Headlines News :
Home » » Puisi: "Mengapa?"

Puisi: "Mengapa?"

Written By Pewarta News on Minggu, 26 Maret 2017 | 22.15

Banjir bandang di Bima (Maret 2017).
Mengapa sungai kian dangkal
Sementara bumi kian rapuh
Dalam alirannya yang kian mengeruh
Menjajah lekukan bumi yang menua
Diseberang sana, ada harapan tentang kehidupan
Yang kemudian terluluh lantakkan karena keserakahan

Hutan kian kikis
Hijau pemandangan kian menipis
Di seberang sana,
Tanah yang tandus menua dalam kegersangan
Terkejut saat hujan melanda
Hanya bisa diam menyaksikan badai dan air menerjang segala

Saat itu,
Ribuan manusia baru sadar
Aku bersalah telah mengrusak alam
Dan sesaat setelah itu
Mereka lupa pada kenyataan

Apakah hanya sebatas alam dan kelestarian?
tidak!!!
Kesadaran untuk saling merangkul
Untuk saling melindungi
Untuk saling membimbing
Semakin menuju keangka 0

Pembunuhan, pengedar, aborsi, keegoisan
Pembegalan, dan kemaksiatan lainnya
Semakin meningkat
Siapa yg harus disalahkan?

Apakah hanya pemimpin
Ataukah kita sbagai masyarakat
Ataukah Yang Kuasa
Tidak!!!

Lalu siapa yg salah?
Tanyakan pada diri kita masing-masing
Maka kita akan menemukan jawabannya
Renungi dengan hasil nyata
Untuk siapa?
Jawabannya, untuk "KITA"


Jakarta, 26 Maret 2017
Karya: Dwi Komalasari

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website