Headlines News :
Home » , » Aplikasi Kepemimpinan Transformasional dalam Meningkatkan Profesionalisme Perawat Lulusan SPK

Aplikasi Kepemimpinan Transformasional dalam Meningkatkan Profesionalisme Perawat Lulusan SPK

Written By Pewarta News on Rabu, 29 November 2017 | 05.15

Ilustrasi perawat. Foto: idntimes.com 
PEWARTAnews.com -- Instansi pelayanan kesehatan mengemban tugas utama untuk memberikan pelayanan kesehatan berkualitas dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Peran perawat sebagai pemberi asuhan mempunyai kontribusi yang sangat besar terhadap keberhasilan pelayanan kesehatan yang paripurna kepada klien. Keberhasilan perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan perlu didukung dalam upaya peningkatan profesionalisme. Salah satunya adalah melalui pengembangan karir perawat, dimana jenjang karir adalah sebuah sistem yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme, dengan cara peningkatan kompetensi perawat yang bisa ditempuh dengan pendidikan formal berjenjang maupun pendidikan informal.

Seorang perawat diakui sebagai seorang perawat apabila telah lulus dari pendidikan tinggi keperawatan yang diakui oleh negara, yaitu diperoleh minimal dengan menyelesaikan program diploma tiga keperawatan. Namun, pada kenyataannya masih banyak tenaga perawat yang hanya berkualifikasi lulusan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK). Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan tahun 2017 melaporkan masih banyak tenaga perawat dengan kualifikasi lulusan SPK  yang didayagunakan di fasilitas-fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia, yaitu sebanyak 19.201 perawat. Masih banyaknya perawat yang hanya lulusan SPK ini, tidak terlepas dari motivasi perawat itu sendiri untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dan juga dukungan pemimpin sebagai pemberi ijin atau pemberi motivasi, sehingga dapat dikatakan pemimpin dengan gaya kepemimpinan yang tepat dibutuhkan untuk menyesaikan fenomena ini.

Gaya kepemimpinan transformasional merupakan gaya kepemimpinan yang menjadi pilihan yang ideal, dimana seorang pemimpin tranformasional adalah seorang pemimpin sekaligus agen perubahan yang menginspirasi dan memotivasi bawahan untuk berubah dan menyampingkan kepentingan pribadi demi mencapai meningkatkan kemampuan yang dimiliki agar tercapai tujuan dari visi organisasi.Pemimpin transformasional dalam bidang keperawatan dapat berupa seorang Kepala Ruang maupun Kepala Bidang Keperawatan.

Seorang pemimpin transformasional yang baik akan menjelaskan, mengarahkan dan membimbing perawat, bagaimana strategi agar visi dan misi keperawatan dapat tercapai bersamaan dengan menumbuhkan keyakinan dalam diri perawat bahwa mereka dapat melakukannya.  Pemimpin memberikan motivasi yang menginspirasi perawat berkomitmen tinggi mengedepankan mutu dan kualitas sesuai standar dalam memberikan asuhan keperawatan.

Khususnya bagi perawat SPK, motivasi ini dapat berupa sebuah motivasi untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi dengan harapan dapat meningkatkan profesionalisme, mengupgrade ilmu keperawatan dan meningkatkan jenjang karir. Bukan hanya itu, pemimpin transformasional juga merupakan seorang mentor yang menstimulus bawahannya tidak terkecuali perawat SPK dalam peningkatan kemampuan dan mengupdate bidang keilmuan di bidang keperawatan melalui bimbingan atau diikutkan pelatihan-pelatihan sesuai dengan kebutuhan pelayanan di rumah sakit. Bukan hanya itu, pemimpin tranformasional juga akan memberikan pemahaman terkait kualifikasi pendidikan minimal yang harus ditempuh perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan adalah Diploma keperawatan, sehingga bagi bawahannya yang masih berkualifikasi perawat lulusan SPK akan diarahkan, dimotivasi dan di beri dukungan untuk mengelanjutkkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Motivasi dan dukungan dapat berupa pemberian ijin tugas belajar, dukungan moral dan pemberian beasiswa.

Peran pemimpin transformasional dalam memotivasi dan memberi dukungan untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi ini, sejalan dengan pengadaan Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ) yang diatur dalam Permendikhub no. 108 tahun 2013 tentang penyenggaraan pendidikan jarak jauh. Pemimpin dapat lebih mudah memotivasi dan meyakinkan perawat SPK untuk melanjutkan pendidikan melalui PJJ ini, dikarenakan PJJ merupakan sebuah solusi yang sengaja disediakan Kemenkes dalam upaya pemerataan dan peningkatan kualifikasi tenaga kesehatan termasuk perawat.

PJJ memungkinkan mahasiswa mengikuti pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan layanan kesehatan, dikarenakan PJJ menerapakan sistem pembelajaran elektronik yang merupakan sitem pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat diakses di manapun dan kapanpun.

Aplikasi kepemimpinan transformasional di bidang keperawatan yang melihat pentingnya kualifikasi perawat SPK perlu diupgrade dengan cara memotivasi dan memberi dukungan serta diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, diharapkan pada tahun 2020 semua perawat sudah berkualifikasi minimal pendidikan diploma tiga sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan, sehingga menjawab permintaan akan kebutuhan tenaga perawat yang profesional.


Penulis :
Ns. Fhandy Aldy Mandaty, S.Kep
Ns. Henni Kusuma, S.kep.,M.Kep.Sp.KMB

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website