Headlines News :
Home » » Pekerjaanku Kini

Pekerjaanku Kini

Written By Pewarta News on Senin, 19 Desember 2016 | 10.23


Nurhaidah.
PEWARTAnews.com – Ehem, sepertinya sudah lama saya tidak menulis. Maaf sudah membuatmu terbengakalai otakku tercinta. Oke, pada tulisan  kali ini saya mau bercerita tentang pengalaman singkat kerja pertamaku. Tulisan ini hanyalah curhatan hatiku, tolong abaikan saja jika anda merasa tulisan ini tidak penting bagi anda. Terima kasih.

Sekitar awal  bulan  Oktober  lalu, tepatnya tanggal  07 Oktober  2016  saya  mencoba mencari  lowongan pekerjaan untuk mengisi kekosongan waktuku sambil  skripsian... Upsshhh jangan bahas dulu tentang skripsi yah, yang jelas Insha Allah akan selesai sesuai target 2017.  Yuuk mari kembali ke topik. Hehehe

Seusai lelah untuk mencari dan memasukkan lamaran pekerjaan, ada perbincangan sederhana antara sepupuku dengan salahsatu Sesepuh Weki Ndai Mbojo (weki ndai mbojo artinya sesepuh sama-sama orang Bima yang kini merantu di kot Gudeg Yogyakarta), yang inti perbincangan tersebut sesepuh menginfokan tentang adanya lowongan pekerjaan di perusahaan yang ia pimpin. Berbekal dari informasi tersebut, lalu  sesepuku memberikan info bahwa ada lowongan pekerjaan di sebuah kantor bapak tersebut, maaf untuk nama sesepuh yang dimaksud belum bisa saya sebutkan disini. Didinting kosku yang mungil kumenoleh, terlihat jarum jam  tetap memutar seperti biasanya, sayapun tidak lama untuk memutuskan kesempatan untuk bekerja tersebut, lalu memberikan jawaban kepeda sepupuku bahwa diriku ingin mencoba berkecimpun di kantor tersebut.

Beberapa hari setelah saya mengatakan mencoba, lalu diantarlah oleh sepupuku yang ganteng itu ke lokasi tempat ku kerja dan mengenalkanku kepada pemiliknya. Kesan pertamaku begitu melihat lokasinya yang sebentar lagi aku masuki adalah, “kayak bukan perusahaan/PT saja,” batinku berbisik. Iya, kantornya terlihat biasa, soalnya kantornya aja kayak rumah biasa. Saya yang awalnya ragu akhirnya masuk juga, sedangkan  Kakakku  sama  Temannya masuk didalam  Ruangan Interviu-Nya. Saat  masuk saya disambut dengan bapaknya sendiri pemilik Pt/Kantor itu. Saya mengatakan maksud dan tujuanku, dan  bapak itu  menyuruhku untuk duduk dan menunggu sementara. Beberapa menit bapak pemilik perusahaan itu langsung menerimaku sebagai karyawan yang khusus dikanotornya menempati bagian MARKETING. Awalnya saya mulai berfikir sejenak tentang MARKETING, marketing itu apa? dan cara kerjanya bagaimana? Tidak lama sayapun mendapatkan jawabannya dan cara-caranya seperti ini dan itu.

Dalam beberapa waktu jaraknya, selama dua hari seusai perbincangan tersebut, malamnya saya dan kak sesepu saya mengunjungi rumah bapak kepala kantor tersebut, seusainya kami berbincang dan memberikan contoh training dan apa saja yang harus dilakukan oleh saya nanti saat berkecimpun kantor tersebut. Lalu sayapun mengangguk dan tersenyum bahagia malam itu. Di pagi harinya tepat tanggal  07 bulan  Oktober   2016 saya dengan semangatnya untuk bela-belain bangun pagi jam 5:45 siap-siap berangkat ke kantor pukul 07:45 sampai dikantor pukul 08:15. Seusai itu saya menyapa beberapa karyawan di kantor itu. “Selamat  pagi. Maaf saya telah  beberapa menit.” Celotehku dengan lugu. “Iyah gak papak dek” dengan suara yang begitu lembut dan disambut oleh Ibu (.........) dan bapak (.......) yang merupakan karyawan dikantor tersebut.

