Headlines News :
Home » , , » Melawan Isu Propaganda Terorisme

Melawan Isu Propaganda Terorisme

Written By Pewarta News on Kamis, 05 Oktober 2017 | 20.11

PEWARTAnews.com -- Miris, Stephen Paddock dalang pembantaian di Las Vegas AS pada tanggal 1 Oktober 2017 yang menewaskan 58 orang serta terdapat luka ringan dan berat sebanyak 515 orang. Pelaku kejahatan tersebut merupakan warga Negara AS berprofesi sebagai akuntan berumur 65 tahun, dalam kasus tersebut beritanya sangat heboh hampir di seluruh media internasional mewartakan, tak ketinggalan media-media Indonesia pun ikut memberitakannya.

Pelaku melakukan aksi brutalnya pada saat acara konser sedang berlangsung dan orang-orang sedang asyik menikmati dunia hiburan tersebut. Stephen Paddock karena frustasi ikut asyik juga menghujani para penonton konser dengan ratusan peluru tanpa henti-hentinya.

Mirisnya dalam kasus yang sangat mengerikan tersebut, pemerintah AS dan dunia tidak berani mengatakan sebagai aksi terorisme. Sebab pelakunya tidak meneriakkan Allahu Akbar, karena hal tersebut tidak terkait dengan aksi kelompok dan organisasi Islam.

Sungguh miris, Stephen Paddock adalah seorang beragama Yahudi, walau melakukan kejahatan yang brutal, tidak seorang pun warga Amerika yang melabelnya sebagai aktor teroris.

Menurut pengamatan Penulis, biasaya di Amerika Serikat kalau ada aksi kejahatan dari kelompok/organisasi Islam, walaupun kejahatanya sangat kecil, membunuh satu orang atau beberapa orang saja dalam jumlah yang kecil/besar pastinya sudah dianggap sebagai teroris.

Media-media, baik Cetak, online, TV, Radiao, terutama media Internasional sudah meneriakkan berita terorisme ini. Media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan lainnya juga sudah secara berantai menyebarkan berita Stephen Paddock ini. Pihak keamanan sudah diperketat, anggaran terorisme sudah di naikkan, parlemen-parlemen sudah melakukan rapat darurat dan tak ketinggalan Presiden AS, Donal Trump langsung mengecam sebagai aksi teroris pengecut.

Pengamatan Penulis dalam Beberapa kasus kejahatan, baik yang terjadi di Indonesia maupun yang terjadi pada negara-negara lain di dunia, berdasarkan peristiwa tanggal 1 Oktober 2017 di Las Vegas bahwa ada Negara-negara, organisasi dan kelompok ahli memanagement isu-isu kebencian yang sengaja dikoordinir dengan seksama, terorganisir, rapi serta berkelanjutan hanya ditunjukkan kepada kelompok, agama dan organisasi Islam melalui virus-virus demokrasi dan terorisme.

Jadi kesimpulannya, jangan sekali kali mempercayai isu dan provokasi media dan kelompok tertentuk yang melabeli Islam sebagai teroris.

Sebab didepan mata kita, bahkan hampir diseluruh negara-negara Islam, dengan melalui provokasi isu terorisme sudah ribuan dan jutaan orang Islam menjadi korban  kebrutalan virus isu terorisme, terutama yang di alami oleh muslim Rohingya.


Yogyakarta, 2 Oktober 2017.
Penulis: Ismail Aljihadi
Pemuda asal Bima, NTB / Senior FIMNY.

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website