Headlines News :
Home » » ROEANG inisitif gelar ROEANG Remboeg sebagai Upaya Menangkal Radikalisme & Upaya Membumikan Islam Nusantara

ROEANG inisitif gelar ROEANG Remboeg sebagai Upaya Menangkal Radikalisme & Upaya Membumikan Islam Nusantara

Written By Pewarta News on Selasa, 21 Maret 2017 | 09.22

Suasana saat ROEANG Remboeg (20/3/2017).
Yogyakarta, PEWATAnews.com – Akhir-akhir ini kerap ditemukan perseteruan berpangkal agama, baik di media sosial atau konflik horizontal di masyarakat. Hal ini disebabkan kurangnya tabayyun masyarakat terhadap informasi yang diterima (hoax).

ROEANG Remboeg merupakan kegiatan diskusi pemuda yang diselenggarakan setiap senin wage sebagai salah satu upaya sharing pemikiran dan penguatan intelektual pemuda untuk membentengi diri dari berita-berita hoax.

Dalam kegiatan rutin tersebut (20/3/2017), ROEANG inisitif selaku penyelenggara mengangkat tema “Menangkal Radikalisme, Membumikan Islam Nusantara”, dan menghadirkan Agoes Soejadhi sebagai pemantik.

Dalam paparannya Agoes menjelaskan, Islam masuk ke Indonesia melalui jalur kultur dan ditempuh dengan damai serta menghargai berbagai perbedaan. Hal ini yang menjadi identitas keislaman di Indonesia. “Islam Nusantara diharapkan tidak hanya memahami sosial-keagamaan dan bernegara secara tekstual, namun lebih dari itu, yaitu pengejawantahan nilai-nilai filosofis agama Islam dan budaya bangsa. Perpaduan ini dapat menjadi akar peradaban yang kuat dalam bersikap, berpikir, dan bertindak demi kemajuan dan kejayaan umat manusia seutuhnya” cetus Agoes Soejadhi.

Sementara, Arif Rahman (Direketur ROEANG inisiatif) dalam pendapatnya, “semua agama mengajarkan perdamaian dan menghargai perbedaan. Namun saat ini miris, masyarakat gemar mengujar kebencian dan mengkafirkan satu sama lain.” beber Arif Rahman

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direketur ROEANG inisiatif, Wahyudi mengungkapkan bahwasannya Indonesia sebagai negara berideologikan Pancasila, menempatkan perbedaan sebagai keniscayaan. “Dalam Pasal 28 E UUD 1945 memberikan kebebasan masyarakat untuk meyakini dan memeluk agamanya masing-masing. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak menghargai masing-masing keyakinan apalagi mentakfiri.” ujar Wahyudi.

Sebagai penegasan, Islam Nusantara diharapkan tidak hanya memahami sosial-keagamaan dan bernegara secara tekstual, namun lebih dari itu, yaitu pengejawantahan nilai-nilai filosofis agama Islam dan budaya bangsa. Perpaduan ini dapat menjadi akar peradaban yang kuat dalam berpikir dan bertindak demi kemajuan dan menangkal berbagai gerakan radikalisme.

Beberapa waktu lalu Indonesia kehilangan ulama sekaligus tokoh yang menjunjung tinggi Pancasila (pancasilais), sebut saja Kyai Hasyim Muzadi. Sebelum membuka ROEANG Remboeg tersebut, ROEANG inisiatif juga menyelenggarakan tahlil dan doa bersama untuk Kyai Hasyim Muzadi dengan penuh khusyu. (PEWATAnews)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website