Tak berapa lama sosok seorang bapak pemilik kantor tersbut menghampiriku dan memanggil namaku (NURHAIDAH) dengan lembut. Beliau memanggil namaku dan berbincang seputaran meja/kursi/komputer dan lain-lainnya selama bekerja nantinya. Upssss terakhir membahas mengenai gajinya, lalu saya sejenak menolaknya untuk membahas tentang gaji, yang penting saya bekerja dulu kalau bapak tidak suka dengan cara kerja saya nantinya silahkan bapak langsung mengambil tindakkan selayaknya, dan untuk gajinya nanti saja pak.

Dengan senyum bapaknya menjawab, “TIDAK, gajinya harus dibahas sekarang, karena ini adalah suatu perusahaan, yah sewalau pun belum terlalu besar, tapi saya harap semua yang bekerja disini akan mendapatkan haknya masing-masing terutama mengenai gaji pokok dan bonus lainnya.” Ucap sang pemilik perusahaan.

Tidak lama kemudian, sayapun menerimanya dengan senyuman, untuk kelanjutan pembahasanan mengenai gajinya, cukuplah untuk saya anak rantau, kapan lagi coba saya bisa mendapatkan gaji sendiri. Sejenak ku berfikir ternyata semua yang lakukan dengan penuh  ikhlas akan  membuai hasil yang sangat cukup memuaskan. Walau pun tak sepenuhnya, yang penting kita masih selalu untuk bersyukur. Aamiin.

Setelah interview, dan lain-lain, sayapun mulai menempati kursi, meja dan komputer baru dengan suasana yang juga baru, tapi sederhana. Karna kantornya tidak terlalu mewah seperti kantor lainnya hanya saja cara kerjanya seperti kantor pada umumnya. Pertama-tama saya harus berkenalan dengan bendaharanya dan karyawan lainnya dengan penuh keluguan dan sangatlah dek-dekan yang tak karuan, seusai-nya saya diberikan tugas pertama untuk selama seminggu. Peerjaan pertama itu untuk mengedit beberapa foto yang ada di file yang sudah ditransferkan ke komputer tempatku bekerja.

Disini saya bekerja sebagai “Telemarketing”, yang tugasnya tak ada bedanya dengan sales, namun yang membedakannya cara kita menjualnya. Disini Telemarketing menawarkan barang melalui telepon/FB/Twitter/Instagram, dan media sosial lainnya. Jadi tugasku sebagai pegawai yang masih dalam masa percobaan hanya memvalidasi nama-nama perusahaan beserta nomer teleponnya di yellow pages, kemudian saya disuruh untuk menelpon perusahaan-perusahaan yang sudah aku validasi dan disuruh untuk meminta nama dari bagian p*j*k, beserta nomer fax perusahaan untuk dikirimkan brosur dari produk perusahaan kami. Namun jika sudah bisa langsung disambungkan dengan bagian pajaknya, kita disuruh untuk presentasi produk.

Kini tibalah  jam  israhat, kami masing-masing memilih tempat  israhat sendiri, karna mereka semua rumahnya pada dekat dengan kontor, merekapun berkesempatan untuk israhat dirumahnya masing-masing, dan saya sendiri sedang bingung mau israhatnya di mana, mana tidak ada motor, lalu tiba-tiba bosku  memberikan amanat kepada ibu (.....) untuk memberikan kunci motor pribadinya yang  sudah  lama fakum dirumahnya kurang lebih setengah tahun. Iya, motor tersebut hanya di parkir di rumah dan tidak ada yang memakainya. ibu (......) pun memberikan kunci motor itu kepada saya, dan menceritakakan tentang motornya. Tentang kerewelannya,  dan lain sebagainya. Tak lama kemudian sayapun keluar mencari makanan, dan saya menemukan warung makan pecel lele yang tidak jauh dari kantor. Setelah jam israhat usai, berlangsunglah kemballi aktivitas seperti biasanya, layaknya pekerja serius padahal biasa saja, hehehe.

