Headlines News :
Home » , » Menyoal tentang Cara Komunikasi dalam Lingkungan Sekolah

Menyoal tentang Cara Komunikasi dalam Lingkungan Sekolah

Written By Pewarta News on Senin, 15 Mei 2017 | 07.57

Eka Ilham. 
PEWARTAnews.com – Sekolah adalah unit terkecil dalam membangun sumber daya manusia, namun dalam faktanya acap kali seorang kepala sekolah dan guru dalam berkomunikasi dengan lingkungan sekolahnya mengalami kendala baik itu secara lisan, tertulis dan gesture tubuh. Hal ini menimbulkan dampak yang sangat buruk sekali dalam mengelola pendidikan. Kepala sekolah tidak mengetahui berkomunikasi yang baik dengan gurunya begitupun gurunya memaknai komunikasi tersebut adalah hal yang tidak baik disampaikan oleh seorang kepala sekolah pada gurunya sehingga menimbulkan komunikasi tidak tersampaikan dengan baik sesuai dengan pesan yang di inginkan.

 Dampak negatifnya siswa ikut meniru cara komunikasi kepala sekolah dan gurunya karena melihat sebuah lingkungan sekolah yang komunikasinya sangat buruk.

Komunikasi adalah kunci keberhasilan berinteraksi dalam kehidupan dunia kerja, terutama di sekolah. Bila komunikasi berjalan dengan efektif, maka arus informasi dalam dinamika kerja pun akan berjalan lancar, sehingga dapat mempercepat proses penyelesaian suatu pekerjaan. Sebaliknya, bila komunikasi terhambat, arus informasi pun tersendat, dan akibatnya tentu akan membuat suatu pekerjaan juga terlambat diselesaikan. Kondisi dalam konteks dunia pendidikan, arus komunikasi antara kepala sekolah dengan guru dan lingkungan sekolahnya akan sangat berdampak pada kinerja semua unsur yang ada di lingkungan sekolahnya tersebut. Oleh karena itu, baik itu kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan dan siswa harus menyadari dan memahami pentingnya efektifitas komunikasi dalam menjalin hubungan yang sehat di lingkungan tempatnya beraktifitas.

Fakta yang terjadi, di lingkungan sekolah masih banyak kepala sekolah sebagai pimpinan di unit kerja, cara berkomunikasinya dengan guru maupun lingkungan sekolahnya menimbulkan konflik dan ketidaksukaan pada cara berkomunikasinya. Orang yang dipimpin (bawahannya) menerjemahkan komunikasi pimpinannya sebagai suatu ancaman dan intimidasi. Dampak yang akan terjadi adalah hubungan antara kepala sekolah, guru dan lingkungan sekolahnya menjadi disharmoni karena persoalan kepala sekolah yang tidak bisa menyampaikan dengan baik. Untuk itu, kepala sekolah maupun guru, komunikator dalam menyampaikan pesan/informasi/berita harus memperhatikan dengan siapa dia berkomunikasi, apa yang dia sampaikan, dan bagaimana cara menyampaikannya.

Upaya yang harus dilakukan dalam menyampaikan pesan, kepala sekolah atau guru harus mampu menginterpresentasikan pesan dengan berbagai cara. Disharmoni yang terjadi disekolah antara kepala sekolah dan guru karena Kurangnya kemampuan dalam berkomunikasi dengan baik dampaknya hubungan kerja menjadi tidak baik. Kelihatan kecil tetapi mempengaruhi kinerja dalam lingkungan sekolah karena komunikasi yang tidak baik antara bawahan dan atasan.

Konflik di internal sekolah sering terjadi di akibatkan cara komunikasi yang tidak baik antara atasan dan bawahan. Mempelajari kultur atau budaya, habit atau kebiasaan atasan dan bawahan perlu diperhatikan dalam berkomunikasi. Apabila itu dilakukan dengan baik maka suasana kerja dilingkungan sekolah akan lebih harmonis, capaian-capaian kerja yang ditargetkan akan selaras apabila komunikasi kepala sekolah dan bawahannya mampu memberikan suasana yang baik pada lingkungan sekolahnya.

Apa yang harus dilakukan oleh kepala sekolah dan guru di unit kerjanya?, dibawah ini Penulis mencoba memberikan jawaban terkait pertanyaan tersebut.

Pertama, mengetahui audience/mitra bicara, seorang kepala sekolah dam guru yang paham dalam berkomunikasi harus sangat sadar dengan siapa kita bicara, apakah dengan kepala sekolah, guru, siswa dan tenaga kependidikan. Dengan mengetahui audience kita, kita harus cerdik dalam memilih kata-kata yang digunakan dalam menyampaikan informasi atau buah pikiran kita baik itu dalam sebuah rapat maupun dalam keseharian disekolah. Berbicara dengan kepala sekolah tentu akan berbeda berbicara pada guru atau teman sederajat.

Kedua, tujuan kita berkomunikasi akan sangat menentukan cara kita menyampaikan informasi. Ketiga, memperhatikan konteks, bisa saja keadaan sekolah dan lingkungan sekolah pada saat berkomunikasi. Jangan sampai seorang kepala sekolah mengucapkan dengan nada tinggi pada bawahannya termasuk pada siswanya. Keempat, mempelajari kultur dan kebiasaan kepala sekolah dan guru dilingkungan sekolahnya. Yang penting adalah dalam berkomunikasi harus memahami kultur mitra bicaranya sehingga timbul saling pengertian dan penyesuain gaya komunikasi dapat terjadi.

Kelima, bahasa menunjukkan jati diri, seorang kepala sekolah ataupun guru akan dihormati dilingkungan sekolahnya apabila mampu memahami bahasa orang lain berarti berusaha menghargai orang lain.

Prinsip-prinsip inilah yang harus kita miliki sebagai seorang kepala sekolah pada gurunya, guru pada kepala sekolahnya, kepala sekolah dan guru pada siswa-siswanya. Persoalan komunikasi adalah kunci kesuksesan dalam membangun pendidikan di sekolah. Peserta didikpun ikut melihat dan meneladani apa yang dilakukan oleh bapak/ibu gurunya disekolah.


Penulis: Eka Ilham, S.Pd., M.Si.
Ketua Umum Serikat Guru Indonesia (SGI) Bima.
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website