Headlines News :
Home » » Menanti di Ujung Waktu

Menanti di Ujung Waktu

Written By Pewarta News on Kamis, 05 Oktober 2017 | 10.04

Ayah
Hari ini angin begitu tenang
Bersiul merdu merasuk lewat telinga ku yang bosan
Bosan dengan nyanyian-nyanyian kebencian anak-anak manusia
Rerumputan dan ranting-ranting pohon menari
Seakan menghibur mata ku yang lelah
Dengan tontonan kepalsuan yang di perankan anak-anak manusia
Lewat panggung drama kehidupan yang tentu arah
Burung-burungpun ikut berkicau riang
Sekan mendendangkan lagu-lagu kebahagiaan
Lewat bahasa yang tak ku mengerti
Sambil mengasah bahasa hati ku yang berkarat lagi tumpul

Ayah
Rasa-rasanya aku ingin kembali bersua
Seperti dahulu
Saat kau tatap mata ku dalam-dalam seakan jiwa mu merasuk dalam diri ku
Sambil kau belai lembut rambut dan kepala ku yang mungil

Ayah
Dalam lorong-lorong waktu ku yang panjang lagi sunyi
Rasa-rasanya kau hadir menemani malam-malam ku yang gelisah
Gelisah dalam ikhtiar ku mencari jawaban dari segala apa dan mengapa
Gelisah dari segala kerumitan yang tak terurai
Dari setiap sobekan dan pecah-belah yang mampu ku rajut

Ayah
Apakah mungkin kita benar-benar akan bersua lagi
Dalam sebuah taman yang pernah kau ceritakan kepadaku
Saat kau ajarkan kepadaku tentang kini dan esok yang tak pasti akan kapan akhirnya
Atau mungkin ayah sedang menanti kehadiran ku di ujung waktu ku?


Yogyakarta, 1 Oktober 2017
Karya: Agus Salim (A S Matupha)
Ketua Umum Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website