Headlines News :
Home » , » PW Muhammadiyah DIY memandang Full Day School Bisa Jadi Solusi Klithih

PW Muhammadiyah DIY memandang Full Day School Bisa Jadi Solusi Klithih

Written By Pewarta News on Jumat, 11 Agustus 2017 | 18.52

Yogyakarta, PEWARTAnews.com – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memandang kasus klithih dilakukan siswa yang marak terjadi akhir-akhir ini merupakan akumulasi kenakalan dan perilaku negatif mereka. Karenanya, untuk meminimalisir kenakalan itu, sekolah harus mengalihkan kegiatan negatif siswa kepada hal-hal yang positif. Salah satunya dengan memperpanjang jam belajar siswa di sekolah. “Full day school bisa jadi solusi,” terang Tasman Hamami Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Bidang Pendidikan Dasar dan Menegah (Dikdasmen) dalam Konferensi Pers baru-baru ini seperti diwartakan suaramuhammadiyah.id pada 16-12-2016.

Sejauh ini, Tasman memaparkan, sekolah Muhammadiyah sudah menerapkan full day school tapi belum semua sekolah. Sebagian lain justru mendirikan boarding school, pondok pesantren Muhammadiyah. “Tapi secara umum kami sudah memberlakukan penambahan jam pelajaran Keislaman dan Kemuhammadiyahan (Ismuba) menjadi 12 jam per minggu,” jelasnya.

Kebijakan penambahan jam pelajaran Ismuba ini, sambungnya, setidaknya menambah durasi siswa beraktivitas di dalam sekolah. Tujuanya untuk mengalihkan dunia remaja kepada hal yang bersifat positif serta bagian dari sarana pembentukan akhlakul karimah, karakter. “Dengan catatan penambahan tersebut disajikan dengan lebih menarik. Jika tidak, mungkin justru akan membebani siswa dalam belajar. Karena itu peran guru dan sekolah sangat menentukan sukses tidaknya kebijakan ini,” ucap Tasman Hamami Wakil Ketua PWM DIY Bidang Dikdasmen.

Sumber: suaramuhammadiyah.id



________
Ikuti Survey kebijakan #FullDaySchool, KLIK DISINI
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website