Selama menjalani pekerjaan  ini, jujur saja mentalku naik turun, sempat down juga karena baru pertama kali bekerja sebegai “telemarketing”, berbicara sama orang melalui telepon, dan itu sangat dek-dekan rasanya. Kalau boleh jujur saya  ini tipe orang yang nggak terlalu baik dalam komunikasi, maka tidak perlu heran kalau waktu presentasi produk via telepon saya suka gelagapan sendiri, padahal saya tau apa yang harus saya jawab. Itu pikiranku pada saat itu. Hehehe.

Pekerjaan seperti ini mungkin melelahkan bagi orang yang cepat bosan duduk belama-lama di komputer dan hanya memainkan jarinya semata di Sosmed. Saya bahkan harus kasihan sama mata saya karna selama berjam-jam, iya cuman didepan layar semata. Walaupun begitu saya mengatakana pada hati saya “pokoknya harus menjalaninnya penuh dengan hati ikhlas, Ok,”. Selema beberapa hari kemudian saya masih ada yang harus dipertimbangkan sih, tapi itu hasilnya pasti fifty fifty (50% - 50%).

Seminggu sudah saya menjalani pekerjaan ini, dan saya merasa mulai nyaman, niatku yang awalnya tidak membara terhadap pekerjaan ini, entah  kenapa sedikit demi sedikit mulai redup. Lalu saya-pun bekerja dengan biasa-biasa saja karna jikalalau segala sesuatu yang dikerjakan hanya demi memuaskan nafsu semata, tidak ingin mandpatkan Ridho-Nya, itu sama halnya saya akan membunuh karakter dan batin saya secara perlahan. Begitu kuberucap dalam benak. Baiklah singkat cerita, sekarang saya sudah masuk minggu ke-tiga dalam bekerja dikantor ini, tetapi serasa masih seperti mimpi saja, dan tidak menyangka kalau saya mampu melewati semua ini dengan penuh ikhlas, dan tetap semangat. Semangat yang tiada henti. Ketika waktu istrahat tiba, saya memnafaatkannya sebaik mungkin untuk mengerjakan tugas akademik yang urgen, walaupun waktu israhatnya sangat singkat selama satu jam, tidak sempat mencari makanan, hanya makan seadanya saja dikantor atau gak minum susu/air putih.

Disaat itulah saya  mulai menyerahkan semuanya pada Allah SWT. Selama beberapa hari saya mencoba untuk Shalat istikharah, berserah pada-Nya, memohon petunjuk yang terbaik untukku. Namun selama lebih dari dua minggu saya sudah mulai bisa mengatasi perasaan bingungku. Aku terus melakukan shalat istikharahku, sampai aku menemukan jawabannya. Dan pada akhirnya setelah  hampir seminggu saya melakukannya, Allah memberikan jawaban-Nya untukku melalui teman kerjaku  dikantor ini. Sungguh saat itu  saya sangat terbengkalai  karna sangat bertentangan dengan akademik-ku. Alhamdulillah walaupun sudah bekerja tetapi hal yang urgen masih bisa dikerjakan, Insaa Allah. Kalaupun ada hal-hal yang berkaitan dengan Akademik, Boss ku mengijinkannya untuk menyelesaikannya, yang penting meminta izin dengan baik. Siap.

Keputusan yang  saya ambil sungguh berat, di satu sisi saya sudah merasa nyaman dengan pekerjaan yang saya lakukan sekarang, dan di sisi lain saya harus berjuang untuk Akademik yang begitu urgen. Sungguh berat, namun saya tidak boleh mundur lagi. Lagipula keputusan ini sudah saya pertimbangkan dengan baik. Sebelum bekerja juga sempat meminta izin untuk sejenak mengurus Akademik, setidaknya walau sudah bekerja disini, maka silaturrahmiku dengan mereka masih tetap ada dan gak boleh sampai putus. Untuk  itu saya sangat senang  menjalaninnya. Namun begitu singkat ceritanya, itu tiba saya ucapkan terima kasih kepada bapak/kak dan teman-teman yang telah mendukung keberadaanku. Salam dan bahagia dari ku.

Meja Kerja Nurhaidah

Yogyakarta, 18 Desember 2016.
Karya: Nurhaidah
Srikandi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) / Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST).
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website