas Pamtas Yonif 407/PK, Letkol Inf Abi Kusnianto saat mengantar keberangkatan menuju Jayapura.

    “Dengan keberhasilan ini akan memotivasi masyarakat perbatasan untuk bersaing dan lebih percaya diri meraih cita-cita,” lanjutnya.

    “Diharapkan akan tumbuh rasa cinta tanah air karena putera daerah yang menjadi abdi negara melalui jalur TNI,” tegasnya.

    Orang tua dari pemuda yang lulus tersebut tidak ketinggalan untuk memberangkatkan anak-anaknya menuju Jayapura untuk mengikuti pendidikan pembentukan di Rindam Jayapura. Salah seorang ibu mengatakan bangga dengan anaknya masuk menjadi tentara. "Saya merasa bangga dan sedih. Bangga karena anak bisa masuk tentara tapi sedih karena akan jauh dari anak,” ujar Sirya Balagaize, ibu dar salah seorang pemuda Kampung Erambu yang lulus, Yosafat Waliter.

    “Saya senang dan sangst berterima kasih kepada Satgas 407 atas bantuannya kepada anak saya,” kata Siprianus Awaniter, ayah dari Leonardus Awaniter.

    “Memang anak bercita-cita menjadi tentara. Sebelumnya dia masih kuliah,” lanjutnya. [Rilis Netizen / PEWARTAnews]


    Pekerjaanku Kini


    Nurhaidah.
    PEWARTAnews.com – Ehem, sepertinya sudah lama saya tidak menulis. Maaf sudah membuatmu terbengakalai otakku tercinta. Oke, pada tulisan  kali ini saya mau bercerita tentang pengalaman singkat kerja pertamaku. Tulisan ini hanyalah curhatan hatiku, tolong abaikan saja jika anda merasa tulisan ini tidak penting bagi anda. Terima kasih.

    Sekitar awal  bulan  Oktober  lalu, tepatnya tanggal  07 Oktober  2016  saya  mencoba mencari  lowongan pekerjaan untuk mengisi kekosongan waktuku sambil  skripsian... Upsshhh jangan bahas dulu tentang skripsi yah, yang jelas Insha Allah akan selesai sesuai target 2017.  Yuuk mari kembali ke topik. Hehehe

    Seusai lelah untuk mencari dan memasukkan lamaran pekerjaan, ada perbincangan sederhana antara sepupuku dengan salahsatu Sesepuh Weki Ndai Mbojo (weki ndai mbojo artinya sesepuh sama-sama orang Bima yang kini merantu di kot Gudeg Yogyakarta), yang inti perbincangan tersebut sesepuh menginfokan tentang adanya lowongan pekerjaan di perusahaan yang ia pimpin. Berbekal dari informasi tersebut, lalu  sesepuku memberikan info bahwa ada lowongan pekerjaan di sebuah kantor bapak tersebut, maaf untuk nama sesepuh yang dimaksud belum bisa saya sebutkan disini. Didinting kosku yang mungil kumenoleh, terlihat jarum jam  tetap memutar seperti biasanya, sayapun tidak lama untuk memutuskan kesempatan untuk bekerja tersebut, lalu memberikan jawaban kepeda sepupuku bahwa diriku ingin mencoba berkecimpun di kantor tersebut.

    Beberapa hari setelah saya mengatakan mencoba, lalu diantarlah oleh sepupuku yang ganteng itu ke lokasi tempat ku kerja dan mengenalkanku kepada pemiliknya. Kesan pertamaku begitu melihat lokasinya yang sebentar lagi aku masuki adalah, “kayak bukan perusahaan/PT saja,” batinku berbisik. Iya, kantornya terlihat biasa, soalnya kantornya aja kayak rumah biasa. Saya yang awalnya ragu akhirnya masuk juga, sedangkan  Kakakku  sama  Temannya masuk didalam  Ruangan Interviu-Nya. Saat  masuk saya disambut dengan bapaknya sendiri pemilik Pt/Kantor itu. Saya mengatakan maksud dan tujuanku, dan  bapak itu  menyuruhku untuk duduk dan menunggu sementara. Beberapa menit bapak pemilik perusahaan itu langsung menerimaku sebagai karyawan yang khusus dikanotornya menempati bagian MARKETING. Awalnya saya mulai berfikir sejenak tentang MARKETING, marketing itu apa? dan cara kerjanya bagaimana? Tidak lama sayapun mendapatkan jawabannya dan cara-caranya seperti ini dan itu.

