Headlines News :
Home » , » Tangis Kembali Tumpah, saat Kapolres Bantul juga ikut bantu Keluarga Sunarto

Tangis Kembali Tumpah, saat Kapolres Bantul juga ikut bantu Keluarga Sunarto

Written By Pewarta News on Selasa, 18 Juli 2017 | 03.25

Kapolres Bantul AKBP imam Kabut Sariadi (tengah) saat menyantuni keluarga Sunarto pada 14/07/2017.
Bantul, PEWARTAnews.com -- Jumat berkah Polres Bantul peduli kemanusiaan. Hari Jum'at (14/07/2017) Pukul 17.00 WIB, Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi, S.IK., M.M., dan putrinya yang didampingi ROEANG inisiatif memberi santunan pendidikan kepada seorang warga difabel yang hendak menyekolahkan anaknya di SMK 4 Yogyakarta.

Santunan pendidikan tersebut diberikan Kapolres Bantul setelah mendapat informasi bahwa Sunarto berencana menjual ginjalnya untuk memenuhi biaya pendidikan putri sulungnya, Solikhah Nur Jannah (16).

"Penghasilan tidak tentu, kadang sebulan juga pernah tidak ada yang servis. Saya juga tidak pernah mematok biaya servis, tarif servis saya juga seikhlasnya dan istri berpofesi sebagai ibu rumah tangga tapi terkadang mencari penghasilan dengan menjadi asisten rumah tangga di sekitar rumah kontrakannya. Setiap bulannya, Sukinah mendapatkan upah sebesar Rp 500.000.," ujar Sunarto seperti dilansir kompas.com, Rabu 12 Juli 2017.

"Tapi pengahasilan kami belum cukup membayar biaya pendidikan anak, karena kadang upahnya habis buat bayar sewa tempat tinggal. Kemarin anak saya yang pertama juga ikut membantu ibunya waktu liburan sekolah, biar dapat uang lebih untuk masuk sekolah. Pokoknya saya rela melakukan apa aja pak, asal anak saya tidak seperti saya, termasuk menjual ginjal," lanjut Pria yang tidak memiliki tempat tinggal tetap itu meski tercatat sebagai warga Kabupaten Bantul.

Diketahui, biaya pendidikan Solikhah di SMK 04 Yogyakarta tak mampu dipenuhi secara maksimal oleh Sunarto. Dari catatan Sukinah, biaya yang harus dikeluarkannya mencapai Rp 4.877.500. Biaya tersebut diperuntukkan untuk pembelian seragam sekolah Rp 982.500, seragam jurusan tata busana Rp 775.000, SPP/bulan Rp 120.000, serta sumbangan pendidikan Rp 3.000.000.

"Saya kaget pak, tahu  biaya pendidikan anak saya yang mahal. Kata orang kalau sekolah di Negeri itu murah, gak tahunya mahal," sambung bapak dari dua anak ini sambil menundukkan kepalanya.

Melihat kondisi keluarga Sunarto yang ekonomiannya tergolong kurang mampu, namun semangat  menyekolahkan anaknya yang luar biasa ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Mengundang rasa ibah dan kepedulian Kapolres Bantul untuk membantu meringankan beban keluarga Sunarto.

Imam berbagi rezeki berupa peralatan pendidikan dan sepeda mini untuk adik Solikhah. "Ini bukan dari saya, ini hadiah dari Allah yang kebetulan melalui saya, semoga rezeki kecil ini bermanfaat untuk keluarga bapak Sunarto dan untuk adik Solikhah semangat belajar, jangan mengecewakan pengorbanan besar orang tua," ujar Kapolres sebelum pamitan ke Sunarto dan keluarganya.

"Ini rasa peduli kemanusiaan, dan patut dicontoh oleh kalangan pemuda. Jangan sampai bapak Sunarto menjadi korban di tengah kota pendidikan ini," tambah Arif Rahman selaku direktur ROEANG inisiatif. (Arif / PEWARTAnews)
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website