Headlines News :
Home » » Banjir Amarah Penguasa

Banjir Amarah Penguasa

Written By Pewarta News on Jumat, 27 Januari 2017 | 10.14

Ismail Aljihadi, S.H.I.
Mengapa Ratusan, Ribuan dan Jutaan Rumah,
Jalan serta gedung-gedung yang megah luluh lanta.
Diguncang oleh puluhan badai ambisi manusia yang serakah.
Manusia yang begitu lalai  dengan kehinaan yang mendunia
Hingga runtuhan itu berkeping-keping berserakan di pingir jalan.

Oooh sampai-sampai,
Mengapa sawah, ladangku kini kering kerontang.
Tanamanpun tiap hari makin menipis, tak terpandang  oleh mata.
Kini anak-ku menangis kelaparan di siang hari, dan kehausan di malam hari kesunyian.

Mata airpun tak tersisa walau setetes kehidupanku.
Tertimbun oleh gelombang  badai amarahmu yang begitu tinggi.
Amarahmu setinggi gunung himalaya, tapi serendah sampah di kakimu
Tersisa oleh makanan dan minuman hati buasmu.

Wah wah wah, ha ha ha.
Katanya kau adalah pemimpinku, pelindungku, junjunganku.
Hebatnya kau memimpin seluruh tanah kayaan hidup, melalui hati yang tak hidup.
Kau Mengusai seluruh mata pencaharianku, tapi mata hatimu tertutup  amarahmu yang kau pimpin.
Hingga kau sendiri terjatuh  dibawa arus  banjir amarahmu sendiri.


Yogyakarta 30 Desember 2016

Karya: Ismail Aljihadi, S.H.I.
Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta / Salahsatu Pendiri Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) / Pengurus Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta.

Share this post :

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website