Headlines News :
Home » » Insiden Bima vs Flores Berakhir Damai

Insiden Bima vs Flores Berakhir Damai

Written By Pewarta News on Jumat, 27 Oktober 2017 | 16.01

Suasana saat prosesi perdamaian. 
Jakarta, PEWARTAnews.com -- Insiden dan gesekan antara masyarakat Bima dan Flores, pada  hari Minggu dan Senin tanggal 8 dan 9 Oktober 2017 di Tanah Merah Koja Jakarta Utara, sudah memiliki titik terang berdamai secara adat.

Pertemuan yang dilangsungkan di Rumah Makan Sari Indah Blok M yang diwakili oleh kedua belah pihak, yaitu yang mewakili masyarakat Bima H. Ghazali Ama La Nora, perwakilan masyarakat Flores Zakarias Kleden. Peristiwa tersebut disaksikan langsung oleh pemuda dari kedua belah pihak, dari pemuda Bima diwakli Raul Kalila, pemuda Flores diwakili oleh Yosef Mbira, Dewan Pengurus Badan Musyawarah Masyarakat Bima Jabodetabek.

“Berkat hubungan kekerabatan antara masyarakat Flores dan Bima sebagai satu kesatuan dan sejarah, dan hubungan yang erat kedua suku sejak dari masa silam. Maka sudah dicapai kesepakan damai dan penyelesaian secara adat,” kata ketua umum dalam proses perdamaian, Kol. (Purn). H. Muhidin HT yang diterima rilisnya oleh Pusaran.id, Rabu (18/10).

Poin-poin kesepakatan yang dikantongi dalam proses perdamaian itu. Pertama, bahwa kedua belah pihak sepakat peristiwa  yang terjadi bukanlah merupakan pertikaian antara suku Bima dan Flores, bukan juga konflik antara Pemeluk agama, akan tetapi murni peristiwa antara orang perorang. Kedua, bahwa kedua belah pihak sepakat peristiwa tersebut diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum, masing-masing pihak akan membantu proses penegakan hukum dalam batas kapasitas masing-masing.

Ketiga, bahwa ada kemungkinan peristiwa ini diboncengi oleh pihak lain, oleh karena masing-masing pihak akan melakukan investigasi untuk kepentingan kedua belah pihak. Dan keempat, bahwa suku Bima dan suku Flores sesungguhnya memiliki akar hubungan baik yang sudah terjalin sangat lama, bahkan sebagian memiliki hubungan darah, oleh karena itu, konflik sebagai antara suku adalah tidak memiliki akar sejarah.

Muhidin menuturkan, kedua belah pihak telah merumuskan nota kesepakatan rencana tidak lanjut penyelesaian secara menyeluruh. Pertama, pada hari Selasa tanggal 17 Oktober 2017 menggelar pertemuan kedua untuk membacakan kesepakatan dihadapan media masa dengan menghadirkan tokoh masyarakat dari kedua daerah dengan maksud dan tujuan untuk disebarkan secara luas guna meredam meluasnya gesekan ditingkat bawah masyarakat kedua daerah.

Kedua, membuat surat bersama yang ditunjukan kepada Kapolda Metro Jaya untuk bertemu dengan tokoh masyarakat kedua daerah yang akan ditanda tangani oleh perwakilan tokoh masyarakat kedua daerah dengan mengusulkan waktu pertemuan dimaksud pada hari kamis tanggal 19 Oktober 2017 dilanjutkan dengan konferensi pers bersama.

Menanggapi hal tersebut, Rio Ramabaskara, S.H., M.H., C.P.L., sebagai warga Masyarakat NTB yang tinggal di Jakarta, mengapresiasi penuh upaya perdamaian yang dilakukan oleh Perwakilan Tokoh Bima dan Tokoh Flores tersebut, sebagai langkah positif untuk menghindari Konflik yang lebih luas.
Semoga dengan Pertemuan tersebut semakin mempererat kekompakan dan persaudaraan antar etnis. (PEWARTAnews)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website