Headlines News :
Home » , , » Bermesra dengan Anak

Bermesra dengan Anak

Written By Pewarta News on Jumat, 17 November 2017 | 21.39

Saharudin (Penulis) sedang bermesraan dengan anaknya.
PEWARTAnews.com – Bermesra, itu adalah hal yang wajar bagi seorang anak dengan orangtuanya (Bapaknya). Kemesraan itu harus dijaga dan dibina agar selalu langgeng. Kelanggengan itu harus dibina mulai dari kecil hingga anak berusia dewasa. Kelanggengan merupakan pondasi bagi hubungan seorang anak dengan Bapaknya, karena dengan pondasi inilah antara Bapak dengan anak bisa saling bertukar pikiran, baik untuk masalah keluarga secara umum maupun secara khusus. Masalah secara umum, bisa saja dalam bentuk urusan kelanjutan ekonomi keluarga dan masa depan anak, sedangkan masalah khusus bisa berupa didikan dan pelatihan agar anak berakhlak yang baik dan berbakti pada orangtua dan bisa juga anak tersebut menjadi bekal untuk dipraktekkan juga anaknya kelak. Namun akhir- akhir ini, sebagian dari orang tua sudah jarang memedulikan urusan kelanggengan ini. Bahkan tidak jarang terjadi, permasalahan orang tua dengan anak sering terjadi, baik saling tidak memedulikan, perkelahian, maupun pembunuhan.

Peran orang tua dalam urusan kelanggengan ini sungguh sangat penting dan itu harus dilakukan sejak dini. Hal itu bisa dilakukan dengan beberapa cara, antara lain: Pertama, masa balita. Pada masa ini, orang tua harus bisa mengajak anaknya bisa mengajaknya bermain, bercanda, dan menanamkan nilai agama dengan cara menyesuaikan dengan dunia mereka. Kedua, masa remaja. Pada masa ini, orang tua harus berusaha memeras pikiran agar sang anak bisa nurut dan mulai patuh. Banyak yang bisa dilakukan pada masa ini, beberapa di antaranya adalah, mulai memberikan contoh dan mengajak dia (sang anak) untuk melakukan hal itu (hal baik yang kita inginkan), salahsatunya adalah solat. Pada masa ini pula, diharapkan orang tua, apabila ingin anaknya nurut, perbanyaklah mencontohkan, bukan mengajak atau menyuruh. Ketiga, masa dewasa (sebelum ia menikah). Pada masa ini, kita tidak perlu lagi banyak-banyak menyuruh, yang mereka butuh adalah dukunngan moril maupun materil (kalau ada), serta jangan lupa kita ingatkan dan arahkan sekali waktu.

Orang tua harus mampu memahami fase pendidikan anak, dengan memahami fase pendidikan anak tadi (masa balita, remaja, dan dewasa) maka insya Allah, anak tidak lagi menjadi beban dikala ia sudah besar (dewasa), melainkan orang tua menikmati apa yang ia besarkan dan didik selama ini. Memang dalam mendidik anak, tidak segampang membalikkan telapak tangan, tetapi, setidaknya tawaran dan gambaran mengurus anak tadi kurang lebih sama dengan cara memelihara tanaman yang kita tanam, di kebun atau di sawah. Tanaman itu perawatannya hanya pada saat awal-awal tanaman (masa balita), masa perawatan (masa remaja), dan masa memetik (masa dewasa).

Demikianlah gambaran singkat tentang kemesraan seorang ayah dan anak. Tentu masih banyak kekurangannya, tetapi setidaknya ada yang bisa di manfaatkan buat orang tua yang sayang akan anaknya. Salam buat ortu yang sayang anak.

 
Berau, 20 Maret 2017
Penulis: Saharudin, S.Pd., M.Pd.I.
Guru SMAN 12 Berau, Kalimantan Timur / Dosen STIE Muhammadiyah Berau / STIT Muhammadiyah Berau / Dosen STIPER BERAU / Pemuda Asal Bima NTB

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2017. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website