Headlines News :
Home » , » Gempita DIY menyambut Hangat Kehadiran Menteri Pertanian di Yogyakarta

Gempita DIY menyambut Hangat Kehadiran Menteri Pertanian di Yogyakarta

Written By Pewarta News on Jumat, 10 Maret 2017 | 23.51

Mentan Amran Sulaiman, saat mengunjungi Gempita DIY (8/3/2017).
Yogyakarta, PEWARTAnews.com – Gerakan Pemuda Tani Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Gempita DIY) menyambut hangat kehadiran Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP. (biasa dikenal luas dengan nama Amran Sulaiman) saat hadir di Grand Aston Hotel Yogyakarta, 8 Maret 2017.

Dalam kesempatan tersebut, Koordinar Wilayah Gerakan Pemuda Tani Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Korwil Gempita DIY) Sugiarto, S.H. melakukan presentasi dihadapan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, guna membahas terkait kesiapan data calon petani dan calon lahan (CP/CL) yang berda di wilayah Gerakan Pemuda Tani Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Gempita DIY). Selain itu, dalam kesempatan itu, dihadiri juga oleh Koordinator Nasional Gempita, Koordinar Wilayah Gerakan Pemuda Tani Indonesia Jawa Tengah (Korwil Gempita Jateng), Forum BEM DIY, dan seluruh anggota Gempita DIY.

Sugiarto, S.H. selaku Korwil Gempita DIY mengungkapkan, Gempita DIY sudah memetakan lahan-lahan tidur yang ada di Yogyakarta yang potensial bisa dimanfaatkan dan digarap oleh para pemuda. Lebih jauh Sugihato, S.H. yang akrab disapa Sugi, mengatakan bahwa “saat ini lahan yang sudah  terdata oleh Gempita DIY sudah sampai ribuan hektar yang siap digarap oleh anak-anak muda DIY,” bebernya.

Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) dibawah komando Muhammad Riyada, semakin intensif melakukan gerilya lahan tidur dalam rangka menyambut program 3 Juta Hektar oleh Kementrian Pertanian. “Upaya yang kami lakukan semakin masif, saat ini di wilayah DIY sudah kami petakkan melalui koordinator wilayah DIY, esoknya kami bergegas ke Jawa tengah bersama rombongan Menteri Pertanian”, cetus Muhammad Riyada di Yogyakarta 8 Maret 2017.

Seperti diketahui, swasembada pangan 2017 yang di gagas oleh Kementerian Pertanian melalui program penanaman 3 Juta Hektar Jagung juga melibatkan para pemuda, dengan program ini dapat menyerap tenaga kerja yang sangat banyak jumlahnya.

Korwil Gempita Jateng, Agus Bintoro, S.I.P. yang juga hadir di acara presentasi data calon petani dan calon lahan (CP/CL), mengungkapkan, Gempita siap menyukseskan program kementerian pertanian untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia di tahun 2045 dengan cara mengorganisasi para pemuda yang menganggur untuk menggarap lahan-lahan tidur, baik yang dikuasai oleh Swasta maupun oleh BUMN. “harapannya program yang dijalankan oleh Gempita bisa sinergis dengan pemerintah daerah agar program ini dapat berjalan dengan baik sesuai yang dicanangkan. Selain itu, Pemda juga harus membuka diri untuk sama-sama mensukseskannya,” cetus Agus Bintoro, S.I.P. dengan penuh semangat.

Mentan Amran Sulaiman, saat mengunjungi Gempita DIY (8/3/2017).
Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2015 tentang Kementerian Pertanian. Kementerian Pertanian mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertanian untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Melihat semangat dan antusias yang diperlihatkan Gerakan Pemuda Tani Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Gempita DIY), dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menginstruksikan pada perangkat dibawahnya untuk memberikan 2 mesin alat bantu pertanian bernilai ratusan juta rupiah kepada Gempita DIY. “Saya kasih 2 alat untuk operasional Gempita DIY,” beber Mentan Amran Sulaiman, 8 Maret 2017 di Grand Aston Hotel Yogyakarta.

Berikut calon petani dan calon lahan (CP/CL) di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang didata Koordinar Wilayah Gerakan Pemuda Tani Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Korwil Gempita DIY). Rinciannya, Pertama, Kabupaten Sleman berjumlah 1.100 hektar (ha),  Kedua, Kabupaten Gunungkidul berjumlah 2.050 ha, Ketiga, Kabupaten Bantul berjumlah 2.950 ha, dan Keempat, Kabupaten Kulonprogo berjumlah 2.900 ha. Total keseluruhan di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta berjumlah 9.000 hektar (ha). (PEWARTAnews)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website