Headlines News :
Home » » Keindahan Jawa Tengah dan Wisata Religinya

Keindahan Jawa Tengah dan Wisata Religinya

Written By Pewarta News on Kamis, 02 Februari 2017 | 02.06

Andri Ardiansyah, S.Pd.I.
PEWARTAnews.comBerbicara Jawa tidak terlepas kita berbicara sejarah, baik itu sejarah manusianya maupun sejarah tentang alamnya semua ada di Jawa. Jawa pun terbagi menjadi tiga Provinsi yaitu ada Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, semuanya memiliki sejarah dan cerita yang panjang yang sampai hari ini di adopsi oleh seluruh rakyat Indonesia. Jawa memang unik untuk di bicarakan di setiap sudut dan tempat bagi para ilmuan dan akademisi, kerena mengingat Jawa memiliki peradaban yang sangat besar dan luas di Bumi Pertiwi ini. Bahkan di tanah Jawalah masuknya Islam pertamakali di Bumi Pertiwi ini, sehingga di kenal seantero Indonesia dari sabang sampai merauke. Penulis sebagai anak Timur (Bima-NTB) melihat Jawa ini sangat kompleks dan unik di banding dengan daerah-daerah lain diluar Jawa. Kemaren Penulis bersama teman-teman sekelas (Pascasarjana Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga) Yogyakarta Tour ke tempat bersejarah, sebut saja Kota Wali (Demak) Jawa Tengah. Melihat dan menyaksikan dimana banyak sekali orang-orang baik dari luar Kota Demak maupun orang Demak itu sendiri datang mengunjungi dan berziarah di tempat sejarah tersebut. mereka berziarah di makam salah satu Raja yang ada dalam area pagar Masjid Agung Demak (Jawa Tengah). Penulis melihat semua orang membaca Qur’an dan berdo’a di depan kuburan tersebut, sebagai anak Timur Penulis merasa aneh dan bertanya-tanya dalam hati kenapa mereka mengaji (Membaca Surah Yaasin) dan berdo’a di depan kuburan? Karena Penulis jarang melihat ritual dan hal seperti itu sebelumnya di daerah-daerah yang biasa Penulis singgah, dengan merasa memberanikan diri Penulis mencoba bertanya dan berbincang dengan salah satu penjaga di tempat tersebut, dan Penulis bertanya mengenai kenapa semua pengunjung yang datang di tempat ini membaca Qur’an dan berdo’a depan kuburan itu? Penjaga itupun menceritakan dan mengulas sedikit sejarah mengenai perjuangan para Wali/Raja tersebut, dan juga  para ziarah pun hadir di tempat itu berdoa, dan mengaji sebagai bentuk kecintaan mereka dan sekaligus menghormati para Wali/Raja yang telah berjuang dan berjasa untuk Islam di Indonesia.

Begitu pula ketika Penulis sesampainya di Kudus. Penulis menyempatkan diri bersama teman-teman untuk melihat dan menyaksikan sendiri makamnya salahsatu Wali yaitu Sunan Kudus yang telah berjasa dan memberi kontribusi yang sangat besar untuk rakyat  muslim Indonesia. Dan yang unik di sini penulis melihat tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh pengunjung di Demak tadi dengan pengunjung yang berziarah di tempat ini. Mereka sama melakukan ritual yang sama yaitu mengaji dan berdo’a di depan makam Wali tersebut tiada lain niatan para peziarah yaitu sebagai tanda cinta mereka kepada para Wali yang sudah berjasa untuk bangsa ini. D.I.Y. dan Jawa tengah memang memiliki ikon sejarah yang panjang dan penting dalam kehidupan rakyat Indonesia, dan juga telah memberi sumbangsi pengetahuan dalam dunia pendidikan rakyat Indonesia di masa lalu, masa kini dan masa akan datang, karena menurut pengamatan Penulis sejarah ini telah di rasakan oleh orang-orang terdahulu dan hari ini juga kita masih merasakan aroma sejara tersebut dan dimasa akan datang pun paling tidak mereka generasi penerus mengingat dan mempelajari para pelaku sejara seperti para Wali dan yang lainnya.

Berbicara tentang tanah Jawa memang tidak ada habis-habisnya, karena tanah Jawa memang Ikon-nya Indonesia, disinilah sejarah itu mulai terukir, disnilah keindahan itu mulai benih, dan disinilah keunikan Indonesia itu mulai di ceritakan, semuanya ada di Jawa, tidak bisa di pungkiri Jawa adalah memiliki penduduk yang padat dan terbanyak di banding dengan penduduk-penduduk di daerah yang lain, sudah barang tentu tanah Jawa memiliki rakyat dan generasi yang cerdas-cerdas di berbagai bidang keilmuan sehingga mereka bisa membangun SDA dan SDM yang memumpuni di berbagai bidang keilmuan, terbukti Tanah Jawa sampai saat ini masih menjadi kiblat dan dilirik oleh para akademisi utuk tempat mencari dan menuntut ilmu didalamnya sebut saja D.I.Y dan Jateng, dimana di dua daerah ini penulis melihat banyak orang dari berbagai  daerah dan kota menuntut ilmu di tempat ini, baik di Solo, Semarang, Magelang dan di Jogja sendiri semuanya ada di Jawa. Semuanya ada disini D.I.Y. dan Jateng, baik keindahan alamnya maupun keindahan bangunan sejarahnya, semuanya terukir rapi dan secara sistematis ditempat ini.

Keunikan alam dan sejarah nya Jateng memang sangat menginspirasi dan membius mata pengunjung yang datang ke tempat tersebut, seolah ada makhnet yang melekat dengan tempat tersebut yang mana makhnet tersebut menarik kita supaya mendekat melihat dan mempelajari keindahan sejarah dan alamnya Jateng, Jateng memiliki Candi Borobudur yang setiap waktunya pengunjung selalu ramai di datangi baik Lokal maupun Mancanegara, Candi Borobudur tidak asing lagi di telinga dan mata rakyat Indonesia walaupun mereka belum melihat secara langsung setidaknya sudah melihat di TV ataupun Koran, sehingga bagi siapa saja yang mendengar dan membcirakan Jateng, pasti mainset berpikirnya tertuju ke Candi Borobudur, karena mengingat Borobudur adalah IKON-nya Indonesia bahkan salah satu IKON Dunia. Tidak hanya Candi Borobudur yang dimiliki oleh Jateng tetapi masih banyak lagi yang lainnya sebut saja Candi Gedong Songo, Candi ini juga salah satu Beground Jateng yang memang sudah menjadi sejarah sepanjang kehidupan bangsa ini, keunikan dan keindahan Candi Gedong Songo ini menurut penulis tidak ada tandingannya karena tempat dan letaknya di ketinggian sehingga semua bisa terlihat jelas rumah dan persawahan penduduk (keindahan) di bawah sana. Penulis sebagai anak Timur belum pernah merasakan keindahan seindah itu sebelumnya, sehingga penulis bersama teman-teman bisa menghabiskan waktu di tempat yang indah dan bersejarah tersebut. Sekali lagi penulis katakan Semua keindahan sejarah, wisata alam dan wisata religi (makam para Wali) ada di sini yakni Jateng dan D.I.Y.


Penulis : Andri Ardiansyah, S.Pd.I.
Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta / Peneliti pada Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta.
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website