Headlines News :
Home » , » Kota Kupang Bercerita

Kota Kupang Bercerita

Written By Pewarta News on Minggu, 26 Februari 2017 | 22.44

Andri Ardiansyah  saat berpose depan Gong Perdamaian Kota Kupang NTT.
PEWARTAnews.com – Indonesia dikenal dengan kekayaan akan alamnya, baik kekayaan dari segi sektor laut, maupun daratannya, sehingga tidak heran bagi negara penjajah menginginkan kekayaan Indonesia, semua terlena ketika melihat kekayaan negeri ini. Indonesia juga dijuluki negara kepulauan, ada puluhan pulau bahkan ratusan pulau yang terbentang dari sabang sampai merauke, dan terlihat begitu indah dan mempesona negeri ini ketika di kelilingi oleh pulau-pulau yang cantik nan jelita di pandang mata. Di Negeri ini ada sebuah pulau yang unik, indah, cantik, dan menyejukan hati ketika memandangnya, pulau itu bernama pulau Timor.

Pulau ini berada di ujung bagian selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pulau yang begitu luas daratannya mulai dari Kota Kupang hingga Atambua yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Timor Leste, jarak tempuh dari Kupang ke Atambua pun begitu jauh dan memakan waktu hingga delapan jam lamanya, begitu luas dan panjangnya daratan pulau Timor ini, inilah salah satu tanda kekayaan alam Indonesia yang harus kita jaga dan rawat dengan baik.

Di pulau ini banyak masyarakat yang hidup selayaknya masyarakat di pulau-pulau lainnya yang berada di bagian barat negeri ini, di pulau ini banyak pendatang-pendatang yang beradu nasib dalam menyambung hidupnya, ada yang dari Alor, Sabu, Rote, Maumere, Ende, Manggarai, Bima dan lain sebagainya, semuanya banyak dari mereka datang ke tempat ini baik datang sebagai pedagang maupun datang sebagai pelajar/mahasiswa. Di pulau Timor ini juga pusat pemerintahan Provinsi NTT ditempatkan, sehingga pulau ini bisa berkembang dan maju baik dari segi ekonomi, pendidikan, sosial maupun budayanya, di pulau timor ini terdapat sebuah kota besar dan dijadikan nama kota Provinsi yaitu kota Kupang.

Kota Kupang memiliki banyak cerita indah, dari tempat wisata hingga pendidikannya, semuanya ada dan terkumpul disini. kota Kupang juga dijuluki sebagai kota perdamaian sehingga tidak heran bagi masyarakat Kupang memilihara nilai-nilai kearifan dan kabajikan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat Kupang adalah masyarakat yang majemuk sosialnya, ada yang Kristen, Katolik, Hindu, dan Islam tetapi mereka bisa hidup berdampingan tanpa saling menyakiti satu sama lain, mereka hidup bagaikan keluarga dalam satu rumah yang penuh harmonis.

Masyarakat Kupang juga adalah masyarakat yang menjujung tinggi nilai-nilai toleransi, yang memegang erat nilai-nilai multikultur (keberagaman) sehingga mereka paham bagaimana bersosial dam bermasyarakat didalam negara yang penuh perbedaan ini, bagi masyarakat Kupang perbedaan itu adalah fitrah dari Tuhan sehingga perbedaan itu seharusnya menyatukan kita bukan malah memecah belah persaudaraan berbangsa dan bernegara. Berbicara tentang Kupang adalah berbicara tentang pariwisata, Kupang memiliki banyak tempat pariwisata yang cantik dan jelita, sebut saja salah satunya adalah Taman Nostalgia (Tamnos) di taman ini banyak dari kalangan wisatawan yang mengunjungi dan bahkan sekedar foto-foto di tempat ini, taman ini di kelilingi oleh pepohonan yang rindang dan hijau sehingga sejuk dirasakan ketika beristrahat di taman ini.

Taman ini juga terlihat cantik karena kebersihannya selalu dijaga baik oleh pengunjungnya, penulis sebagai pendatang di kota Kupang ini menyempatkan diri jalan-jalan di taman nostalgia sekedar mengobati rasa penasaran penulis, karena begitu banyak orang yang menceritakan tentang keindahan taman ini, dan benar saja ketika penulis sesampainya di taman itu terlihat cantik dan indah, penulis juga melihat begitu banyak pengujung yang berfoto-foto di taman ini serasa ketika kita berada di taman ini tidak ingin beranjak pulang dari tempat ini karena begitu indah dan cantik pemandangannya.

Keberadaan taman nostalgia ini memang sangat membantu masyarakat Kupang dalam sektor wisata, dan demi kemajuan tatanan kota Kupang, taman ini strategis berada di jantung kota Kupang sehingga akses jalan untuk ke taman ini tidak terlalu sulit untuk berkunjung, setiap saat di taman ini selalu ramai di kunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun nasional, bagaimana tidak, di taman ini  para pengunjung tidak di pungut tiket masuk (biaya) sehingga selalu ramai pengunjung yang datang di tempat ini, kita hanya cukup bayar parkir dua ribu rupiah saja untuk merasakan sejuk dan indahnya taman nostalgia ini, super bukan?.

Di taman ini juga terdapat sebuah Gong Perdamaian yang menjulang tinggi dan dibangun sedemikian bagusnya, di Gong itu penulis melihat ada beberapa tanda dari tanda atau identitas yang melekat pada setiap agama yang ada di Indonesia, tanda-tanda itu terlihat jelas menandakan kita sebagai warga Indonesia yang majemuk masyarakatnya dan hidup dalam keberagaman yang harmonis, ini tandanya Kupang cinta perdamaian, cinta toleransi, dan menjujung tinggi nilai-nilai keberagaman. Gong perdamaian adalah salah satu bentuk produktifitas pemerintah kota Kupang/Provinsi dalam mengingatkan kita begitu banyak nilai-nilai nasionalisme dan nilai-nilai edukatif yang terkandung didalamnya.

Dengan keberadaan Gong Perdamaian yang ada di tengah-tengah taman nostalgia tersebut menandakan Kupang telah memiliki sejarah baru yang akan dikenang sepanjang kehidupan masyarakat Kupang nantinya, penulis mengharapkan kepada pemerintah kota Kupang supaya selalu mempertahankan dan memupuk baik nilai-nilai keberagaman ini sehingga rakyat Indonesia bisa berkaca dan bercermin kepada masyarakat Kupang dengan kekayaan akan nilai-nilai multikulturnya.

 “Kota Kupang punya cerita, kota Kupang punya sejarah, dan kota Kupang punya segalanya”. Disinilah keindahan Indonesia, beragam sosial, masyarakat, budaya, bahkan agamanya, tetapi tetap solid dan hidup berdampingan.

Salam dariku anak Bima untuk pembaca yang budiman.


Penulis : Andri Ardiansyah, S.Pd.I.
Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta / Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta.

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website