Headlines News :
Home » » Puisi: "Tuan Presiden (Refleksi Hardiknas 2017)"

Puisi: "Tuan Presiden (Refleksi Hardiknas 2017)"

Written By Pewarta News on Minggu, 30 April 2017 | 03.36

Eka Ilham. 
Dear... Tuan Presiden
Selamat pagi menjelang siang Tuan Presiden
Hari ini kami yang dipanggil guru pahlawan tanpa tanda jasa
Tempat tanggal 2 Mei 2017 kami merayakan Hari Pendidikan Nasional
Kami merayakan dengan penuh suka cita berdiri diterik matahari mendengarkan sambutan dari pemimpin daerah kami

Dear... Tuan Presiden
Katanya kami ini pahlawan tampa tanda jasa
Memang pantas kami mendapatkan panggilan itu
Di hari ini kami menyampaikan ada teman-teman kami yang disebut guru pahlawan tanpa tanda jasa mengandalkan selembar izajah sekolah guru mengajar di tanah terpencil

Dear...Tuan Presiden
Sampai dihari pendidikan ini kami belum menerima gaji sepeserpun
Kami memberikan sesuap nasi untuk anak dan istri
Mengandalkan penghasilan sebagai tukang ojek, buruh tani, pembantu rumah tangga, dan pekerja serabutan
Kepala sekolah kami di daerah terpencil harus belajar tipu menipu
Kejujuran sudah tidak berlaku lagi
Kepala sekolah kami membayar gaji kami dari potongan dana beasiswa miskin

Dear... Tuan Presiden
Dana  beasiswa itu seharusnya untuk anak didik kami
Kepala sekolah terpaksa membayarkan gaji kami dengan beasiswa miskin
Tidak seberapa kami guru terpencil dapatkan cukup untuk pengganjal perut kami
Mungkin ini sebuah ketidakadilan bagi kami

Kami bukan pegawai negeri sipil
Kami hanya seorang guru sukarela yang berada di daerah terpencil
Kami hanya mengabdi dengan sebuah semangat agar suatu saat nanti di angkat pegawai negeri sipil.

Dear... Tuan Presiden
Bagi kami guru sukarela harapan itu tetap ada
Sudilah tuan... Mewujudkan mimpi kami
Mewujudkan asa kami
Mewujudkan mimpi anak-anak kami agar bangsa ini mau memuliakan guru di negeri  tanah sendiri

Dear... Tuan Presiden
Cukuplah ini asa kami
Cukuplah ini mimpi kami
Cukuplah ini keinginan kami
Cukuplah ini suara hati kami

Dear... Tuan Presiden
Apakah tuan mau mendengarkan?

Dari buku kumpulan puisi Serikat Guru Indonesia (SGI) Bima
 “Guru Itu Melawan”


Karya: Eka Ilham
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website