    Dalam beberapa waktu jaraknya, selama dua hari seusai perbincangan tersebut, malamnya saya dan kak sesepu saya mengunjungi rumah bapak kepala kantor tersebut, seusainya kami berbincang dan memberikan contoh training dan apa saja yang harus dilakukan oleh saya nanti saat berkecimpun kantor tersebut. Lalu sayapun mengangguk dan tersenyum bahagia malam itu. Di pagi harinya tepat tanggal  07 bulan  Oktober   2016 saya dengan semangatnya untuk bela-belain bangun pagi jam 5:45 siap-siap berangkat ke kantor pukul 07:45 sampai dikantor pukul 08:15. Seusai itu saya menyapa beberapa karyawan di kantor itu. “Selamat  pagi. Maaf saya telah  beberapa menit.” Celotehku dengan lugu. “Iyah gak papak dek” dengan suara yang begitu lembut dan disambut oleh Ibu (.........) dan bapak (.......) yang merupakan karyawan dikantor tersebut.

    Tak berapa lama sosok seorang bapak pemilik kantor tersbut menghampiriku dan memanggil namaku (NURHAIDAH) dengan lembut. Beliau memanggil namaku dan berbincang seputaran meja/kursi/komputer dan lain-lainnya selama bekerja nantinya. Upssss terakhir membahas mengenai gajinya, lalu saya sejenak menolaknya untuk membahas tentang gaji, yang penting saya bekerja dulu kalau bapak tidak suka dengan cara kerja saya nantinya silahkan bapak langsung mengambil tindakkan selayaknya, dan untuk gajinya nanti saja pak.

    Dengan senyum bapaknya menjawab, “TIDAK, gajinya harus dibahas sekarang, karena ini adalah suatu perusahaan, yah sewalau pun belum terlalu besar, tapi saya harap semua yang bekerja disini akan mendapatkan haknya masing-masing terutama mengenai gaji pokok dan bonus lainnya.” Ucap sang pemilik perusahaan.

    Tidak lama kemudian, sayapun menerimanya dengan senyuman, untuk kelanjutan pembahasanan mengenai gajinya, cukuplah untuk saya anak rantau, kapan lagi coba saya bisa mendapatkan gaji sendiri. Sejenak ku berfikir ternyata semua yang lakukan dengan penuh  ikhlas akan  membuai hasil yang sangat cukup memuaskan. Walau pun tak sepenuhnya, yang penting kita masih selalu untuk bersyukur. Aamiin.

    Setelah interview, dan lain-lain, sayapun mulai menempati kursi, meja dan komputer baru dengan suasana yang juga baru, tapi sederhana. Karna kantornya tidak terlalu mewah seperti kantor lainnya hanya saja cara kerjanya seperti kantor pada umumnya. Pertama-tama saya harus berkenalan dengan bendaharanya dan karyawan lainnya dengan penuh keluguan dan sangatlah dek-dekan yang tak karuan, seusai-nya saya diberikan tugas pertama untuk selama seminggu. Peerjaan pertama itu untuk mengedit beberapa foto yang ada di file yang sudah ditransferkan ke komputer tempatku bekerja.

    Disini saya bekerja sebagai “Telemarketing”, yang tugasnya tak ada bedanya dengan sales, namun yang membedakannya cara kita menjualnya. Disini Telemarketing menawarkan barang melalui telepon/FB/Twitter/Instagram, dan media sosial lainnya. Jadi tugasku sebagai pegawai yang masih dalam masa percobaan hanya memvalidasi nama-nama perusahaan beserta nomer teleponnya di yellow pages, kemudian saya disuruh untuk menelpon perusahaan-perusahaan yang sudah aku validasi dan disuruh untuk meminta nama dari bagian p*j*k, beserta nomer fax perusahaan untuk dikirimkan brosur dari produk perusahaan kami. Namun jika sudah bisa langsung disambungkan dengan bagian pajaknya, kita disuruh untuk presentasi produk.

    Kini tibalah  jam  israhat, kami masing-masing memilih tempat  israhat sendiri, karna mereka semua rumahnya pada dekat dengan kontor, merekapun berkesempatan untuk israhat dirumahnya masing-masing, dan saya sendiri sedang bingung mau israhatnya di mana, mana tidak ada motor, lalu tiba-tiba bosku  memberikan amanat kepada ibu (.....) untuk memberikan kunci motor pribadinya yang  sudah  lama fakum dirumahnya kurang lebih setengah tahun. Iya, motor tersebut hanya di parkir di rumah dan tidak ada yang memakainya. ibu (......) pun memberikan kunci motor itu kepada saya, dan menceritakakan tentang motornya. Tentang kerewelannya,  dan lain sebagainya. Tak lama kemudian sayapun keluar mencari makanan, dan saya menemukan warung makan pecel lele yang tidak jauh dari kantor. Setelah jam israhat usai, berlangsunglah kemballi aktivitas seperti biasanya, layaknya pekerja serius padahal biasa saja, hehehe.

