Headlines News :
Home » » Puisi: "Mata Mata Airmata"

Puisi: "Mata Mata Airmata"

Written By Pewarta News on Selasa, 21 Maret 2017 | 09.48

Titin Widyawati.
Mataku terang
Lalu lalang lentera alam benderang
Likuk melikuk, ruang yang tenang
Nostalgianya kelam, namun tak tenggelam

Angkara mengumbar, melembar, menyambar, melontar
Langkahku pudar, lensaku nanar
Terhanyut arus sungai, dari hulu ke hilir
Dalam tepian menopang kehidupan sang lir-ilir

Namun duniaku dirobek angkara dusta
Alamku menangis karena terluka
Kala jutaan pohon mabuk dalam kepulan asap bangsawan
Matrial dalam, mengamuk, mencambuk, merengkuk
Kelahiran cintaku terkubur dalam ranah perkotaan

Tak kujumpai lagi Sang Belalang
Yang ada hanya kemilauan lentera benderang
Hiduplah daun singkong dalam sejarah
Menyeruaklah pendesah-pendesah nafsu dalam balutan syurgawi palsu
Dikejar hedonisme, disanjung gengsi pri bumi

Dan aku, budak tanpa harga diri
Ditendang, oleh majikan tak berperi
Kuasaku dicuri-curi
Alamku diperjual beli
Lembar-lembar kertasku pun, dipermainkan sang Kancil berdasi
Dan miskin itu adalah kehidupan sejati

Aku adalah pecundang bangsa pandai menyembunyikan makna
Namun aku adalah mata-mata
Dan mata-mataku menyimpan airmata
Airmata yang bermakna karena mata-mata
Airmata, yang mematai sebuah makna

Dan kau
Kutangkap kau dalam airmata karena aku mata-mata
Kau, kembalikan bumi pertiwiku
Kau, kembalikan lembaran kertasku!
Yang kau sembunyikan di balik dasi.


Yogyakarta, di teras, seraya terkantuk-kantuk, 14-05-14
Karya: Titin Widyawati
Si Peremuan Suka Melamun

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website