Headlines News :
Home » , , » Pengaruh Politik Terhadap Pendidikan Karakter Bangsa

Pengaruh Politik Terhadap Pendidikan Karakter Bangsa

Written By Pewarta News on Kamis, 14 September 2017 | 06.36

PEWARTAnews.com – Bangsa yang terdiri dari masyarakat memiliki rezim kebenarannya sendiri dan memiliki politik kebenaran. Kebenaran ini adalah relasi kekuasaan sebagai sistem prosedur untuk memproduksi, mengatur, menyebarkan dan mengoperasikan pernyataan. Sehingga pengetahuan dan kekuasaan mengandung relasi yang berkembang. Pengetahuan dalam pendidikan adalah alat bagi negara, perusahaan multinasional, universitas, dan organisasi formal lainnnya. Politik memandang pendidikan ini menjadikan bangsa memanusiakan kembali manusia yang mengalai dehumanisasi karena sistem politik dan strukturnya yang tidak adil.

Karakter yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat mencakup kondisi kehidupan atau sejahtera (terpenuhinya kebutuhan jasmaniah, rohaniah, dan sosial), bidang kegiatan yang melibatkan profesi kemanusiaan dan aktivitas manusia untuk mencapai kondisi sejahtera. Politik berupaya membangun sebuah kesadaran pendidikan yang lebih menitikberatkan pada kesadaran terbuka untuk membahas pendidikan, sehingga apabila dikaitkan dengan pembangunan karakter bangsa akan terlihat jelas keterkaitan keduanya. Sehingga politik pendidikan memiliki peran penting bagi keberhasilan pembentukan karakter bangsa yang mantap dan baik. Hal tersebut merupakan tanggung jawab para pemegang kebijakan di tingkat pemerintahan yang berkaitan dengan dunia pendidikan Islam di negeri ini.

Upaya pemerintah adalah dengan pola penganggaran dan penyaluran dana pendidikan yang tidak diskriminatif terhadap setiap lembaga pendidikan secara bersih, tanpa korupsi, transparan harus dilakukan dengan konsekuen dan tegas. Tetapi penanganan pendidikan di Indonesia berlaku licik sehinggga merusak tujuan pendidikan sehingga semua komponen yang menerima dana pendidikan benar-benar puas secara politik karena tidak ada yang dirugikan dan tidak ada yang merasa diuntungkan secara sepihak.

Kondisi pendidikan yang demikian itu menyulitkan pembentukan karakter bangsa. Ketika politik yang sudah dilakukan oleh pemerintah sudah semakin buruk dan tidak mencerminkan keseriusan politik yang tinggi bagi pengembangan pendidikan, maka bisa dilihat banyak kebobrokan yang menimpa negeri ini mulai dari banyaknya sekolah yang rusak, kualitas pendidikan yang tidak sesuai harapan, bahkan merosotnya peringkat prestasi di bidang akademik diantara negara lain sehingga harapan pembangunan karakter bangsa yang kuat, memiliki etos kerja yang tinggi demi perjuangan bangsa dan cita-cita lain tidak akan pernah tercapai.

Persoalan dunia pendidikan yang didominasi oleh pemerintah hanya digunakan untuk kepentingan kekuasaan semata, sehingga terbentuk karakter yang sempit, rusak, buruk, muram dan politik pendidikan yang membodohkan serta kebijakan pendidikan yang selalu berubah. Tetapi, hal ini harus disikapi lebih arif dan bijaksana dengan mempertegas landasan dan tujuan sebagai alat agar pendidikan nasional yang berdiri pada landasan imajiner, sehat dan solid.

Upaya menghubungkan kekuatan kekuasaan dengan kebijakan pendidikan menjadikan peningakatan semangat pendidikan untuk memanusiakan manusia dengan mementingkan kebutuhan dan tujuan bersama sudah mulai dilakukan. Politik pendidikan harus dijauhkan dari keberpihakan penguasa, mengabaikan pembentukan karakter bangsa yang ideal sehingga meminimalisir bencana yang menyebabkan segala pilar pendidikan menurunkan harkat dan martabat pendidikan karena keangkuhan penguasa.

Dunia di era global membuat politisi yang sudah berada dalam tataran atas akan meninggalkan aturan main, hukum dan nilai moral. Politisi kehilangan sifat-sifat kepemimpinannya, menjadi tidak jujur, tidak adil, dan akan merugikan dirinya, orang lain, masyarakat, bahkan merugikan negara, bangsa dan tanah air. Pengaruh besar politik terhadap pembangunan karakter bangsa adalah pendidikan yang diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang memiliki konsistensi dalam perjuangan untuk memikirkan persoalan-persoalan bangsa. Masyarakat akan memiliki ketegasan dalam mengusahakan berdirinya bangunan kebangsaan yang lebih solid dan kuat karena politik pendidikan membentuk sebuah kekuatan besar bagi pembangunan karakter bangsa. Dalam realisasinya, politik dimasukkan dalam visi dan misi pendidikan nasional yang akan memiliki efek secara langsung maupun tidak langsung.

Pengaruh politik terhadap karakter bangsa adalah terbangunnya bangsa yang bermartabat, berwibawa, dan lainnya. Hal ini adalah metode mempengaruhi pihak lain untuk mencapai tujuan pendidikan Islam, berorientasi pada tujuan pendidikan Islam dapat dicapai, sejauh mana pencapaian pembentuk manusia yang berkualitas, menyangga ekonomi nasional, pembentuk bangsa berkarakter.


Penulis: Chichi 'aisyatud Da'watiz Zahroh, S.Pd.I. M.Pd.I.
Mahasiswi Doktor Kependidikan Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website