Headlines News :
Home » , » Pasar Menjelang Pilkada

Pasar Menjelang Pilkada

Written By Pewarta News on Kamis, 12 Oktober 2017 | 22.46

PEWARTAnews.com -- Indonesia adalah salahsatu negara yang menganut demokrasi, dimana kekuasaan ada di tangan rakyat sebagai penentu melalui pemilihan umum (Pemilu). Setiap lima tahun sekali masyarakat akan melakukan pesta demokrasi untuk memilih pemimpin baru. Baik itu Pemilihan Presiden Wakil Presiden, dan juga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Kebiasaan dalam proses menjelang Pilkada, para calon kandidat saling menawarkan program dan produk yang akan dikemukakan ketika mereka hadir ditengah masyarakat menjelang Pemilu.

Kebiasaan yang terjadi dan sering diwartakan media-media, para kandidat apapun akan mereka lakukan untuk mengambil hati masyarakat. Mulai dari program yang masuk akal bisa ditaksir nalar pikiran, bahkan tidak jarang agenda yang tidak masuk akal pun mereka iming-imingi. Terkadang ada juga sampai memasang foto dengan para ulama supaya sang calon kepala daerah harapannya mendapatkan simpati dari masyarakat yang beragama, biasanya target demikian hanya berlaku untuk masyarakat kelas menengah kebawah. Sebab masyarakat menengah kebawah rata-rata tidak banyak mengetahui bagaimana profil dan rekam jejak seorang kandidat. Apalagi di era globalisasi seperti dewasa ini, dengan mudahnya setiap orang mendapatkan informasi tanpa di filter terlebih dahulu sebuah informasi tersebut, kebanyakan mereka hanya mengkonsumsi secara mentah-mentah apa yang dilihat dan dibaca. Akibatnya, kondisi seperti ini juga yang akan mempengaruhi siapa yang akan dipilih nantinya. Kemudian untuk pemilih yang notabene masyarakat menengah ke atas, rata-rata merupakan pemilihan rasional, yang dimana mereka sudah tahu sejak dari awal mengenai rekam jejak para kandidat, mana kandidat yang terbaik dan mana kandidat yang tidak waras. Kemudian selain itu, banyak lagi hal-hal yang biasa di lakukannya. Terkadang sebelum Pilkada, mereka tidak pernah muncul dalam kegiatan sosial, tetapi ketika mendekati Pilkada mereka akan menyumbangkan sejumlah dana dan sebagainya. Adanya sikap yang demikian, menunjukkan bahwa mereka punya sifat sosial yang tinggi, tiada lain dan tiada bukan lagi-lagi untuk mendapatkan simpati masyarakat. Masukan siapapun akan mereka dengarkan termasuk ibu-ibu di pasar. Kehadiran mereka seakan-akan seperti malaikat, baiknya luar biasa dan terlihat tidak mempunyai sifat jahat.

Fenomena yang tergambar diatas sudah menjadi rahasia umum. Setiap kali dilakukan ritual Pilkada, momentum pergantian pemimpin baru, keanehan yang sering terjadi adalah tingkahlakunya hampir sama, yakni menawarkan agenda yang begitu bagus dan produk yang mengggiurkan, ending akhir dari semua itu kebanyakan tidak mampu direalisasikan untuk bisa dinikmati semua lapisan masyarakat. Ujung-ujung yang terjadi kebanyakan hanya untuk kesejahteraan keluarga dan kelompoknya.

Peristiwa yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta belum lama ini, menjadi salahsatu bentuk dan cerminan bagaimana kemudian cara berdemokrasi kita tergambar semakin tidak elok lagi. Tiap kelompok saling menyebarkan isu syara, yang ending akhirnya membuat perpecahan di masyarakat. Ini lagi-lagi terjadi jual produk menjelang Pilkada, yang dimana kelompok satu memakai produk agama untuk menyerang pribadi kelompok yang lainnya. Inikan salah satu tindakan yang mencederai demokrasi kita. Oleh karenanya, masyarakat Indonesia dewasa ini harus cerdas dan hati-hati dengan janji serta program yang di tawarkan oleh calon kandidat,  yang mereka sendiri (calon kandidat) membuatnya pun dengan cara mengawang, artinya program yang di dicanangkan hanya sekedar pemanis bibir biar masyarakat terbius dengan program dan produk politik yang di tawarkan. Jadilah masyarakat yang cerdas untuk memilih pemimpin baru yang terbaik untuk kemaslahatan bersama dan bisa membangun daerah serta peduli terhadap masyarakat luas.


Penulis: Hairul Rizal, S.H.I.
Pengurus Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH-NU) Kota Yogyakarta / Alumni Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website