Headlines News :
Home » , » Santri, Pahlawan Bersarung

Santri, Pahlawan Bersarung

Written By Pewarta News on Kamis, 19 Oktober 2017 | 00.19

PEWARTAnews.com -- Sebagai insan yang disebut sebagai kaum tradisonal, santri dibeberapa kalangan masyarakat masih dianggap sebagai kaum yang kolot dan berpikiran tidak maju. Hal ini mungkin disebabkan kondisi masa lalu yang menyertai perjalanan santri. Padahal santri dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia telah membuktikan dirinya mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bulan Oktober ini adalah perayaan hari santri, memperingati hari santri yang ikut serta mempertahankan negara dari serangan para penjajah.

Sebut saja KH. Hasyim Asy’arie, dengan fatwa resolusi jihadnya pada tanggal 22 Oktober menggemparkan masyarakat untuk ikut serta berperang melawan penjajah, sebab melawan penjajah bagian dari jihad kebangsaan. Bagaimana bisa, seorang yang bersarung dan dari desa muncul sebagai salah satu tokoh yang dapat menggemparkan penjajah. Identitas mbah Hasyim sebagai salah satu santri, bersarung dan mungkin dianggap kolot itu, hadir dengan pikiran yang maju yang melampaui zamannya.

Kita tahu, salah satu Presiden Indonesia datang dari kalangan santri yaitu KH. Abdurrahman Wahid yang dikenal sebagau guru bangsa itu. Mengajarkan bangsa Indonesia untuk bersikap toleran pada kaum minoritas, agar kita terima bersama sebagai sebuah rahmat.

Tokoh-tokoh besar di Indonesia sejak zaman presiden pertama Republik Indonesia pun dikenal dekat dengan kalangan kaum sarungan tersebut. Terbukti saat Indonesia dibangun, mengalami perdebatan soal Pancasila, maka melalui ijtihad mbah Hasyim yang dimintai pendapat oleh bung Karno tentang Pancasila, dengan tegas beliau menjawab bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan syariat Islam dan syah menjadi dasar negara. Pendapat mbah Hasyim pun diikuti sehingga menyudahi perdebatan saat membahas dasar negara.

Maka santri hari ini sesuai dengan perjuangan santri masa lalu tetap setia pada pancasila sebagai dasar negara. Selain itu pula, sebagai santri saat ini perlu menjadi contoh bagi masyarakat untuk lebih bersikap toleran pada siapapun, mengingat banyaknya persoalan bangsa yang menyinggung soal agama masih sangat sensitif dibangsa ini, maka dari itu santri perlu kembali dibarisan depan dalam mencerminkan sikap yang menunjukkan toleransi, solidaritas atas nama kemanusiaan dan jihad kebangsaan dengan ikut serta membangun sekaligus menjaga bangsa Indonesia.

Hari ini, Indonesia membutuhkan orang-orang yang dapat membuktikan kecintaannya dengan bangsa melalui ikut serta membangun kemajuan bangsa, sumbangsih pemikiran yang kreatif dan inovatif sangat diperlukan, ini semua adalah jihad kebangsaan dan santri perlu mengambil peran sebagaimana yang telah dicontohkan oleh santri terdahulu.

Beberapa bulan terakhir bangsa kita mulai diserang oleh sekelompok orang yang menginginkan negara Islam berdiri di Indonesia, bahkan Pancasila dianggap tidak memenuhi syariat Islam. Gejolak ini jelas membutuhkan santri yang dapat menjaga Pancasila sebagai dasar negara, sebab santri kharismatik seperti mbah Hasyim menyatakan dengan jelas bahwa pancasila tidak bertentangan dengan syariat Islam dan syah. Artinya Pancasila walaupun tidak berbahasa arab, akan tetapi memuat spirit dalam Islam.

Bangsa Indonesia membutuhkan banyak santri seperti mbah Hasyim yang tak diragukan lagi ilmu agama serta nasionalismenya. Santri perlu kembali berjihad dalam membangun bangsa diberbagai lini kehidupan, jihad dibidang ekonomi, jihad dibidang politik, jihad dibidang kesehatan dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.


Penulis: Hilful Fudhul
Pengurus LAKPESDAM NU Kota Yogyakarta 
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website