    Selama menjalani pekerjaan  ini, jujur saja mentalku naik turun, sempat down juga karena baru pertama kali bekerja sebegai “telemarketing”, berbicara sama orang melalui telepon, dan itu sangat dek-dekan rasanya. Kalau boleh jujur saya  ini tipe orang yang nggak terlalu baik dalam komunikasi, maka tidak perlu heran kalau waktu presentasi produk via telepon saya suka gelagapan sendiri, padahal saya tau apa yang harus saya jawab. Itu pikiranku pada saat itu. Hehehe.

    Pekerjaan seperti ini mungkin melelahkan bagi orang yang cepat bosan duduk belama-lama di komputer dan hanya memainkan jarinya semata di Sosmed. Saya bahkan harus kasihan sama mata saya karna selama berjam-jam, iya cuman didepan layar semata. Walaupun begitu saya mengatakana pada hati saya “pokoknya harus menjalaninnya penuh dengan hati ikhlas, Ok,”. Selema beberapa hari kemudian saya masih ada yang harus dipertimbangkan sih, tapi itu hasilnya pasti fifty fifty (50% - 50%).

    Seminggu sudah saya menjalani pekerjaan ini, dan saya merasa mulai nyaman, niatku yang awalnya tidak membara terhadap pekerjaan ini, entah  kenapa sedikit demi sedikit mulai redup. Lalu saya-pun bekerja dengan biasa-biasa saja karna jikalalau segala sesuatu yang dikerjakan hanya demi memuaskan nafsu semata, tidak ingin mandpatkan Ridho-Nya, itu sama halnya saya akan membunuh karakter dan batin saya secara perlahan. Begitu kuberucap dalam benak. Baiklah singkat cerita, sekarang saya sudah masuk minggu ke-tiga dalam bekerja dikantor ini, tetapi serasa masih seperti mimpi saja, dan tidak menyangka kalau saya mampu melewati semua ini dengan penuh ikhlas, dan tetap semangat. Semangat yang tiada henti. Ketika waktu istrahat tiba, saya memnafaatkannya sebaik mungkin untuk mengerjakan tugas akademik yang urgen, walaupun waktu israhatnya sangat singkat selama satu jam, tidak sempat mencari makanan, hanya makan seadanya saja dikantor atau gak minum susu/air putih.

    Disaat itulah saya  mulai menyerahkan semuanya pada Allah SWT. Selama beberapa hari saya mencoba untuk Shalat istikharah, berserah pada-Nya, memohon petunjuk yang terbaik untukku. Namun selama lebih dari dua minggu saya sudah mulai bisa mengatasi perasaan bingungku. Aku terus melakukan shalat istikharahku, sampai aku menemukan jawabannya. Dan pada akhirnya setelah  hampir seminggu saya melakukannya, Allah memberikan jawaban-Nya untukku melalui teman kerjaku  dikantor ini. Sungguh saat itu  saya sangat terbengkalai  karna sangat bertentangan dengan akademik-ku. Alhamdulillah walaupun sudah bekerja tetapi hal yang urgen masih bisa dikerjakan, Insaa Allah. Kalaupun ada hal-hal yang berkaitan dengan Akademik, Boss ku mengijinkannya untuk menyelesaikannya, yang penting meminta izin dengan baik. Siap.

    Keputusan yang  saya ambil sungguh berat, di satu sisi saya sudah merasa nyaman dengan pekerjaan yang saya lakukan sekarang, dan di sisi lain saya harus berjuang untuk Akademik yang begitu urgen. Sungguh berat, namun saya tidak boleh mundur lagi. Lagipula keputusan ini sudah saya pertimbangkan dengan baik. Sebelum bekerja juga sempat meminta izin untuk sejenak mengurus Akademik, setidaknya walau sudah bekerja disini, maka silaturrahmiku dengan mereka masih tetap ada dan gak boleh sampai putus. Untuk  itu saya sangat senang  menjalaninnya. Namun begitu singkat ceritanya, itu tiba saya ucapkan terima kasih kepada bapak/kak dan teman-teman yang telah mendukung keberadaanku. Salam dan bahagia dari ku.

    Meja Kerja Nurhaidah

    Yogyakarta, 18 Desember 2016.
    Karya: Nurhaidah
    Srikandi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) / Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST).
     

    Iklan

    Iklan
    Untuk Info Lanjut Klik Gambar
    Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website