Headlines News :
Home » » Tuan Guru Bajang di Hina, Ini Pernyataan Sikap ketua Himpunan Mahasiswa NW Cabang Persiapan Yogyakarta

Tuan Guru Bajang di Hina, Ini Pernyataan Sikap ketua Himpunan Mahasiswa NW Cabang Persiapan Yogyakarta

Written By Pewarta News on Jumat, 14 April 2017 | 09.52

TGB. Foto: detik.com
Yogyakarta, PEWARTAnews.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang calon penumpang asal Indonesia saat berada di Bandara Changi, Singapura. Dia dihina dengan kata-kata kasar.

Seperti diberitakan detik.com pada pagi tadi (Jumat, 14 Apr 2017), dikatakan bahwa peristiwa ini terjadi pada hari Minggu (9/4/2017) lalu sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Saat itu, Zainul atau yang biasa disapa Tuan Guru Bajang (TGB) dan istrinya tengah antre di counter Batik Air yang ada di Bandara Changi. TGB hendak bertolak menuju Jakarta.

Melihat semakin berkembang dan menyebarnya pemberitaan terkait dengan kasus penghinaan terhadap TGB Dr M Zainul Majdi tersebut, ketua Himpunan Mahasiswa Nahdatul Wathan Cabang Persiapan Yogyakarta saudara Arif Bulan, S.Pd. membeikan pernyataan sikap untuk hal tersebut, sesuai dengan press rilisnya yang diterima PEWARTAnews.com 14 April 2017 malam, tertuang seperti dibawah ini.

Menanggapi Penghinaan yang dilakukan oleh Steven HS. Kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat TGKH. Dr. Zainul Majdi, MA, yang sekaligus ulama dan ketua umum pengurus besar Nahdatul Wathan di Bandara Changi Singapura merupakan hal yang sangat keterlaluan. Walaupun TGKH. Dr. Zainul Majdi, MA sudah memaafkannya namun kami Himpunan Mahasiswa Nahdatul Wathan cabang persiapan Yogyakarta tetap mendorong pihak kepolisian untuk menyelesaikan masalah ini.
Ini bukan soal maaf memaafkan, tapi ini adalah masalah penghinaan umat. Sebagai bentuk efek jera, kasus ini sebenarnya tidak boleh selesai pada ranah minta maaf saja karena dikemudian hari akan mudah bagi sebagian orang tertentu akan menghina etnis lain dengan perkataan kotor dan berbau rasis seperti yang diucapkan oleh Steven HS kemudian hanya selesai pada materai 6000 saja.
Oleh karena itu, kami meminta kepada pihak kepolisian agar konsisten dalam menjaga marwah kebinekaan dengan mengacu kepada KUHP pasal 315 tentang penghinaan etnis sebagaimana diundangkan dalam UU No. 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. Dengan merujuk pada itu, penghinaan tersebut bukan masuk pada ranah delik aduan. Maka sudah sepatutnya pihak kopolisian tetap menindaklanjutinya.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, dan demi menjaga ketertiban umum agar terhindar dari hal-hal yang menyinggung SARA maka kami meminta dengan hormat kepada Kapolri untuk tetap menyelesaikan masalah ini.
Wallahulmuafik walhadi ilasyabilirrasyad, wassalamualaikum Wr. Wb.
Ketua HIMMAH NW Cabang Persiapan Yogyakarta, Arif Bulan, S.Pd. 
(PEWARTAnews)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website