Headlines News :
Home » » DPC PERMAHI DIY Ziarah Kubur Peringati 72 Tahun NKRI

DPC PERMAHI DIY Ziarah Kubur Peringati 72 Tahun NKRI

Written By Pewarta News on Selasa, 22 Agustus 2017 | 10.03

Pengurus DPC PERMAHI DIY saat ziarah kubur di makam pahlawan Kusumanegara (17/8/2017).
Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Keluara besar Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPC PERMAHI DIY) selenggarakan ziarah kubur pada 17 Agustus 2017 dalam rangka peringati 72 tahun Indonesia proklamirkan kemerdekaan.

DPC PERMAHI DIY merupakan Organisasi kader profesi di bidang hukum yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, melihat permasalahan hukum yang sangat kompleks pada hari ini, maka PERMAHI ada bertujuan untuk menciptakan mahasiswa kader profesi yang berkualitas di bidang hukum.

Tema yang diangkat dalam momentum kegiatan ini yakni “Memaknai Semangat Pahlawan Hari Ini: Yang Mati tidak Berarti Mati, Jerih Semangatmu adalah Kami”. Pihak-pihak yang terlibat dalam memeriahkan acara tersebut adalah seluruh kader DPC PERMAHI DIY.

Pengurus DPC PERMAHI DIY mempunyai banyak harapan dari terlaksananya ziarah makam pahlawan tersebut, diantaranya para kaum muda dapat belajar dari pendiri bangsa ini bagaimana para pahlawan merelakan jiwa raganya serta meninggalkan keluarga demi berjuang memerdekakan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan pada hari ini juga mencoba membawa kembali semangat juang yang di curahkan oleh para pahlawan pada waktu merebut Kemerdekaan ke masa sekarang. "Sepatutnya kita sebagai penerus generasi yang sekarang khususnya mahasiswa memberikan teladan yang baik untuk terwujudnya kesatuan dan persatuan Republik Indonesia di dalam warna warni keberagaman berbudaya ataupun beragama serta tidak melupakan sejarah yang telah membesarkan dan mendirikan negara ini diatas perbedaan," ucap Ketua Umum DPC PERMAHI DIY, Rouf Fajrin Widiantoro melalui rilisnya yang diterima PEWARTAnews.com belum lama ini.

Dalam momentum bersejarah itu, seluruh keluarga besar DPC PERMAHI DIY yang hadir juga kesempatan bertemu langsung dengan saksi hidup perjuangan bangsa Indonesia yaitu Bp. Sersan Ponidin Liknyo Soeharto (90) yang merupakan mantan prajurit Tentara Republik Indonesia yang berperang dalam kapal Gajah Mada di Cirebon.

Lebih jauh, Ketua Umum DPC PERMAHI DIY, Rouf Fajrin Widiantoro menyampaikan bahwa dihari yang besar ini, pada hari Kamis 17 Agustus 2017 bangsa Indonesia telah mendeklarasikan hasil dari semangat juang untuk merdeka tepatnya 72 tahun yang lalu, "maka kita sebagai mahasiswa harus merefleksikan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ini dengan sedalam-dalamnya. Bukan hanya menyampaikan rasa kegembiraannya melalui media sosial saja, melainkan kita harus memberikan wujud nyata bagi Nusa dan Bangsa serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia," bebernya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua I DPC PERMAHI DIY, Ade Suryadi mengingatkan pada seluruh kader PERMAHI bahwanya kita harus menghormati jasa-jasa pahlawan yang telah mendahului kita. “Yang mati tidak berarti mati, semangat pahlawan selalu terasa di dalam dada laksana api yang membara, di setiap detak jantung ini. Bahkan jika ada orang lain atau bangsa kita sendiri yang ingin mencoba memecah belahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Marilah saudara/saudariku jangan pernah melupakan sejarah karena Soekarno pernah berkata Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghormati Pahlawannya,” cetus Ade Suryadi.

Selain itu, salah satu kader PERMAHI yakni Umar Rumalutur penyampaian kebanggaannya terhadap bangsa dan negara Indonesia. “Saya bangga dilahirkan bagian dari negara ini karena saya berasal dari Indonesia Timur yakni Merauke, dari kecil saya ingin sekali melihat dan menaburkan bunga langsung kemakam Pahlawan, dan baru ini di Yogyakarta saya mendapatkannya,” imbuhnya dengan menggebu-gebu. (PEWARTAnews)



Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website