Headlines News :
Home » » Bima Berduka, Ini Keluhan Hati Salahsatu Mahasiswi Jogja

Bima Berduka, Ini Keluhan Hati Salahsatu Mahasiswi Jogja

Written By Pewarta News on Senin, 02 Januari 2017 | 10.40

Suasana usai penggalangan dana di titik Nol KM. [Foto: PUSMAJA]
PEWARTAnews.com – Dunia sangat luas, dan manusia merupakan makhluk sosial yang menepati dunia, manusia menikmati alam, manusia berkuasa atas semua yang ada dialam ini, termasuk binatang dan tumbuhan, manusia menikmati tumbuhan, terkadang manusia enggan untuk merawatnya. Manusia berkuasa akan hewan, memangsanya tanpa enggan untuk memperkembang biakkan.

Hingga tiba pada akhirnya, Allah murka dengan dunia ini. Allah memberi kita musibah seperti yang terjadi di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Allah menciptkan, Allah juga yang akan menghancurkannya. Orang-orang sosial berjalan kesana kemari, kepanasan berkeringat tanpa mengenal lelah untuk membantu mereka, bertahan hidup tapi akan tetapi kesadaran masyarakat kurang akan hal itu, mereka memandang remeh kita yang berjalan mengumpulkan uang receh buat kebahagiaan Bima. Mereka tertawa melambaikan tangan, seolah-olah meledek kita, tapi hati kita tidak berhenti disitu. Kita berjalan dan terus berjalan, hingga menemukan seseorang yang berhati yang mau menyumbangkan sedikit uangnya buat mereka.

Percuma kita kaya, percuma kita punya banyak usaha, akan tetapi mata kita tertutup akan berbuat baik. Sesungguhnya Tuhan yang memberi kita rezeki, jangan takut bila rezeki kita akan habis bila kita membantu orang, justru Tuhan akan memberikan rezeki yang berlipat-lipat kepada kita yang mau bersedekah uang kecil yang menurut kita tidak berarti. Tapi menurut warga Bima, uang itu sangat membantu apakah hati kalian tertutup, bila melihat orang-orang berteriak menjerit meminta pertolongan, apakah kalian akan berdiam diri dan menggengam erat erat uang kalian.

Bukalah mata dan hati kalian, janganlah kalian menggenggam erat-erat uang kalian, jika uang kalian akan bermanfaat buat orang yang membutuhkan, Tuhan yang akan membalas semua kabaikan kalian. Jika otak kita berfikir terbalik, seandainya kita yang mendapatkan musibah itu, apakah kita tanpa bantuan orang lain kita bisa makan? Kita bisa tidur? Kita bisa mendirikan posko, belum tentu kita bisa berdiri sendiri tanpa ada orang dibelakang kita. Nah, uang seribu dua ribu tak akan ada artinya jika kita berdiam diri tanpa melihat orang-orang yang menderita itu.

Mohon bantuanya untuk kita mengingat akan korban bencana yang terjadi di Bima, NTB. Sisihkan uang kita sedikit buat mereka yang membutuhkan pertolongan kita.Saya memang bukan mahasiswi asal Bima, NTB, tapi saya hanya mencoba melakukan secuil upaya untuk pemulihan kondisi musibah banjir yang terjadi di Bima, walau upaya itu hanya berbentuk ikut partisipasi dalam penggalangan dana beberapa waktu lalu bersama rekan-rekan KEPMA Bima-Yogyakarta di titik Nol KM Malioboro.


Oleh: Aprilia Nikensari 
Salahsatu Mahasiswi Kampus Swasta di Yogyakarta


Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website