Headlines News :
Home » » Puisi: "Muara Kasih"

Puisi: "Muara Kasih"

Written By Pewarta News on Selasa, 28 Februari 2017 | 03.41

Nurhaidah.
Ayah
Engkau mengajarkanku untuk Beribadah
Engkau mengajarkanku untuk tetap kuat
Engkau mengajarkanku untuk merendah
Engka yang mengarkanku arti kesederhanaan
Dan engkau juga yang mengajarkanku untuk selalu berbagi kasih

Ibu
Engkau memberikan harapan penuh kasih kepadaku
Engkau yang menambirkan butiran senyuman
Engkau yang selalu memberikanku kekuatan
Disaat orang-orang merendahkanku
Engkau mengajarkanku untuk tetap pada prinsipku

Ayah dan Ibu
Dua orang yang sangat berharga
Dua orang yang bagaikan malaikatku tak bersayap
Dua orang yang mampu membimbing ribuan anak disekitarnya
Dua orang Tuhan untuk anak-anaknya

Ayah
Disaat engkau mendidik kami dengan cara mu
Tidak ada yang mampu melawannya
Tak pernah kami bantah
Bahkan berkata apapun didepan mu tak pernah
Karna kami hanya bocah mu yang belum paham akan didikan itu
Hanyalah bocah yang menuruti semua perintah mu
Itulah sebab ku mengatakan Ayah adalah Tuhan bagi bocah mu

Ibu
Disaat ayah mendidik kami dengan caranya
Engkaulah surga untuk anak-anakmu
Engkaulah tempat pelindung yang sangat-sangat
Tempatku menuaikan air mata
Curahatan hati yang begitu piluh
Itulah sebab kenapa ku sebutkan Ibu adalah Tuhanku

Ayah dan Ibu
Saat kami menjadi bocah nakal yang tak berkelas
Dua orang Tuhan ini akan memainkan perannya masing-masing
Sang bocah yang nakal tak berkelas
Akan segera mengambil tempat pelindung yang selayaknya ia lindung
Namun dua orang Tuhan ini tetap akan menuaikan kasih sayang penuh terhadap bocahnya
Itulah sebab ku sebut dua orang ini adalah Surgaku

Ayah,
Saat kami masih bocah kami menganggap bahwa ayah adalah penjahat
Kami beranggapan bahwa ayah adalah sorang musuh dalam selimut
Yang sewaktu-waktu akan selalu menghantui kami dengan kekerasan tak berkelas
Namun ternyata setelah kami beranjak dewasa
Kami menyimak lalu menyadarkan diri kami
Bahwa penilaian buruk tentang seorang ayah itu tidaklah benar
Seorang ayah adalah sejatinya penguatan hidup untuk bocahnya

Ayah
Adalah pelindung yang nyata
Adalah kekuatan diatas kekuatan yang kami miliki
Adalah pelindung yang sangat abadi
Adalah guru yang berharga
Adalah pembimbing sejati yang tak ada disekolah mana pun

Ibu
Adalah surga yang nyata
Adalah teman yang sejati
Adalah guru yang tak ada duanya
Adalah pembimbing yang abadi

Ayah dan Ibu
Perlu dua malaikat ini ketahui
Bahwa kami sangat bersyuruk
Sangat mendambakan dua malaikat ku ini
Dengan begitu sejati hidup tanpa mereka
Bagaikan merajut tanpa benang
Jika ada air mata yang menetes
Itu adalah air mata yang berharga
Yang tak mampu ditafsirkan dengan kata-kata
Lewat suara hati kami akan bersyukur dan sangat bersyukur
Allah telah menciptakan dua insan yang menyayangi kami penuh dengan tulus
Dua insan yang tak kalah hebatnya dengan harta dan tahta
Kesederhanaanlah yang membahagiakan kami

Tuhan
Bukan berarti ku menjauhkan engkau dari hatiku
Pula tak pernah menghianati kekuasaanmu
Hanya saja sebagai manusia normal akan tetap ada
Hati yang mendambakan dua malaikan yang engkau kirimkan untuk kami
Bukan menduakan dan menyamakan engkau sang Khalik dengan ayah dan ibuku
Karna mereka juga ciptaan mu
Begitulah seruan hatiku pada Ayah, Ibu, dan juga Tuhanku


Yogyakarta, 26 Februari 2017
Karya: Nurhaidah
Mahasiswi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta / Srikandi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY).

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website