Headlines News :
Home » , » Gubernur NTB Mendapatkan Hinaan, Ini Dia Pernyataan Sikap Resmi Keluarga Besar Nahdlatul Wathan

Gubernur NTB Mendapatkan Hinaan, Ini Dia Pernyataan Sikap Resmi Keluarga Besar Nahdlatul Wathan

Written By Pewarta News on Jumat, 14 April 2017 | 03.58

Zainul Majdi (berkaca mata). Foto: suaranw.com.
Mataram, PEWARTAnews.com – Beberapa hari terakhir ini di jagat maya kita dihebohkan oleh pemberitaan yang menyebutkan bahwa Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang calon penumpang asal Indonesia saat berada di Bandara Changi, Singapura. Dia dihina dengan kata-kata kasar.

Seperti diberitakan detik.com pada pagi tadi (Jumat, 14 Apr 2017), dikatakan bahwa peristiwa ini terjadi pada hari Minggu (9/4/2017) lalu sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Saat itu, Zainul atau yang biasa disapa Tuan Guru Bajang (TGB) dan istrinya tengah antre di counter Batik Air yang ada di Bandara Changi. TGB hendak bertolak menuju Jakarta.

Melihat semakin berkembang dan menyebarnya pemberitaan terkait dengan kasus penghinaan terhadap TGB Dr M Zainul Majdi tersebut, pada hari ini, Jum’at, 14 April 2017, seperti yang diwartakan suaranw.com, segenap keluarga besar Nahdlatul Wathan mengadakan rapat terbatas di TGB Center Mataram untuk merumuskan pernyataan sikap terhadap kasus tersebut.

Simak lebih lengkap isi pernyataan sikap resmi dari Nahdlatul Wathan tersebut dibawah ini:

Pertama. Mengutuk keras pengihinaan Steven Hadisuryo Sulistiyo warga keturunan kepada ketua umum Dewan Tanfidziyah PBNW yang skaligus Gubernur NTB TGB Dr. KH muhammad zainul Majdi apalagi penghinaanya bersamaan dengan menghina pribumi dan warga Indonesia.

Kedua. Mendesak aparat kepolisian KAPOLDA NTB, KAPOLRI untuk mengusut tuntas kasus pelecehan skaligus penghinaan yang dilakukan.oleh Steven terhadap ulama, Gubernur NTB panutan rakyat Indonesia khususnya Masyarakat NTB sampai selesai agar tidak menjadi kebiasaan yang akan diikuti oleh orang lain pada masa yang akan datang.

Ketiga. Indonesia harus bebas dari rasis dan tidak boleh satupun dan siapapun dia yang dibiarkan bebas hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka tunggal ika harga mati.

Keempat. Gubernur NTB selama hampir 10 tahun menjadikan NTB sangat aman dan sikap toleransi antar ummat menjadi prioritas utama sehingga hampir tidak pernah terjadi riak-riak dan saling melecehkan antar kelompok dan etnis. NTB menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi semua etnis hidup berdampingan dan tidak pernah saling ganggu.

Kelima. Keluarga besar NW NTB mendukung dan menyatakan sikap untuk menjaga marwah bangsa Indonesia ini dan Indonesia harus bebas dari RASIS. (PEWARTAnews)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website